Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
episode 124 bangkitnya dewa sesat


__ADS_3

Tubuh Panji dalam posisi terbaring melayang ke udara dan dari tubuhnya keluar pancaran energi yang terus berubah ubah. kadang panas, dingin bahkan petir menyambar di sekitar tubuh Panji, belum lagi angin berhembus kencang dan tanah juga beterbangan.


Lima tubuh elemen dalam tubuh Panji bereaksi saat tubuh Panji benar benar telah mengalami luka parah.


Raja Habiyang memperhatikan dengan rasa takut di dada nya. dalam benaknya sudah terpikirkan ingin melarikan diri tapi saat pikiran itu semakin besar Panji membuka mata nya dan turun dari udara. tubuh Panji terlihat kembali telah segar bahkan tak kekurangan apa pun.


"bocah, apa kau yakin ingin membunuh raja kegelapan??" tanya tubuh api di pikiran Panji.


"iya, aku harus membunuh nya"


"tapi itu akan membangkitkan dewa sesat" kata tubuh air.


"kalian akan membantu ku untuk memusnahkan dewa sesat"


"apa kau yakin akan menjalani kutukan dari dewa??" tanya dewa api lagi.


"iya aku yakin, biarkan kesengsaraan aku tanggung sekarang, dari pada nanti anak cucu ku menanggung lebih dari yang aku rasakan"


"baik, kami sudah melihat keteguhan hati mu"


"kami akan meminjam kan sebagian tenaga kami, kalau kami memberi mu tenaga yang berlebihan bisa bisa urat dalam tubuh mu terputus"


Dan tubuh Panji kembali bereaksi, pancaran tenaga nya semakin besar, dia bahkan hampir melewati tingkatan tertinggi dari tingkatan pendekar, dia hampir melewati tingkatan pendekar dewa.


"hiattttt....!!!!!"


tubuh Panji bergetar menahan besar nya tenaga baru yang memasuki tubuhnya. setelah semua proses penyatuan energi selesai Panji menatap raja kematian.


"apa kau sudah siap melanjutkan pertarungan kita??" tanya Panji.


"kau akan ku Bu...


"bammmm...!!!!"


belum selesai ucapan raja kegelapan sebuah pukulan telah mengenai wajahnya.


"brukkk..!!!" raja kematian terjungkal terlempar ke belakang.


"kurang ajar"


raja kematian menambah kekuatan dan tenaga dalam nya dan mencabut golok nya.


"sringg..!!!"


hiattt..!!"


raja kematian mengayunkan golok nya dan mencecar panji dengan serangan yang mematikan, leher perut dada Panji tak luput dari serangan raja kematian.tapi karena tenaga baru yang telah di berikan kepada Panji, dia dengn mudah menghindari setiap serangan raja kematian.


Panji melenting dan bersalto serta mundur berputar putar ke belakang dan mendarat jauh dari raja kematian.


"pedang seribu sayap"

__ADS_1


Panji langsung mengeluarkan ke empat senjata yang di milikinya.


Padang darah, golok petir, keris liuk tujuh melayang di atas kepala nya, sementara pedang rembulan langit tergenggam erat di tangan nya.


Panji mengerahkan seluruh tenaga dalam nya dan berniat ini serangan terakhir untuk memusnahkan raja kematian.


"hiattt..!!!"


Panji melesat terbang di ikuti ke tiga pedang yang terbang di atas kepala nya.


raja kematian tak mau mundur dan merasa jumawa karena yakin Panji tak akan berani membunuh mu karena keberadaan dewa sesat dalam tubuhnya, raja kematian dengan berani menyambut semua serangan Panji


"tranggg..!!!"


benturan kembali terjadi antara pedang langit dengan golok kematian raja Habiyang. keduanya saling menahan senjata di tengah, tapi saat itu lah yang di tunggu Panji. saat adu tenaga terjadi golok petir menyambar kepala raja Habiyang mau tak mau raja Habiyang menghindar dengan memiringkan kepalanya.


posisi raja Habiyang menjadi sedikit tak bagus, belum lagi adu tenaga dengan senjata Panji.


"hiattt...!!!" Panji memaksa tenaga dalamnya dan itu berhasil memukul mundur raja Habiyang. saat itu juga Panji mengejar raja Habiyang dan memberikan sabetan di dada raja benua kegelapan itu.


"brettt..!!!"


"akhh, keparat..!!" raja Habiyang hanya bisa memaki dan menahan perih saat pedang langit menggores dada nya.


"kau tak akan berani membunuh ku" jerit raja Habiyang


"kau akan mat...."


raja Habiyang menjerit keras saat pedang darah telah menusuk dada nya. belum selesai itu saja, golok petir juga datang dan menusuk dada Habiyang. tapi raja kegelapan masih berdiri. kembali Panji menambah dan keris liuk tujuh menusuk ubun ubun raja kematian. bahkan itu pun masih tetap membuat raja kematian berdiri.


"mati lah"


Panji mengerahkan tenaga dalam nya dan terbang cepat ke arah raja Habiyang.


"crasssss...!!!!"


pedang langit menebas leher raja Habiyang dan menggelinding di tanah dengan mata terbuka.


"yang mulia???" teriak panglima Jalu saat melihat kekalahan raja mereka. tapi itu hanya sebentar, perlahan lahan semua tubuh dari manusia benua kegelapan membusuk dan jatuh ke tanah, dan tak berapa lama berubah menjadi tengkorak.


Panji kembali menyembunyikan ke empat senjata dalam tubuhnya. tapi dia tak mengurangi kewaspadaan nya karena dia sadar dia telah membangkitkan dewa sesat dalam tubuh raja kematian. tapi suara gemuruh prajurit memaksa Panji untuk menoleh ke arah prajurit aliansi.


"hidup saja satria"


"hidup saja satria"


gemuruh kemenangan terdengar dan kebahagian juga terlihat di wajah para prajurit nya.


Panji berjalan dan mendekati para punggawa yang telah berperang.


"Mahapatih??" Panji heran karena Mahapatih Demar masih hidup, sementara semua prajurit dari benua kegelapan telah berubah jadi tengkorak saat kematian raja kematian.

__ADS_1


"maaf yang mulia"


"ada apa??" tanya Demar.


"kamu masih hidup??" tanya Panji heran.


"mereka semua mati karena raja kematian tewas, mereka tewas karena segel kegelapan masih ada tertanam di tubuh mereka, sementara aku setelah bebas dari segel kegelapan, aku telah terbebas dari kutukan benua kegelapan" kata Mahapatih Demar.


Saat Panji ingin bicara lagi, tiba tiba angin berhembus begitu kencang, bahkan seperti angin badai, dan fenomena besar pun terlihat di mata Panji dan seluruh prajurit benua kegelapan.


Tubuh raja kematian melayang ke udara, dan kepala nya kembali menyatu dengan tubuh nya.


"akhhh, tubuh baru ini, aku sudah lama menginginkan nya" suara serak dari pemilik tubuh itu berbeda dengan suara raja kematian.


Panji mundur dan sadar itu suara dewa sesat.


"kau telah membebaskan aku, terima kasih"


"aku akan memberikan mu waktu dua purnama setelah itu aku akan datang untuk mencabut nyawa mu" kata dewa sesat dan menatap Panji dengan tatapan tajam, Panji sampai bergidik melihat tatapan itu.


"kau akan mati di tangan ku" suara dewa sesat begitu dekat dengan Panji dan tanpa melihat gerakan tangan dewa sesat telah mencekik Panji. Panji kaget dan mengerahkan tenaga dalam nya untuk melepaskan cekikan dewa sesat.


Saat cekikan itu terlepas dewa sesat telah menghilang dari pandangan.


"hahahahahaah"


"nikmati lah sisa hidup mu"


"aku akan datang mencabut nyawa mu"


terdengar suara tanpa wujud yang perlahan lahan hilang di telan angin.


"sungguh luar biasa" puji Panji


**************************************


terima kasih sudah mengikuti perjalanan Panji sampai sejauh ini, dengan kematian raja kematian apakah perjalanan sudah berakhir??"


tidak..!!"


perjalanan baru akan di mulai"


Panji masih harus memulai perjalanan baru sebelum menuju puncak.


arc ini telah berakhir.


dan arc baru akan di mulai.


"penyatuan pedang dewa"


terima kasih.

__ADS_1


sampai jumpa besok atau lusa saya akan memulai kembali.


__ADS_2