Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
bab 167 perintah sang raja


__ADS_3

Setelah kepergian dewa Agatha Panji termenung dan memutuskan untuk menemui maung Sabda, Panji ingin menanyakan sesuatu tentang pedang matahari dan pedang bulan.


Sesaat setelah Panji kembali ke istana Mahapatih Demar langsung menemui nya.


"siapa mereka yang mulia??"


"kemampuan mereka sangat tinggi" tanya Mahapatih Demar.


"mereka utusan dari langit, dewa perang"


"apa dewa perang??"


"sungguh aku tak menyangka dewa akan menemui yang mulia"


"ada apa mereka menemui yang mulia??"


"apa karena dewa sesat??" tanya Mahapatih Demar lagi mencoba menebak.


"itu kau sudah tahu paman, mereka memang menemui aku karena dewa sesat"


"tapi itu bukan intinya"


"maksud nya yang mulia??"


"sudahlah, saat ini belum waktu yang tepat kau tahu Mahapatih"


"aku memiliki tugas untuk mu"


"tugas??"


"tugas apa yang mulia??"


"kau ku utus ke benua putih"


"aku ingin kau menemui putri kerajaan itu, dan sampai kan salam ku"


"aku ingin secepatnya" kata Panji.


"baik, baik yang mulia"


"aku akan melaksanakan tugas itu"


"seperti nya yang mulia ingin segera menikah ya??"


"aku ingin kerajaan ini memiliki penerus sebelum aku pergi jauh"


"pergi jauh??"


"kemana yang mulia??"


"jika saat nya telah tiba, kau akan mengetahui nya"


"aku tak ingin melukai hati gadis yang telah berjanji dengan ku"


"dan sekarang aku akan menemui seseorang yang pernah berjanji dengan ku" kata Panji.


"seseorang yang berjanji dengan yang mulia??"


"siapa yang mulia??"


"seseorang yang memberikan aku jubah harimau dan cincin harimau ini"


"siluman harimau??"


"yang mulia mengenal siluman harimau??"


"iya, bahkan aku di tipu oleh raja siluman harimau" jawab Panji cengengesan


"di tipu bagaimana yang mulia??"


"ko bisa??" tanya mahapatih Demar meminta penjelasan.

__ADS_1


"raja siluman harimau memberikan aku cincin ini, setelah di pulau es baru aku tahu jika ini sebuah cincin pertunangan, aku sudah menerima jadi aku sudah bertunangan dengan putri nya" jelas Panji.


"jadi yang mulia akan menikah dengan dua orang gadis??" tanya Mahapatih Demar.


"mungkin, tapi kalau Dinda Diyah Pitaloka menolak aku tak akan bisa memaksa, sementara untuk gadis siluman harimau itu aku sudah terpaksa harus menikahi nya"


"hari ini juga aku akan ke dimensi siluman harimau"


"dan kau hari ini juga berangkat ke benua putih"


"jangan menunda lagi, aku tak ingin membuang waktu ku yang tersisa" kata Panji


"pasti yang mulia, aku akan segera berangkat"


"tapi sebelum nya kumpul kan dulu semua panglima dan panggil penasehat Angga ke ruang pertemuan"


"baik yang mulia"


Panji tak menunggu Mahapatih Demar untuk melaksanakan tugas nya, tapi Panji berjalan menuju ruang pertemuan, dia ingin memberitahukan sesuatu pada penghuni kerajaan.


Panji duduk di singgasana nya dengan pakaian kebesaran nya, dia duduk dan seperti raja yang bijaksana.


Tanpa menunggu lama, penasehat Angga dan panglima kerajaan berkumpul.


"salam untuk yang mulia" kata para panglima serentak.


"sudah, kalian duduk dan dengarkan"


Semua nya diam dan menunggu apa yang akan di katakan oleh Panji, masing masing panglima duduk di kursi masing masing.


"dengarkan kalian semua wahai panglima, dalam beberapa hari ke depan aku akan meninggalkan istana ini"


"hanya beberapa hari, kau harap kalian menjaga kerajaan ini"


"aku akan memberikan pimpinan tertinggi di tangan penasehat Angga, yang akan di dampingi oleh Patih Jabat" kata Panji.


"bagaimana dengan Mahapatih Demar??"


"Mahapatih aku beri tugas ke benua putih, Mahapatih akan menyampaikan undangan kepada raja Mahameru"


"dan penasehat, jika raja Mahameru datang kemari dan lebih dulu sampai dari pada aku, sambut mereka sebagai tamu kerajaan"


"sambut seperti tamu istimewa"


"apa kalian semua sanggup??"


"apa kalian sanggup melindungi kerajaan kita ini??" teriak Panji


"kami siap melaksanakan titah yang mulia"


"titah yang mulia merupakan perintah bagi kami" jawab panglima kerajaan berbarengan.


"aku harpa juga begitu, kalian perkuat pertahanan kita, aku tak tahu apa lagi yang akan menimpa kerajaan kita ini"


"dan perkuat kewaspadaan kalian"


"benua hitam bisa saja sewaktu waktu menyerang"


"Patih Jabat, kau emban tugas ini baik baik"


"siap yang mulia"


"aku akan melaksanakan tugas ini sebaik mungkin" jawab Patih Jabat.


"baik, pertemuan ini cukup sampai di sini"


"ayo Mahapatih" ajak Panji.


Panji dan Mahapatih Demar berjalan bersama, dari belakang penasehat Angga berlari kecil mengejar mereka berdua.


"yang mulia sebenarnya mau kemana??" tanya penasehat Angga.

__ADS_1


"aku ingin menemui seseorang paman"


"yang mulia tak akan lama bukan??"


"aku takut jika yang mulia terlalu lama, musuh kerajaan akan datang" kata penasehat Angga cemas.


"tak usah cemas paman, tak akan ada yang berani menyerang kerajaan ini"


"percaya lah" kata Panji sambil menepuk pundak penasehat Angga untuk menenangkan penasehat terbaik kerajaan bintang kejora itu.


"Kau kembalilah ke kamar mu, atau kerjakan sesuatu demi kerajaan ini"


"aku ingin bicara dengan mahapatih Demar" ucap Panji.


"mari paman" ajak Panji pada Mahapatih Demar.


Panji dan Mahapatih Demar memasuki kamar Panji. panji meraih kotak yang pernah dia berikan pada panglima Ardan.


"setelah paman sampai di benua putih, tanyakan gadis yang bernama Diyah Pitaloka"


"berikan kotak ini, maka dia akan mengetahui maksud kedatangan paman" kata Panji dan memberikan ke tangan Mahapatih Demar.


"apa isinya ini yang mulia??" tanya Mahapatih Demar.


"hanya sebuah selendang saja paman"


"sudah jangan banyak tanya lagi"


"sekarang berangkat lah Paman"


"baik, aku akan berangkat yang mulia"


Mahapatih Demar keluar dari kamar Panji, setelah dengan persiapan yang matang Mahapatih Demar memacu kuda nya menuju benua putih, kerajaan Ganda Lima.


Panji menatap kepergian Mahapatih kerajaan itu.


"besok pagi aku akan berangkat, aku harus mengikuti arah matahari tenggelam"


"di situlah pintu masuk ke dimensi siluman harimau" gumam Panji.


*****************************


Matahari pagi malu malu untuk muncul dari timur, cahaya nya menusuk masuk ke kamar Panji, dan itu pertanda jika Panji akan memulai perjalanan menuju dimensi siluman harimau.


Panji berjalan ke kandang kuda nya, si kilat tampak senang karena kedatangan Panji.


"kilat, apa kau sudah siap untuk kembali pergi,??"


"tapi kita akan pergi menuju dimensi siluman harimau??"


"apa kau ingin ikut??" tanya Panji.


Si kilat menatap Panji seperti mengerti pembicaraan Panji. si kilat menjauh dari Panji.


"kau tak ikut kilat??"


"baik aku mengerti" kata Panji dan menepuk leher kudanya.


"tenang saja, petualangan kita berikutnya kau pasti akan ikut"


Panji pergi dari pintu rahasia di belakang istana. terik matahari tak memudarkan semangat Panji untuk sampai di pintu masuk dimensi harimau.


Seharian Panji berjalan dan saat matahari terbenam Panji sampai di lembah harimau.


"buka pintu dimensi ini"


"aku Panji, saudara kalian" teriak Panji ke arah lembah siluman.


Sebuah cahaya terang terlihat di depan Panji, Panji dengan berjalan pelan masuk ke dalam cahaya itu. saat cahaya itu menghilang Panji sudah berada di dimensi yang lain. dimensi siluman.


"wilayah ini sangat aku kenal"

__ADS_1


"sudah cukup lama ya" gumam Panji


__ADS_2