
belum hilang kabar kehancuran kerajaan merak kembali dunia di kejutkan dengan kudeta yang di lakukan pangeran Satya di kerajaan kayu upam.
hahahaha
seluruh benua telah kacau"
saat yang kami tunggu akan datang"
saat nya kami akan menguasai seluruh benua" gumam raja kematian Habiyang
memang tak salah aku tugaskan Gantika menjalankan tugas ini"
tak salah"
dan tak berapa lama lagi dewa sesat akan kembali menyatu dengan tubuh ku"
dan pada saat itu aku akan menjadi penguasa seluruh benua"
tak akan ada yang mampu menghentikan ku"
hahahaha
\\\\\\\\\\*
apa masih jauh kakang??
aku sudah capek jalan terus" kata diyah pitaloka mulai tak sabar
sebentar lagi Dinda kita akan sampai"
terus aja sebentar lagi"
dari kemarin kakang bilang sebentar lagi"
sebentar lagi"
tapi sampai sekarang belum sampai juga" gerutu diyah Pitaloka
Panji tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
sini kakang gendong kalau capek"goda Panji
mauuuu...
tapi saat melihat ibunda dan pelayan serta pengawal menatapnya tersenyum membuat putri kerajaan ganda lima itu tertunduk malu.
kalau capek kita istirahat sebentar di sini"
lagian hari sudah gelap"
kita akan kembali bermalam di hutan ini"
kembali bermalam di hutan ini kakang???
Dinda gak mau"
kenapa Dinda??? tanya Panji
Dinda takut kakang"
takut apa??
kakang akan menjagamu"
tapi janji ya kakang akan terus di dekat Dinda"
jangan kemana mana"
iya kakang janji Dinda" kata Panji meyakinkan Pitaloka
apa lagi yang kalian tunggu"
cepat cari kayu bakar"
dan buatkan api unggun" perintah Pitaloka
ehhh
para pengawal termangu melihat perubahan Pitaloka
tadi tak ingin bermalam di sini"
sekarang???
hhhmmm
cinta cinta..
cinta memang kadang buta" kata para pengawal dalam hati.
sebelum gelap kakang akan mencari rusa atau kelinci untuk makan malam kita"
kalian tunggu di sini"
__ADS_1
jaga permaisuri dan tuan putri" kata panji pada penjaga
baik tuan" kata para penjaga sekalian mengumpulkan kayu kayu untuk membuat api unggun.
kakang hati hati ya"
dan cepat kembali"
aku takut di culik hantu penghuni hutan ini" kata Pitaloka
kalau ada yang berani menculik Dinda akan ku kejar sekalipun itu ke ujung benua" balas Panji dan langsung pergi terbang mencari makanan.
malam mulai gelap tapi tanda tanda Panji akan kembali belum juga nampak.
kemana sih dia??
apa dia pikir aku tak takut di sini" Pitaloka tak berhenti mondar mandir.
kenapa putriku?? tanya Iyeng Anggi melihat kegelisahan putrinya.
eh bunda"
tidak ada bunda"
tunggu aja"
dia sebentar lagi pasti kembali"
bunda percaya dan saat ini hanya dia orang lain yang dapat bunda percayai" kata permaisuri itu.
ukkhhh berat juga rusa kecil ini" kata Panji begitu sampai.
kenapa lagi sekali??
apa kau tak memikirkan kami yang ketakutan??
atau kamu sengaja ya?? kata Pitaloka sedikit marah.
eh tuan putri yang cantik seperti nya marah??
nanti cantiknya ilang Lo tuan putri" goda Panji
tuan Panji dari mana saja??
ko lama tuan pendekar yang tampan?? balik Pitaloka yang menggoda Panji
saya mencari makanan untuk tuan putri yang cantik"
saya tak mau tuan putri ku yang cantik kelaparan"balas Panji
hahahaha
sudah
kalian berdua membuat bunda ingat masa muda" permaisuri Iyeng Anggi melerai keduanya.
ibunda" kembali rasa malu merasuki Pitaloka
sebaiknya bakar rusa ini"
walaupun kecil tapi sudah cukup untuk kita" kata Panji pada penjaga
baik"
ke empat penjaga bergerak mengerjakan perintah Panji
Panji bersandar di sebuah pohon. rasa letih yang dirasakan bukan hanya tubuhnya tapi juga jiwanya. Panji mendapat tugas yang berat untuk menyelamatkan benua dan Panji merasa sepertinya belum mampu menjalankan nya.
kakang lagi mikirin apa??
kakang Dinda selalu ada dan siap mendengar cerita kakang" Pitaloka mengganggu lamunan Panji
hhhmmm
Panji menghela napas panjang
kakang hanya capek Dinda"
istirahat sebentar capek kakang akan hilang"
ini Dinda bawa makan untuk kakang"
makan lah"
atau Dinda suapi??
Panji selalu tersenyum kalau melihat Pitaloka apalagi sekarang Pitaloka sudah mulai berani menggodanya.
Panji tak menjawab tapi menerima makanan itu dan makan untuk mengganjal perutnya.
semuanya mulai mendekat ke api karena memang dingin nya di tengah hutan menusuk tulang.
apa kakang tak merasakan hawa dingin ini?? tanya Pitaloka
apa kakang akan merasa kedinginan sementara Dinda sudah menghangatkan hati kakang"
saat tengah malam rasa dingin itu semakin menusuk dan semua orang telah tidur di dekat api.
__ADS_1
Panji berdiri dan mengawasi sekitar tempat itu, Panji bukan takut pada musuh tapi Panji takut serigala atau hewan buas penghuni hutan datang menyerang.
melihat Panji berdiri semua yang tidur terbangun.
kenapa Panji?? tanya permaisuri iyeng Anggi
tidak ada bibi"
aku hanya berjaga jaga saja" kata Panji.
Panji mendekat dan duduk dekat api unggun.
kakang istirahatlah"
Dinda tahu di antara kami semua kakang yang paling capek"
Panji tersenyum melihat kekasihnya itu.
kakang harus memastikan keselamatan kalian Dinda"
kakang tak mau terjadi sesuatu pada kalian"
terutama Dinda"kata Panji sambil mengelus rambut panjang Pitaloka.
Panji kembali bersandar di pohon dekat api unggun dan Pitaloka mendatangi Panji.
Dinda mau dekat kakang"
Pitaloka merasa nyaman dekat kakang" kata Pitaloka bersandar di dada Panji.
Panji menerima Pitaloka bersandar di dadanya malah Panji memeluk tangan nya ke punggung Pitaloka.
sampai kapan kami harus lari kakang??
Pitaloka capek hidup dalam pelarian"
Dinda bersabar ya"
setelah semua ini selesai kita pasti akan hidup damai"
apa kakang nantinya akan menikahi Dinda??
Panji tersenyum mendengar pertanyaan Panji.
hanya orang bodoh yang menolak menikah dengan gadis secantik Dinda" kata Panji dan melabuhkan ciuman di kening Pitaloka.
tidurlah"
besok kita akan berjalan lagi"
baiklah kakang"
Pitaloka tidur berbantalkan paha Panji.
aku akan berusaha membahagiakan Dinda" gumam Panji
janji ya??
karena perkataan Pitaloka Panji kembali teringat akan Laras putri raja siluman harimau. Panji juga berjanji akan menikahi Laras.
belum menikah tapi aku telah membuat dua janji dengan dua gadis"
semoga nanti mereka memahami semua nya" kata Panji dalam hati dan mungkin karena kelelahan Panji juga tertidur.
suara ayam hutan membangunkan penjaga pelayan dan juga permaisuri serta pitaloka.
Pitaloka pelan pelan bangun agar tak mengganggu tidurnya Panji.
jangan terlalu berisik"
biarkan dia tidur" kata Pitaloka berbisik pada penjaga.
Pitaloka menatap Panji yang sedang tidur.
kakang pasti telah menderita selama ini"
aku akan memberikan kebahagian untuk kakang" gumam Pitaloka.
saat semuanya sarapan Panji tetap terlelap dalam tidurnya.
apa kita bangunkan tuan putri??
sudah biarkan saja"
biarkan Panji mendapat kedamaian dalam tidurnya" kata Pitaloka.
kalian bereskan saja dulu perlengkapan kita setelah itu baru kita bangunkan kalau Panji belum bangun" sambung permaisuri iyeng Anggi.
baik permaisuri" kata para penjaga agak keras dan itu sudah cukup untuk membangunkan Panji.
Panji menatap semuanya dan merasa malu.
maaf aku bangun nya lama"
__ADS_1