Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 138 membuka identitas


__ADS_3

Lembu Jaran marah sampai urat lehernya mengeras, emosi karena sedikit pun Panji tak memperdulikan peringatan nya. lembu Jaran terbang dan berdiri di depan Panji.


"kau...!!"


"pikirkan nyawa mu bocah" serak suara lembu Jaran kepada Panji


"aku atau nyawa mu??"


"dengan kemampuan itu kau tak akan mampu menghadapi aku" kata Panji jumawa.


"hahahahah, terlalu besar kepala"


tangan lembu Jaran bergerak cepat menyerang Panji, dengan mudah Panji menghindar.


"tunggu..!!"


"kita akan bertarung, sesuai keinginan mu, tapi calon istrimu kita jauh kan dulu"


"Apa kau mau calon istrimu tewas, kau gak akan jadi nikah lho" kata Panji melucu.


"kau kembali lah ke orang tua mu"


"tenaga mu tak di butuhkan di sini" Panji mengusir dengan suara pelan.


"kau..!!"


Putri Delima menghentakkan kaki nya karena kesal sedikit pun tak di pandang Panji.


"baik mari kita mulai" kata Panji dan bersiap bertarung.


Lembu Jaran menyerang dengan pukulan dan kibasan tangan nya, tapi dengan langkah langit Panji mampu menghindari semua serangan lembu Jaran.


"apa kau akan seperti orang bidoh, hanya melompat lompat seperti monyet??" kata lembu Jaran di sela sela serangan nya.


"kau lebih bodoh, menangkap monyet pun kau tak memiliki kemampuan" Panji membalas mengejek lembu Jaran.


Wajah lembu Jaran memerah menahan amarah karena ejekan Panji.


"hiaaattt...!!!"


lembu Jaran menambah tenaga dalam nya.


lembu Jaran kembali menyerang dengan jurus jurus tingkat tinggi, Panji yang awal nya menghindar mulai terdesak terpaksa meladeni permainan lembu Jaran.


"jari petir"


Panji mengalirkan tenaga dalam ke jari jari nya dan memapak setiap serangan lembu Jaran.


"tapak petir"


Merasa jari petir tak terlalu berpengaruh Panji menaikkan jurus ke jurus tapak petir.


"bammmm..!!!"


tanpa dapat di tahan tapak petir menghantam lembu Jaran, tokoh Kosen golongan hitam itu terlempar jauh.


"hahahahaha"


"kau pikir pukulan seperti itu akan melukai ku bocah" lembu Jaran berdiri dan sedikit pun tak terluka.


"ehhh, bagaimana mungkin??" Panji kaget saat serangan nya ya mempan terhadap lembu Jaran. dalam kekagetan nya lembu Jaran menyerang dengan membabi buta.


"bammm..!!" pukulan Panji kembali menghantam telak.


"percuma, sungguh percuma"


"semua usaha mu itu sia sia bocah"

__ADS_1


"ayo mari, tunjukkan semua kemampuan terbaik mu" lembu Jaran semakin jumawa.


"kulit nya memang sekeras lembu, sesuai dengan nama nya"


"tapi tak mungkin tanpa celah" Panji berpikir keras.


Lembu Jaran kembali menyerang, menyerang membabi buta karena dia tahu pukulan Panji tak berpengaruh kepada nya.


"bukkk..!!" tendangan lembu Jaran mengenai pundak Panji, pemuda sakti itu terlempar dan merasakan perih di bagian bahu nya itu.


"bocah bodoh, gunakan jurus tarian naga"


"jurus menahan awan menghantam langit"


"jurus itu akan menghantam bagian dalam lembu Jaran, tapi harus mengenai bagian dada nya" tubuh api memberi petunjuk dalam amarah nya.


Panji tersenyum saat mendapat petunjuk dari tubuh api.


"hahahah, kau tersenyum menyambut kematian mu bocah.


"tarian naga"


"menari di atas awan"


Panji mulai memainkan jurus tarian naga dan meliuk liuk bagai penari mencecar setiap inci tubuh lembu Jaran. lembu Jaran hanya menghindar seada nya saja, saat Panji merasa sudah tepat di depan dada lembu Jaran Panji mengubah jurus nya.


"jurus menahan awan menghantam langit"


"bammmm...!!!"


pukulan itu menghasilkan dentuman keras. tubuh lembu Jaran diam dan tak bergerak setelah menerima serangan Panji.


Panji berjalan menjauh dari lembu Jaran yang masih berdiri dengan mata melotot.


"huakkk...!!!!"


Panji turun dari panggung kompetisi dan berniat untuk meninggalkan halaman istana.


"tunggu di situ anak mu" Raja Baruna berteriak keras.


"inilah yang tak aku harapkan itu" gumam Panji dan berbalik menatap ke arah raja Baruna.


"kemari lah" raja Baruna memanggil Panji.


dengan terpaksa Panji mendekati raja Baruna


"siapa nama mu anak muda??" tanya raja Baruna dengan mata berbinar, dia merasa telah menemukan calon menantu yang cocok untuk putrinya.


"Panji yang mulia"


"kau telah memenangkan kompetisi dan itu artinya kau calon suami putri Delima"


"yeeeee...!!!" penduduk bersorak kegirangan.


"maaf saya menolak" kata Panji lantang.


"apa??"


"kau menolak putriku??" kata raja Baruna tak percaya.


"iya yang mulia, saya menolak"


"aku kemari bukan untuk berkompetisi, tapi ada urusan yang lebih penting dari pada mencari jodoh untuk ku" jawab Panji


"apa sedikit pun kau tak tertarik kepada putri ku??"


"dia gadis tercantik di pulau ini" kata raja Baruna tak percaya.

__ADS_1


putri Delima yang di tunjuk malah merah merona, walaupun kecewa akan penolakan Panji tapi perasaan gadis itu tetap berdebar debar.


"aku sudah memiliki dua tunangan, aku tak ingin menambah lagi" jawab Panji.


Jawaban Panji cukup mengejutkan raja Baruna.


"siapa kau anak muda??" tanya raja Baruna curiga.


Sadar kalau dia mulai dicurigai terpaksa Panji sedikit membuka jati diri nya.


"yang mulia, apa bisa kita bicara di dalam??" tanya Panji.


"baik, kita bicara dalam istana, kami akan menunggu di ruang utama" kata raja Baruna dan berlalu meninggalkan Panji.


Panji melompat ke arah Gumilang.


"dimana kuda ku??" tanya Panji.


Gumilang mundur ketakutan, setelah melihat kehebatan Panji Gumilang baru sadar kalau dia bukan tandingan Panji.


"kudamu ada di...!!!"


"huueeekkkk..!!!!"


belum selesai Gumilang bicara suara kuda terdengar dari luar.


Panji tersenyum karena mengenal suara kuda itu.


"kilattt..!!!"


Panji berteriak dan seekor kuda langsung melesat cepat menuju ke arah nya.


Panji mengelus lembut leher kuda nya.


"akhirnya kita bertemu lagi kilat, kau tunggu di sini"


"setelah itu kita akan ke gunung Merbabu"


Panji berjalan dengan santai menuju ruang utama, di sana telah menunggu raja Baruna dan pembesar kerajaan pelangi.


"aku hanya ingin bicara dengan keluarga kerajaan"


"apa bisa??"


suara Panji begitu bergema di ruang utama kerajaan.


"lancang kau anak muda" penasehat kerajaan sedikit marah.


"hey, kemana amarahmu saat lembu Jaran mencemooh raja mu??" Panji memandang sinis kepada penasehat kerajaan.


"cukup, karena kau sudah berjasa bagi kerajaan ini aku akan memberi mu waktu untuk bicara dengan ku"


"ikuti aku"


Raja Baruna dan permaisuri berjalan meninggalkan ruang utama dan pergi menuju ruang rahasia keluarga kerajaan. putri Delima juga penasaran akan identitas Panji ikut dari belakang.


"maafkan aku yang mulia, mengacau di kerajaan mu" kata Panji.


"tidak, kau tak mengacau"


"aku atas nama kerajaan berterima kasih yang sangat besar, karena kau telah membunuh salah satu musuh kerajaan"


"tapi aku ingin tahu, siapa kau sebenarnya anak muda" tanya raja Baruna.


Panji menatap raja Baruna, permaisuri dan putri Delima yang menunduk.


Panji mengeluarkan lencana kerajaan nya dan memperlihatkan kepada raja Baruna.

__ADS_1


"Raja bintang kejora???"


__ADS_2