
Panji menggerakkan kepala nya ke kiri dan kanan. tubuhnya memang tubuh Panji tapi itu sudah tak lagi jiwa Panji
Mahapatih Demar terbang mendekati Panji karena merasa Panji sudah memenangkan pertarungan.
"yang mulia...
"apa yang mulia mendapatkan luka yang parah??" tanya Mahapatih Demar.
"kau...."
Mahapatih Demar mundur dengan langkah yang surut, dia merasa ada yang lain dengan raja nya itu, dia juga merasakan aura yang panji keluarkan sangat berbeda, aura itu bukan lagi aura yang hangat, tapi aura kejahatan.
"siapa kau??" tunjuk Mahapatih Demar.
Dewa sesat menoleh dengan sorot mata yang tajam.
"hahahahahahah....."
"apa kau tak mengenal ku??"
"aku raja di raja dari seluruh raja"
"kau bukan raja ku" tunjuk Mahapatih Demar
"mati kau..."
Mahapatih Demar langsung memberikan pukulan keras ke tubuh Panji, tapi perbedaan kekuatan langsung terlihat.
Dengan sangat angkuh dan meremehkan pukulan Mahapatih Demar hanya di tahan dengan satu jari saja.
Tak hanya itu dewa sesat menjentikkan jari nya, dan itu sudah cukup melemparkan Mahapatih Demar.
Dewa sesat berjalan mendekati Mahapatih Demar.
"sebaiknya kau menurut, atau kau akan mati"
"tunjukkan kalau kau itu akan berguna untuk ku" sangat serak suara itu keluar dari mulut Panji
Mahapatih Demar diam dan berpikir cukup lama.
"aku akan menunggu mu, untuk saat ini aku akan memulihkan tenaga dalam ku"
Dewa sesat berkata begitu dan hilang dari pandangan Mahapatih Demar.
"aku harus mencari cari untuk mengembalikan yang mulia, dia bukan raja ku"
"untuk saat ini aku akan mengikuti permainan dewa sesat, tapi jika saat nya tiba maka aku akan membebaskan jiwa yang mulia"
Dewa sesat mencari tempat bukan untuk memulihkan kekuatan nya, tapi untuk melakukan sesuatu. sesuatu yang akan membuat Panji menjadi anak buah nya.
Dewa sesat menemukan sebuah tempat yang cukup nyaman di sisi jauh bukit seribu, dewa bersila dan mengosongkan pikiran nya.
Jiwa dewa sesat masuk ke pikiran Panji dan bertemu dengan jiwa Panji yang berjalan mencari cara untuk kembali memiliki tubuhnya.
"bagaimana rasanya tubuhmu di kendalikan oleh orang lain??"
"mengecewakan bukan??" tanya dewa sesat
"kau..."
Amarah Panji memuncak.
"tak perlu main urat anak muda, sebentar lagi aku akan meninggalkan tubuh mu" kata dewa sesat dengan kata kata yang masih lebih misteri.
"apa maksud mu???" tanya Panji tak mengerti.
"hahahahahah, menurut mu aku menginginkan tubuhmu??"
"tidak, aku tak akan bertahan lama di tubuh mu"
"tubuhmu memang kuat, tapi itu tak akan membuat ku ingin menguasai tubuh mu"
"aku sudah lelah" kata dewa sesat.
__ADS_1
Panji tak percaya dengan ucapan dewa sesat.
"aku akan mengungkapkan kebenaran kepadamu anak muda"
"kemarilah"
suara dewa sesat berubah menjadi lembut.
Panji heran dengan perubahan pada Panji.
"dan kalian keluar lah" teriak dewa sesat.
Lima cahaya dari lima warna melesat dan mengurung dewa sesat.
"aku tahu kalian di tubuh anak muda ini, dan itu kah tujuan ku memasuki tubuhnya"
"hanya dalam tubuhnya aku bisa berbicara rahasia ku selama ini"
"kemari lah bocah" panggil dewa sesat kepada Panji
Panji tak menjawab tapi melangkah ke arah dewa sesat yang sudah duduk.
"sudah lama aku tak merasakan kedamaian seperti ini"
"apa sebenarnya tujuan mu dewa sesat??" tanya Panji.
"tujuan ku??"
"seperti nya sudah tercapai"
"sudah tercapai??"
"aku tak mengerti???" tanya Panji
"hahahah, kau pikir selama ini aku dalam tubuh raja kematian hanya diam saja??"
"aku memang sengaja berdiam diri di tubuhnya"
"tapi bukan itu kemauan ku" kata dewa sesat mulai bercerita
"jadi apa kemauan mu??" tanya Panji semakin ingin tahu.
Lima tubuh elemen juga sudah mengurangi kewaspadaan mereka saat melihat dewa sesat tak mengeluarkan aura bertarung lagi.
"aku hanya ingin bebas, dan kau telah membebaskan aku"
"bebas??"
"aku membebaskan mu??"
"aku tak mengerti" kata Panji
"selama ribuan tahun aku menjadi budak iblis Gondomayit, apa menurut mu aku menginginkan nya??"
"sebenarnya tidak"
"aku terpaksa melakukan nya"
"terpaksa melakukan nya??"
"kenapa??"
"iblis Gondomayit telah menanamkan simbol iblis di tubuhku"
"dan itu memaksa aku untuk mengikuti nya"
"dan sekarang kau sudah membebaskan aku"
"semua nya tak aku pahami dewa sesat"
"simbol iblis, membebaskan mu??"
"jelaskan lebih rinci" pinta Panji
__ADS_1
"buka baju mu" kata dewa sesat.
Panji yang tak mengerti maksud dewa sesat mengikuti kemauan dewa sesat, saat itu lah Panji kaget saat melihat di tengah dada nya ada sebuah lingkaran dan di tengah lingkaran itu ada tato mata, mata iblis.
"apa maksud nya ini??"
"dan tato apa ini??" tanya Panji yang kaget karena keberadaan tato itu.
"seperti yang aku katakan, kau sudah membebaskan aku dari simbol iblis"
"dan yang ada di dada mu itu merupakan simbol iblis Gondomayit"
"mulai sekarang kau pengikut iblis Gondomayit" kata dewa sesat menerangkan makna dari tato di dada Panji.
"tidak, aku tak mau, dan aku bukan budak siapa pun" teriak Panji.
"mau atau tidak simbol itu sudah kau miliki"
"kau tak mati sebelum kau memberikan simbol itu pada orang lain, atau kau harus membunuh iblis Gondomayit"
"untuk cara yang kedua itu bisa di bilang hampir mustahil"
"bagaimana mungkin aku jadi pengikut iblis??"
"itu tak ada dalam pemikiran ku" teriak Panji histeris.
"tunggu, bagaimana cara membunuh iblis Gondomayit??" tanya Panji.
"aku tak tahu, hanya dewa perang dan raja dewa yang mengetahui nya" jawab dewa sesat.
Panji tertunduk lemas, dia merasa semua yang sudah dilakukan nya sia sia, sekarang dia menjadi pengikut iblis.
"Panji, jangan putus asa dulu"
"untuk sementara kami akan menyegel pengaruh simbol itu"
"tapi tak selama nya segel kami akan kuat"
"kau harus mencari tahu cara membebaskan mu" kata tubuh api
"iya, kau jangan putus asa, kami belum pernah melihat manusia se teguh diri mu" kata tubuh es menimpali kata kata tubuh api.
"mungkin kau berpikir akan memberikan simbol iblis kepada golongan hitam??"
"itu tak akan berpengaruh, karena golongan hitam sudah termasuk dalam pengikut iblis"
"jadi urungkan saja niat mu itu" kata dewa sesat membuat Panji semakin frustasi.
"jangan dengarkan dia, kemari lah"
"duduk di antara kami berlima" pinta tubuh petir.
Panji yang sudah putus asa menerima perkataan tubuh petir.
"segel kami tak akan selama nya kuat, jadi pikirkan cara bagaimana kau akan melepaskan simbol iblis dari tubuhmu" kata tubuh api.
Lima cahaya menyelubungi tubuh Panji dan perlahan lahan mengunci simbol iblis.
"baik, simbol itu sudah kami segel, dan kau akan kami bawa ke istana dewa"
Lima tubuh elemen menangkap dewa sesat dan membawa nya ke istana dewa.
Jauh di tengah samudra.
"pengikut terbaik ku tewas, tapi pengikut yang lebih hebat telah lahir"
"selamat datang di dunia iblis"
kata kata itu keluar dari sosok dengan wajah seram, bertaring panjang, dan di kepala ada tanduk dengan bulatan yang di tengah bulatan itu ada mata merah menyala.
**************
like n komen ya sahabat.
__ADS_1