Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 80 kudeta pangeran ke tiga


__ADS_3

Panji yang merasa memang mendapat firasat yang tak enak melesat menuju penginapan rasa langit tanpa berhenti. Sampai di kotaraja Panji melihat keramaian yang tak biasa.


mereka bukan pendatang"


tapi mereka sepertinya prajurit"


aku harus cepat dan membawa mereka pindah dari kota ini"


ini masalah yang cukup besar" gumam Panji dan langsung berlari cepat.


Dinda"


permaisuri"


cepat kemasi barang kalian"


kita akan berangkat hari ini"


bawa barang yang penting" kata Panji begitu sampai di rumah diyah Pitaloka


keduanya mengerutkan dahinya


ada apa kakang??


ko buru buru??? tanya Pitaloka


jangan banyak tanya lagi"


kakang merasa peristiwa besar akan terjadi di kota ini"


cepatlah berkemas"


baik kakang"


Panji juga berjalan menuju penginapan dan restoran.


bagi yang ingin ikut bersama permaisuri Iyeng Anggi dan putri diyah Pitaloka silahkan berkemas"


aku akan membawa mereka dari kota ini" kata Panji mengagetkan para penjaga dan pelayan restoran.


dan yang ingin tinggal tidak ada paksaan harus ikut" lanjut Panji


kenapa buru buru??


emang ada apa tuan?? tanya penjaga


aku merasa kota ini sudah tak aman"


jadi yang ikut silahkan bersiap" kata Panji dan kembali ke rumah Pitaloka


beberapa pelayan yang memang datang istana dan setia terhadap kerajaan berkemas sementara yang lain memilih bertahan di kota. begitu juga penjaga bekas prajurit kerajaan ikut pindah.


saat Panji masuk ke rumah permaisuri telah menunggu tapi diyah Pitaloka belum keluar dari kamarnya.


Pitaloka ko lama sekali bibi??


sebentar biar aku lihat" kata permaisuri iyeng Anggi dan masuk ke kamar Pitaloka.


apa lagi yang kau tunggu putri ku??


aku masih memilih baju yang bagus bunda"


aku tak mau kelihatan jelek saat bersama kakang Panji" kata Pitaloka


dengan baju sederhana kau akan tetap cantik Dinda" kata Panji tiba tiba masuk ke kamar Pitaloka.


kakang" wajah Pitaloka langsung bersemu merah.


baiklah"


ayo kita berangkat"


aku harap saat kita sampai yang mulia dan pangeran telah sampai di lembah kesunyian" kata Panji


saat mereka keluar dari rumah di luar telah menunggu lima datang dan empat penjaga.


apa hanya kalian yang ikut?? tanya Panji


iya tuan"


yang lain sudah merasa nyaman di sini"


kami tak mungkin memaksa" jawab seorang penjaga


baik ayo kita pergi"


sebelum malam kita harus keluar dari kota ini" kata Panji dan mulai melangkahkan kakinya.


 


__ADS_1


 


bulan begitu merah dan malam seperti menandakan suatu peristiwa besar akan terjadi.


bagaimana apa semua sudah pada posisinya?? tanya pangeran Satya pada panglima Hardi


sudah pangeran"


dan pengalihan juga sudah kami siapkan"


seperti yang telah kita rencanakan kita akan membalas sebagian rumah di kota dan itu akan sedikit mengalihkan perhatian istana"


"dan pada saat itu lah kami akan masuk ke ruangan raja dan menawan nya"


bagus"


apa Jalu juga sudah di posisinya???


sudah pangeran"


dan Jalu juga sudah meracuni minuman Mahapatih dan Patih"


dan saat penyerangan kita kekuatan Mereka akan lumpuh dan kita akan dengan mudah melumpuhkan mereka" kata panglima Hardi


bagaimana dengan komandan dan Senopati yang membelot??


dengan pundi emas mereka siap melakukan apa pun"


hahahahaha


kebakaran...


kebakaran.....


suara keras terdengar sampai ke istana


sepertinya sudah mulai pangeran"


iya"


dengan aba aba kembang api serangan kita mulai


saat penduduk yang di bantu prajurit memadamkan api di kota raja ratusan prajurit bertopeng melompati tembok istana dan membunuh para prajurit penjaga tanpa suara.


dalam waktu yang tak lama sebagian istana telah di kuasai kelompok pemberontak


akkkhhhhh


ada apa ini?? kata raja Mahakam dan mengambil pedang nya


kakang???


Dinda tunggu di sini"


kanda akan melihat keadaan"


saat raja Mahakam keluar dari kamarnya .


sleepppp


sebuah anak panah langsung datang menyerang nya.


tranggg


dengan mudah raja Mahakam memotong panah yang mengarah kepadanya.


keparat"


sepertinya pemberontak telah masuk ke istana"


Mahapatih dan Patih mendekati dan melindungi raja Mahakam dan saat itu lah Jalu datang


sementara panglima yang lain memilih menyerah karena begitu cepatnya serangan itu membuat mereka tak mampu melawan dan keluarga mereka di tawan oleh pemberontak.


hehehe


yang mulia sebaiknya menyerah" kata Jalu


Jalu"


keparat"


siapa dalang dari semua ini??? tanya raja Mahakam.


mati kau"


Mahapatih bergiwa bersiap menyerang tapi dia kaget saat tak mampu mengalirkan tenaga dalamnya.


kenapa Mahapatih??


apa kau memilih menyerah?? kata Jalu mengejek

__ADS_1


Mahapatih bergiwa memilih diam dan lemas


ada apa mahapatih?? tanya patih badawa


aku tak mampu mengalirkan tenaga dalam ku"


sepertinya penghianat ini telah meracuni ku"


apaaa?? Patih badawa terbelalak dan juga mencoba mengalirkan tenaga dalam nya.


kurang ajar kau Jalu" kata Patih badawa saat dia juga tak mampu mengalirkan tenaga dalam.


kalian berdua akan jadi batu sandungan untuk ku" kata Jalu dan langsung menghantam Patih dan mahapatih kerajaan kayu upam


akkhhhhh


keduanya terlempar cukup jauh dan mengalami luka parah yang sangat dalam.


prajurit"


masuk kan kedua orang ini ke dalam penjara"


baik" jawab prajurit dan membawa mahapatih dan Patih ke dalam penjara


sekarang tinggal raja yang hebat Sri Maharaja Mahakam" ejek Jalu


istana sudah kami kuasai"


menyerah atau kau mati" kata Jalu


akkkhhhhh


suara jeritan dari kamar raja mengejutkan raja Mahakam


Dinda" raja Mahakam berlari ke dalam kamar dan melihat istrinya telah tewas dengan leher berdarah.


Jalu datang dan langsung menghantam raja Mahakam. raja Mahakam menangkis tapi saat itu lah dia kaget saat merasakan Tenga dalam nya kalah jauh dari Jalu.


bukkkk


pukulan Jalu menghantam dada raja Mahakam dan raja itu langsung terjungkal


huuuaaaakkkkk


darah kental kehitaman keluar menandakan luka dalam yang sangat parah.


jangan bunuh dia"


aku ingin dia melihat kematian putranya" suara cukup keras dan sesosok manusia datang menghampiri raja Mahakam.


maafkan aku ayahanda"


tapi inilah cara terakhir agar aku jadi penerus mu" kata pangeran Satya saat telah dekat dengan raja Mahakam


bawa kemari putra mahkota dan pangeran kedua"


dari dalam kamar prajurit membawa di pemuda yang telah penuh dengan luka sayatan.


saksikan lah kematian putra putra mu ayahanda" kata pangeran Satya dan langsung memenggal kepala putra mahkota.


putra ku.......


dan kembali pangeran Satya mendekati pangeran ke tiga dan sama seperti putra mahkota pangeran kedua juga tewas dengan kepala terpotong.


hahahaha


sekarang tak ada lagi yang menghalangi aku menjadi raja di kerajaan ini.


prajurit"


masukkan dia ke dalam penjara"


biarkan dia mati dengan menyesali kegagalannya" kata pangeran Satya


dan saat nya kita masuki ruang utama"


aku akan duduk di singgasana"


hahahaha


pangeran Satya di dampingi Jalu menuju ruang utama dan pangeran Satya langsung duduk di singgasana kerajaan.


dan malam itu kerajaan kayu upam resmi milik pangeran ke tiga.


dan di kota raja kebakaran itu telah menghancurkan banyak bangunan termasuk penginapan rasa langit rata dengan tanah.


jadi raja memang menyenangkan " gumam pangeran Satya.


***********


like vote n komen

__ADS_1


__ADS_2