
Panji yang merasa memang mendapat firasat yang tak enak melesat menuju penginapan rasa langit tanpa berhenti. Sampai di kotaraja Panji melihat keramaian yang tak biasa.
mereka bukan pendatang"
tapi mereka sepertinya prajurit"
aku harus cepat dan membawa mereka pindah dari kota ini"
ini masalah yang cukup besar" gumam Panji dan langsung berlari cepat.
Dinda"
permaisuri"
cepat kemasi barang kalian"
kita akan berangkat hari ini"
bawa barang yang penting" kata Panji begitu sampai di rumah diyah Pitaloka
keduanya mengerutkan dahinya
ada apa kakang??
ko buru buru??? tanya Pitaloka
jangan banyak tanya lagi"
kakang merasa peristiwa besar akan terjadi di kota ini"
cepatlah berkemas"
baik kakang"
Panji juga berjalan menuju penginapan dan restoran.
bagi yang ingin ikut bersama permaisuri Iyeng Anggi dan putri diyah Pitaloka silahkan berkemas"
aku akan membawa mereka dari kota ini" kata Panji mengagetkan para penjaga dan pelayan restoran.
dan yang ingin tinggal tidak ada paksaan harus ikut" lanjut Panji
kenapa buru buru??
emang ada apa tuan?? tanya penjaga
aku merasa kota ini sudah tak aman"
jadi yang ikut silahkan bersiap" kata Panji dan kembali ke rumah Pitaloka
beberapa pelayan yang memang datang istana dan setia terhadap kerajaan berkemas sementara yang lain memilih bertahan di kota. begitu juga penjaga bekas prajurit kerajaan ikut pindah.
saat Panji masuk ke rumah permaisuri telah menunggu tapi diyah Pitaloka belum keluar dari kamarnya.
Pitaloka ko lama sekali bibi??
sebentar biar aku lihat" kata permaisuri iyeng Anggi dan masuk ke kamar Pitaloka.
apa lagi yang kau tunggu putri ku??
aku masih memilih baju yang bagus bunda"
aku tak mau kelihatan jelek saat bersama kakang Panji" kata Pitaloka
dengan baju sederhana kau akan tetap cantik Dinda" kata Panji tiba tiba masuk ke kamar Pitaloka.
kakang" wajah Pitaloka langsung bersemu merah.
baiklah"
ayo kita berangkat"
aku harap saat kita sampai yang mulia dan pangeran telah sampai di lembah kesunyian" kata Panji
saat mereka keluar dari rumah di luar telah menunggu lima datang dan empat penjaga.
apa hanya kalian yang ikut?? tanya Panji
iya tuan"
yang lain sudah merasa nyaman di sini"
kami tak mungkin memaksa" jawab seorang penjaga
baik ayo kita pergi"
sebelum malam kita harus keluar dari kota ini" kata Panji dan mulai melangkahkan kakinya.
__ADS_1
bulan begitu merah dan malam seperti menandakan suatu peristiwa besar akan terjadi.
bagaimana apa semua sudah pada posisinya?? tanya pangeran Satya pada panglima Hardi
sudah pangeran"
dan pengalihan juga sudah kami siapkan"
seperti yang telah kita rencanakan kita akan membalas sebagian rumah di kota dan itu akan sedikit mengalihkan perhatian istana"
"dan pada saat itu lah kami akan masuk ke ruangan raja dan menawan nya"
bagus"
apa Jalu juga sudah di posisinya???
sudah pangeran"
dan Jalu juga sudah meracuni minuman Mahapatih dan Patih"
dan saat penyerangan kita kekuatan Mereka akan lumpuh dan kita akan dengan mudah melumpuhkan mereka" kata panglima Hardi
bagaimana dengan komandan dan Senopati yang membelot??
dengan pundi emas mereka siap melakukan apa pun"
hahahahaha
kebakaran...
kebakaran.....
suara keras terdengar sampai ke istana
sepertinya sudah mulai pangeran"
iya"
dengan aba aba kembang api serangan kita mulai
saat penduduk yang di bantu prajurit memadamkan api di kota raja ratusan prajurit bertopeng melompati tembok istana dan membunuh para prajurit penjaga tanpa suara.
dalam waktu yang tak lama sebagian istana telah di kuasai kelompok pemberontak
akkkhhhhh
ada apa ini?? kata raja Mahakam dan mengambil pedang nya
kakang???
Dinda tunggu di sini"
kanda akan melihat keadaan"
saat raja Mahakam keluar dari kamarnya .
sleepppp
sebuah anak panah langsung datang menyerang nya.
tranggg
dengan mudah raja Mahakam memotong panah yang mengarah kepadanya.
keparat"
sepertinya pemberontak telah masuk ke istana"
Mahapatih dan Patih mendekati dan melindungi raja Mahakam dan saat itu lah Jalu datang
sementara panglima yang lain memilih menyerah karena begitu cepatnya serangan itu membuat mereka tak mampu melawan dan keluarga mereka di tawan oleh pemberontak.
hehehe
yang mulia sebaiknya menyerah" kata Jalu
Jalu"
keparat"
siapa dalang dari semua ini??? tanya raja Mahakam.
mati kau"
Mahapatih bergiwa bersiap menyerang tapi dia kaget saat tak mampu mengalirkan tenaga dalamnya.
kenapa Mahapatih??
apa kau memilih menyerah?? kata Jalu mengejek
__ADS_1
Mahapatih bergiwa memilih diam dan lemas
ada apa mahapatih?? tanya patih badawa
aku tak mampu mengalirkan tenaga dalam ku"
sepertinya penghianat ini telah meracuni ku"
apaaa?? Patih badawa terbelalak dan juga mencoba mengalirkan tenaga dalam nya.
kurang ajar kau Jalu" kata Patih badawa saat dia juga tak mampu mengalirkan tenaga dalam.
kalian berdua akan jadi batu sandungan untuk ku" kata Jalu dan langsung menghantam Patih dan mahapatih kerajaan kayu upam
akkhhhhh
keduanya terlempar cukup jauh dan mengalami luka parah yang sangat dalam.
prajurit"
masuk kan kedua orang ini ke dalam penjara"
baik" jawab prajurit dan membawa mahapatih dan Patih ke dalam penjara
sekarang tinggal raja yang hebat Sri Maharaja Mahakam" ejek Jalu
istana sudah kami kuasai"
menyerah atau kau mati" kata Jalu
akkkhhhhh
suara jeritan dari kamar raja mengejutkan raja Mahakam
Dinda" raja Mahakam berlari ke dalam kamar dan melihat istrinya telah tewas dengan leher berdarah.
Jalu datang dan langsung menghantam raja Mahakam. raja Mahakam menangkis tapi saat itu lah dia kaget saat merasakan Tenga dalam nya kalah jauh dari Jalu.
bukkkk
pukulan Jalu menghantam dada raja Mahakam dan raja itu langsung terjungkal
huuuaaaakkkkk
darah kental kehitaman keluar menandakan luka dalam yang sangat parah.
jangan bunuh dia"
aku ingin dia melihat kematian putranya" suara cukup keras dan sesosok manusia datang menghampiri raja Mahakam.
maafkan aku ayahanda"
tapi inilah cara terakhir agar aku jadi penerus mu" kata pangeran Satya saat telah dekat dengan raja Mahakam
bawa kemari putra mahkota dan pangeran kedua"
dari dalam kamar prajurit membawa di pemuda yang telah penuh dengan luka sayatan.
saksikan lah kematian putra putra mu ayahanda" kata pangeran Satya dan langsung memenggal kepala putra mahkota.
putra ku.......
dan kembali pangeran Satya mendekati pangeran ke tiga dan sama seperti putra mahkota pangeran kedua juga tewas dengan kepala terpotong.
hahahaha
sekarang tak ada lagi yang menghalangi aku menjadi raja di kerajaan ini.
prajurit"
masukkan dia ke dalam penjara"
biarkan dia mati dengan menyesali kegagalannya" kata pangeran Satya
dan saat nya kita masuki ruang utama"
aku akan duduk di singgasana"
hahahaha
pangeran Satya di dampingi Jalu menuju ruang utama dan pangeran Satya langsung duduk di singgasana kerajaan.
dan malam itu kerajaan kayu upam resmi milik pangeran ke tiga.
dan di kota raja kebakaran itu telah menghancurkan banyak bangunan termasuk penginapan rasa langit rata dengan tanah.
jadi raja memang menyenangkan " gumam pangeran Satya.
***********
like vote n komen
__ADS_1