Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 143 jurus jurus yang sama


__ADS_3

Panji sebenarnya sangat kaget saat dewa obat mengatakan itu.


"Membunuh atau di bunuh??"


Tapi Panji tak ada waktu untuk berpikir lebih lama, salah satu dari dua manusia bertopeng putih sudah melesat ke arah Panji.


Panji yang beberapa hari ini tak bisa mempergunakan ilmu Kanuragan nya ragu untuk melawan.


"baik aku akan mencoba, apa benar semua kemampuan ku telah kembali"


Panji memulai dari jurus tarian naga. Panji meliuk liuk menahan serangan manusia bertopeng itu.


Panji memang berhasil menahan semua serangan manusia bertopeng putih itu. tapi satu keanehan terjadi. jurus yang di pakai nya sama dengan jurus yang di pakai oleh manusia bertopeng itu.


"tak mungkin"


"jari petir"


Panji menyerang dengan jari petir, dua jari nya terbentuk bagaikan pedang, tapi jari petir jurus yang cukup berbahaya, tapi lagi lagi manusia bertopeng itu juga memaki jurus jari petir.


"tapak petir"


Panji mengubah jurus nya dengan tiba tiba dan menghantam ke dada manusia bertopeng.


"blarrr..!!!"


dentuman bagai suara petir terdengar saat tapak petir menghantam tapi Panji sangat kaget saat melihat hasil tapak petir nya. bukan nya mengenai manusia bertopeng, tapi tempat itu telah kosong tanpa orang.


"di belakang"


Panji merasakan pukulan bertenaga besar dari belakang, Panji mencoba menghindar, tapi sudah terlambat.


"blarrr..!!!"


tapak petir mengenai punggung Panji, anak muda itu terlempar dan sekujur tubuhnya seperti tersengat petir.


"akhhh..!!!" Panji meringis menahan sakit, dengan susah payah Panji berdiri. Panji menatap lawan yang ada di depan mata nya.


"rajawali menangkap mangsa"


Panji memainkan jurus jurus rajawali dari eyang Sasongko.


Panji maju dengan tangan terbentang bagaikan sayap, tapi saat Panji menyerang manusia bertopeng itu juga memainkan jurus yang sama, lagi lagi kekagetan Panji di manfaatkan manusia bertopeng.


"brettt..!!!"


tangan manusia bertopeng menghantam dada Panji. kembali Panji terlempar. Panji yang terlempar tak langsung berdiri. tapi masih terpikir bagaimana mungkin semua jurusnya mampu di kuasai oleh manusia bertopeng itu.


"pedang langit"


Panji langsung memegang pedang langit dan kembali menyerang dengan jurus pedang menuju langit.


Panji hanya ingin menguji, jika jurus pedang nya tetap juga di kuasai lawan nya, seperti akan percuma. lawan nya juga mengeluarkan pedang yang hampir sama dengan pedang yang di genggaman Panji.


"trangg..!!!!"


Benturan dua pedang terjadi, Panji menyabet ke kiri tapi pedang lawan nya menahan dengan jurus yang sama persis dengan jurus Panji.

__ADS_1


"jurus pedang seribu sayap"


Panji mengeluarkan jurus terbaiknya.


Empat senjata andalan Panji keluar dan menyerang manusia bertopeng. tapi saat akan menyerang Panji tiba tiba berhenti, karena Panji melihat lawan nya menggunakan jurus yang sama, bahkan lebih hebat dari pada Panji.


Lawan nya mampu menerbangkan sepuluh pedang dan siap menyerang Panji, semua langkah dan jurus Panji telah berhasil di dikte oleh lawan nya.


Sepuluh pedang yang terbang bergerak ke arah Panji, senjata lawan Panji mampu menahan semua senjata Panji. bahkan senjata lainnya menyerang Panji memaksa nya untuk melompat ke sana kemari menghindar demi menyelamatkan selembar nyawa nya.


Posisi Panji sudah terpojok, tiga pedang sudah siap mengoyak tubuh Panji, Panji hanya mampu mengangkat tangannya menutup wajahnya, Panji sudah pasrah.


"cukuupppp..!!!!"


Suara keras menghentikan gerakan pedang, Panji menurunkan tangan nya dan melihat manusia bertopeng pergi melesat bagaikan angin. dan dari kejauhan Panji melihat sesosok tubuh datang mendekat ke arah nya.


"untuk apa kau kemari dewa obat??" tanya sosok itu.


"heheheh, sranggi"


"aku hanya mengantar anak muda itu, dia ingin menemui diri mu" jawab dewa obat.


Orang yang di panggil sranggi itu mendatangi Panji.


"tak perlu kau bicara, aku sudah tahu tujuan mu kemari"


"kau terlalu berani anak muda" kata sosok itu.


"apa kamu Ki Sranggilangit??" tanya Panji memastikan.


Panji tak percaya karena orang yang di depan nya itu seorang pemuda yang masih sangat muda, bahkan mungkin lebih muda dari pada Panji.


"ajak dia ke pendopo ku dewa obat" kata Ki Sranggilangit.


"ayo..!!!"


Panji mengikuti kedua melesat, tapi semakin lama Panji semakin ketinggalan.


"apa apa an dengan ilmu meringankan tubuh orang ini??" gumam Panji dan memompa tenaga dalam nya, tapi sekuat apa pun Panji mencoba tetap saja dia ketinggalan.


"kau terlalu lambat anak muda"


"bagaimana kau akan melawan dewa sesat jika kemampuan mu baru seujung kuku" ejek Ki Sranggilangit.


"seujung kuku??" gumam Panji.


"iya seujung kuku, kau hanya mengandalkan senjata mu saja"


"bagaimana jika kau tanpa senjatamu??"


"aku yakin kau hanya manusia buta tanpa tongkat" lagi lagi Ki Sranggilangit mengejek


Panji diam dan merenung.


"ajarkan aku eyang" kata Panji berlutut.


"semua akan terlambat, asal kau tahu dewa sesat akan bergerak"

__ADS_1


"dan dia akan mencari mu, hanya diri mu" tunjuk Ki Sranggilangit.


Ki Sranggilangit memainkan jarinya dan semua senjata Panji keluar dan mengikuti Ki Sranggilangit.


"tak perlu heran, aku yang menciptakan semua senjata ini"


Ki Sranggilangit mengambil sebuah ranting pohon, Ki Sranggilangit mengalirkan tenaga ke dahan itu.


"blarrrr..!!!!"


hanya dengan dahan pohon Ki Sranggilangit mampu menghancurkan sebuah batu besar.


"kau pendekar dewa di benua mu"


"tapi di sini kau hanya pendekar kelas teri"


"dan kau pasti bertanya bagaimana mungkin semua jurus mu mampu di kuasai lawan mu tadi bukan??"


"asal kau tahu, semua jurus yang ada di benua mu berasal dari sini"


"negeri setengah khayangan" jelas Ki Sranggilangit


"negeri setengah khayangan??" gumam Panji.


"tak perlu aku jelaskan, kau tak akan paham"


"sebaiknya kau kendalikan kekuatan mu, seorang pendekar akan mampu mengeluarkan potensinya dengan atau tanpa senjata"


"sekarang kendalikan tenaga dalam mu lewat dahan dahan itu"


"kalau kau tak mampu maka pedang dewa pun tak mampu kau kendalikan"


"asal kau tahu, jika kau tak mampu mengendalikan pedang dewa aku tak akan memberikan nya kepada mu"


"aku tak mau dewa sesat menguasai pedang itu"


"ingat waktu mu sempit" lagi lagi Ki Sranggilangit berkata panjang lebar.


"karena kau yang membawa nya, kau harus membimbing nya dewa obat" kata Ki Sranggilangit memerintah.


"heheheh, aku memang sudah menjadikan dia murid ku"


"besok kami akan memulai pelatihan" kata dewa obat.


"bagus, kau harus melatihnya dengan keras, itu demi kelangsungan seluruh benua"


"kau tenang saja sranggi, aku akan membuatnya menjadi pendekar dewa yang sesungguhnya"


"beberapa hari ini kalian jangan ganggu aku, aku harus menempa semua senjata ini menjadi senjata dewa"


Ki Sranggilangit langit pergi memasuki pendopo nya.


"eyang, aku tak paham apa maksud nya menjadi pendekar dewa yang sesungguhnya??" tanya Panji


"besok kau akan mengetahui nya"


*********

__ADS_1


Like n komen ya sahabat


__ADS_2