
suasana di kota raja begitu cerah dan terjadi keramaian padahal baru saja terjadi pertempuran di dalam istana. ada apa dengan benua kuning??
ya, hari ini pengangkatan Panji menjadi raja baru, aneh bukan dari seorang pendekar menjadi raja.
Panji melangkah menuju podium kebesaran dengan pakaian yang begitu mewah, Panji sedikit kikuk tapi demi menjaga wibawa Panji berjalan dengan langkah yang tenang. auranya memang semakin kental dan terasa hangat semenjak memiliki elemen petir.
penasehat kerajaan maju dan mulai bersuara.
"saudara saudara, seperti yang kalian ketahui bersama keris liuk tujuh telah memilih raja baru untuk kita"
"mari kita sambut raja baru kita"
Panji maju melangkah ke depan, keris liuk tujuh lagi lagi masih mengekori Panji.
penasehat kerajaan maju dan membawa mahkota tanda raja.
"mulai hari ini kami rakyat benua kuning menasbihkan engkau menjadi penguasa di seluruh benua dan menjadi pemimpin tertinggi dari seluruh rakyat"
penasehat Angga memakaikan mahkota itu di kepala Panji.
"hari ini raja kita telah resmi di angkat"
"dan bergelar SRI MAHARAJA SATRIA PANJI NAGARA" suara penasehat Angga berteriak keras dan itu menimbulkan yel yel yang begitu bergemuruh dan langsung di sambut teriakan penuh semangat dari para rakyat.
"HIDUP RAJA SATRIA"
"HIDUP SAJA SATRIA"
setelah pengangkatan dengan tiba tiba keris liuk tujuh masuk melesat ke ubun ubun Panji. dan seketika terjadi ledakan energi di tubuh Panji, cahaya kekuningan sama samar keluar dari seluruh tubuh Panji. pancaran cahaya itu begitu menghangatkan dan menambah wibawa seorang raja.
"benar benar raja yang di pilih keris liuk tujuh" gumam penasehat Angga
"apa aku harus berbicara penasehat??" bisik Panji kepada penasehat Angga
"iya yang mulia, bicara lah sedikit saja"
"para rakyat ku sekalian, aku tak menjanjikan apa pun kepada kalian, tapi aku pasti dan akan menjaga kedaulatan negara kita"
"HIDUP KERAJAAN BINTANG KEJORA"
Panji memberi semangat dan mengangkat tangan ke atas.
"hidup kerajaan Bintang kejora"
"hidup raja Satria"
rakyat menyambut semangat dari Panji.
"silahkan menikmati sajian yang telah di siapkan istana"
"dan yang mulia akan membuka lebar kepada rakyat yang ingin mengadukan sesuatu permasalahan yang tak bisa di selesaikan oleh pejabat negara" kata penasehat Angga.
"mari yang mulia"
penasehat Angga membawa Panji ke ruangan utama.
"silahkan yang mulia"
lagi lagi penasehat Angga mempersilahkan Panji untuk duduk di singgasana. dengan berat Panji akhirnya duduk juga dengan kikuk di singgasana kerajaan.
"baik, aku belum mengetahui apa saja tentang negara ini"
"apa saja yang terjadi dalam negara ini, siapa saja silahkan bicara" kata Panji penuh wibawa.
"maaf yang mulia, hamba panglima kapur"
"hamba di perintahkan Mahapatih yang dahulu untuk mematai dan memantau kerajaan kayu upam"
"hamba ingin bertanya apa kita akan meneruskan pantauan kami??"
"tidak perlu, tarik semua pasukan dan mata mata"
"kita hidup bukan untuk berperang"
"tapi kalau ada yang menyerang kerajaan kita pasti tak akan tinggal diam"
"tarik dan kerjakan sekarang" perintah Panji
__ADS_1
"baik yang mulia, hamba permisi" panglima kapur tersenyum karena dengan begitu dia tak perlu lagi berperang. hampir semua panglima kerajaan terpaksa untuk berperang karena paksaan dari Mahapatih Sepanu.
"apakah ada lagi yang ingin memberi laporan??" tanya Panji
"mengenai kerajaan merak bagaimana yang mulia??" tanya seorang panglima
"kerajaan merak ya??"
"baik, kirim utusan untuk menjemput raja Bahar dan gubernur Seroja"
"nanti aku akan menulis surat pembebasan kerajaan itu"
"kita tak membutuhkan daerah jajahan, itu hanya akan menimbulkan perang yang baru"
"Mahapatih suruh salah satu panglima mu" kata Panji kepada Mahapatih Demar.
"baik yang mulia" jawab Mahapatih Demar tersenyum sedikit mengejek Panji.
"awas kau nanti Mahapatih" kata Panji dalam hatinya.
"dan untuk bendahara kerajaan"
"hamba yang mulia, nama hamba Surisa"
"apa yang harus hamba lakukan yang mulia??"
"data semua prajurit yang gugur dalam perang melawan kerajaan merak pertempuran semalam"
"siapkan dana untuk santunan kepada setiap keluarga yang menjadi korban perang"
"baik yang mulia"
"akan hamba laksanakan"
"penasehat, bantu bendahara"
"pasti tak mudah untuk mengerjakan nya dan minta bantuan sebanyak yang kalian butuhkan"
"baik yang mulia" jawab penasehat Angga.
"pertemuan sampai di sini"
"Mahapatih"
"wakil Mahapatih dan penasehat"
"aku menunggu kalian di kamar ku" kata Panji dan berjalan menuju kamarnya.
ketiganya saling pandang dan berdiri berjalan mengikuti Panji.
"bagaimana??"
"aku memiliki wibawa gak tadi??" tanya Panji bercanda kepada Ki Jabat
"yang mulia sang..."
"eeeee, kalau kita hanya dalam ruangan ku jangan panggil yang mulia, cukup Panji saja paman"
"aku belum terbiasa"
"dan seperti nya akan sulit"
"hehehehe"
penasehat Angga terkekeh mendengar perkataan Panji.
"kenapa paman tertawa??"
"paman pasti mengejek aku??"
"Panji ternyata sedikit pun kau tak berubah"
"pasti keris liuk tujuh memilihmu karena kerendahan hatimu"
"iya aku yakin itu" kata Mahapatih Demar.
"aku tak terbiasa dengan baju mewah ini" Panji membuka baju kerajaan nya"
__ADS_1
"seperti ini lebih nyaman"
"tapi bukan soal penampilan atau wibawa aku memanggil kalian kemari"
"jadi apa Panji??" tanya penasehat Angga
"aku akan meninggalkan kerajaan dalam waktu dekat"
"apaaa??"
"tapi yang mulia??"
penasehat Angga kaget
"ini harus di lakukan demi kedamaian seluruh benua"
"Mahapatih Demar mengetahui kenapa aku harus pergi"
"aku masih harus mengumpulkan mustika lima warna"
"iya aku mengerti Panji"
"sudah berapa mustika yang kau dapatkan??" tanya Demar
"baru tiga Mahapatih"
"sementara raja kegelapan akan mencapai puncak kekuatan nya"
"jadi aku harus bergerak cepat"
"aku memang tak mengetahui maksud dari kedamaian seluruh benua, tapi aku yakin itu pasti hal yang besar" kata penasehat Angga.
"iya paman"
"apa kalian pernah mendengar gunung es??"
"gunung es??"
"kau akan ke sana Panji??" tanya Mahapatih Demar
"iya, di sana lah mustika putih berada"
"apa paman mengetahui keberadaan nya??"
"gunung es berada di Utara benua putih"
"kau harus melewati lautan untuk menemukan gunung es karena gunung itu ada di pulau es"
"sejauh itu kah paman??"
"apa aku bisa membawa si kilat??" tanya Panji teringat akan kudanya.
"kau bisa membawa nya Panji dan tinggalkan di sekitaran hutan"
"si kilat hanya akan mengikuti dan mendengarkan mu"
"itu kuda jelmaan"
"tapi aku tak mengetahui jelmaan apa" jelas Ki Jabat
"baik, besok aku akan pergi menuju gunung es"
"kerajaan ini aku percayakan kepada kalian bertiga"
"aku hanya mempercayai kalian"
"apa kau benar benar percaya kepada ku Panji??" kata Mahapatih Demar
"apa aku terlihat bercanda Mahapatih??" Panji balik bertanya.
"eh penasehat apa kesaktian keris yang ada dalam tubuhku??"
Panji benar benar penasaran.
"saat nya akan yang mulia tahu"
*****************
__ADS_1
episode berikutnya masih dalam pengetikan