
"sialan" maki manusia serigala karena makanan nya yaitu Panji malah terjatuh ke jurang, jurang yang tak diketahui di mana dasarnya.
Bagaimanakah masih Panji??"
Tubuh Panji meluncur sangat deras bagaikan batu yang di jatuhkan, segala kemampuan nya tak berguna di tempat itu. Panji memilih pasrah dan menutup mata nya. tubuhnya meluncur dan menabrak dahan dahan pohon, luka fisik sudah memenuhi sekujur tubuh Panji.
"bukkk..!!!!"
Tubuh Panji menghantam tanah yang lembut, dan itu menyelematkan Panji dari kematian, tapi luka fisik nya cukup parah, darah merah sudah memenuhi baju biru Panji yang sudah tak tentu karena begitu banyak nya koyakan di baju itu.
Panji mencoba bangun dan merasakan seluruh tubuhnya merasakan perih yang tak tertahan.
"ihhhkkk...!!!"
"Tanpa tenaga dalam bagaimana aku akan mengobati semua luka ku ini??"
"untuk berjalan pun rasa nya sangat sulit" gumam Panji.
Panji memilih merebahkan tubuhnya di tanah lembek itu.
"apakah ini rawa??"
"bagaimana bisa tanah ini sangat lembek??"
Pikiran Panji tak sampai terlalu jauh berpikir, anak muda itu pingsan karena luka fisik yang terlalu banyak di sekujur tubuhnya.
Panji bangun karena rasa dingin menerpa tubuhnya.
"akhh, berapa lama aku tertidur di sini??"
Panji mencoba berdiri tapi tetap tak mampu, Panji menatap dan di kejauhan Panji melihat genangan air berwarna hijau.
"aku harus minum"
Panji merangkak mendekati genangan air itu.
Panji tanpa merasa was was meminum air berwarna hijau itu.
"segar nya..!!!!"
Tapi belum hilang rasa haus nya perut nya bergejolak.
__ADS_1
"huakkkk...!!!!"
Panji muntah dan mengeluarkan air berwarna hijau kehitaman.
"tak mungkin aku keracunan, tubuhku kebal terhadap racun"
"apa mungkin kekebalan ku terhadap racun juga tak berguna di tempat ini??"
Panji akhirnya menyadari jika semua kemampuan nya tak berguna di tempat itu, termasuk kekebalan nya terhadap racun. Panji hanya bisa meratapi kecerobohan nya.
"seperti nya aku harus melupakan semua kemampuan ku di tempat ini"
"aku harus memulai dari awal jika ingin bertahan di tempat ini" gumam Panji dan susah payah berdiri mencari tempat yang bisa di jadikan perlindungan sebelum malam datang.
Dengan susah payah Panji berjalan dengan tertatih tatih. di kejauhan Panji melihat setitik api.
"api??"
"aku akan ke sana"
Panji lagi lagi berjalan menuju titik api itu, tapi semakin Panji merasa sudah dekat dengan titik api itu, keanehan pun terjadi, titik api itu masih tetap jauh dari jangkauan Panji.
"aku tak ada waktu untuk mencapai titik api itu, kondisi ku sudah tak memungkinkan untuk mencapai api itu"
Panji melihat seranting buah yang berwarna kemerahan.
"keracunan, keracunan lah, aku sudah tak bisa menahan lapar ku"
Panji meraih buah berwarna merah itu. tapi lagi lagi buah itu juga menjauhi Panji, buah itu seperti memiliki pikiran dan tak mau menjadi santapan Panji.
"jangan lagi, aku sudah kelaparan" rintih Panji mulai putus asa.
Dengan sisa tenaga yang di milikinya Panji berdiri dan mencoba meraih buah itu.
"satu biji pun tak apa apa" kata Panji lirih.
Tetap saja buah itu memiliki pemikiran sendiri. buah itu tetap menjauh dari Panji. Panji yang sudah mulai kehabisan tenaga mulai merangkak, bukan nya untuk menyerah tapi mengejar buah berwarna merah itu.
"apa semua di sini yang ada hanya keanehan, buah di sini pun sangat aneh"
Panji merangkak dan merangkak mengejar buah itu, menahan rasa lapar memang hal yang paling menyiksa. tapi sampai mata Panji berkunang kunang satu biji dari buah itu tetap tak dapat Panji raih.
__ADS_1
Panji berhenti dan menatap buah merah itu.
"aku bukan menyerah, tapi kondisi ku menyuruh ku untuk menyerah" kata Panji dan mendekat kembali ke pohon, Panji menyandarkan tubuhnya di pohon.
"brukkk...!!!"
Buah merah itu jatuh tepat di dekat jangkauan tangan Panji.
"apa buah ini mempermainkan aku??" gumam Panji tapi dia tak berniat untuk mengambilnya lagi. Panji ragu, jika dia mencoba meraihnya buah itu akan kembali menjauh.
Panji menatap buah merah itu. pandangan nya pada buah itu sudah seperti pandangan yang sangat ingin memakan nya. rasa lapar memang telah menguasai Panji.
Panji mencoba meraih dan berhasil mengambil satu biji buah merah itu, setelah itu buah merah itu kembali menjauh.
"ternyata kau memenuhi permintaan ku ya??"
"aku meminta satu biji dan kau memberikan aku biji kecil ini" gumam Panji tersenyum kecut.
"dari pada tidak, tak apa apa lah"
Panji memandang buah merah itu, buah yang seperti cerry itu sangat menggugah selera Panji. dalam sekali kunyah buah itu sudah hilang dan masuk ke dalam perut Panji.
Panji tersenyum karena satu buah itu sedikit pun tak mengurangi rasa lapar nya.
"ada apa ini??"
tiba tiba Panji merasakan rasa hangat dalam perut nya. perlahan lahan rasa hangat itu berubah menjadi rasa panas yang terus menjalar ke sekujur tubuh nya.
"akkkkhhhhhhh...!!!!"
Panji menjerit kepanasan. rasa panas itu semakin menjalar dan menjalar. keringat mulai membasahi dan keluar dari tubuh Panji.
Panji sampai berguling guling menahan rasa panas yang menyiksa diri nya. Panji memasukkan jari nya ke mulut nya mencoba memuntahkan buah yang di makan nya, tapi semua sia sia. rasa panas itu sudah memenuhi seluruh tubuh Panji.
Tak ada lagi yang bisa di lakukan oleh Panji selain pasrah dan menerima.
"ada apa dengan semua ini????" Teriak Panji
*****
like n komen ya sahabat.
__ADS_1
terima kasih.