
Panji tahu itu suara dari dewa sesat yang mencoba untuk mengintimidasi diri nya. Panji tetap tenang dan memperkuat indera pendengaran.
Angin berhembus kencang dan semua debu dari pertemuan pukulan Panji dan dewa sesat menghilang.
Dua puluh meter di depan Panji berdiri satu sosok yang dulu Panji kenal, tapi jiwa dari sosok itu sekarang telah berganti, hanya tubuhnya yang Panji kenal, tapi jiwa sekarang telah menjadi jiwa dewa sesat.
Dewa sesat berjalan santai dan sangat percaya diri ke arah Panji, dari caranya dewa sesat sangat meremehkan kemampuan Panji, sungguh dia tak tahu jika Panji sudah berubah semakin kuat.
Dewa sesat berhenti hanya satu setengah meter di depan Panji.
"kau masih ingin bertarung anak muda??"
"atau kau akan menyerahkan nyawa mu secara baik baik kepada ku??"
"aku jamin, kematian mu tak akan menyakitkan" kata dewa sesat.
"bagaimana jika kau saja yang menyerahkan nyawa mu??"
"tapi aku tak menjamin akan memberikan mu kematian yang mudah" balas Panji dengan jawaban yang cukup dingin.
"hahahaha, sungguh berani, sangat berani"
"aku menyukaimu" begitu nyaring suara dewa sesat, apalagi di lembari dengan tenaga dalam, dia ingin mencoba Panji dengan tenaga dalam nya, tapi sedikit pun tak berpengaruh kepada Panji.
Panji berjalan ke depan dan menantang dewa sesat. kedua nya bertatapan mata saling mengukur kemampuan dari lawan nya.
pandangan kedua bukanlah tatapan biasa, itu tatapan yang mempergunakan tenaga dalam, kedua nya saling menguji tenaga dalam dari lawan nya.
Angin di sekitar mereka mulai berhembus kencang, debu debu beterbangan, tanah juga mulai retak di antara kaki kedua nya.
Pandangan mata mereka berdua terus saja berlangsung bahkan tanpa sadar keduanya pelan pelan naik ke udara dan melayang dengan posisi berdiri.
Panji dan dewa sesat bertempur di alam pikiran, bertempur menggunakan kekuatan bathin, saling mengadu kekuatan batin siapa yang lebih kuat sebelum mereka melakukan pertarungan yang sesungguh nya.
Aura kehitaman keluar dari tubuh dewa sesat dan pelan pelan mulai menyelubungi seluruh tubuhnya, tapi aura hitam itu tak berpengaruh kepada Panji, karena Panji juga melembari tubuhnya dengan aura yang berwarna keemasan yang di barengi dengan aura emas.
Dewa sesat mendorong telapak tangannya ingin memberikan pukulan ke dada Panji, tapi Panji dengan cepat juga memajukan tangannya, sehingga tangan mereka berdua bertemu di udara.
"blarrr...!!!!!"
Kedua nya saling menahan tenaga dalam di telapak tangan, sehingga terjadi dan berlangsung benturan tenaga dalam, kedua nya sama sama menahan telapak tangan nya.
"bammm
"bammmm
terjadi ledakan demi ledakan energi di sekita bukit seribu karena adu tenaga dalam antara Panji dan dewa sesat.
Panji menarik tangan nya dan kembali mendorong, hal yang sama juga dewa sesat perbuat.
"blarrr...!!!!"
Benturan tenaga dalam itu sangat kuat, benturan itu menghempaskan Panji dan dewa sesat sama sama terdorong ke belakang.
Panji bersalto berputar putar di udara sebelum akhirnya menjejakkan kaki nya di tanah, sungguh mantap langkah nya, itu menandakan ilmu meringankan tubuh yang sudah mendekati tahap sempurna.
__ADS_1
"hahahah, menarik, aku sungguh tak menyangka dalam beberapa purnama kau sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat"
"tapi itu belum cukup anak muda, kau akan tetap akan mati di tangan ku"
"bagiku kau hanya permainan awal saja"
"bersiap lah"
"pertarungan yang sesungguhnya akan segera aku mulai"
Dewa sesat setelah mengatakan itu melesat bagaikan kilat menyerang Panji, Panji memperkuat mata nya dengan jurus mata langit, sehingga gerakan cepat dari dewa sesat bagi nya hanyalah gerakan biasa saja.
Keduanya saling pukul dan menendang, dewa sesat menyerang Panji akan mencoba bertahan dan menghindar, dan saat Panji mendapat momentum menyerang dewa sesat mundur menghindar.
Wajah dewa sesat berubah saat mengetahui Panji mampu mengimbangi kecepatan dan juga tenaga dalam nya.
Dewa sesat membulat kan tangan nya.
"tinju kematian..!!!"
Dewa sesat menyerang dengan tinjuan yang keras.
Tapak Petir"
Tinju kematian milik dewa sesat menghantam telapak tangan Panji, tapi itu sudah Panji prediksi. tinjuan dewa sesat menghantam keras dan di luar dugaan dewa sesat tapak petir nya Panji bertahan dari salah satu pukulan terkuat dewa sesat.
"jledaarrrr...!!!!"
Petir menyambar saat tinjuan dewa sesat menghantam telapak Panji yang berisi elemen petir.
Dewa sesat meludah saat serangan nya bagai angin lalu bagi Panji.
"jari petir..!!!"
Panji melesat dengan cepat dan ganti an menyerang dewa sesat.
jari Panji bagaikan pedang yang memiliki mata, dewa sesat sampai kelimpungan menghindari serangan serangan Panji.
"tukk, tukk, tukk"
Tiga totokan dari jari petir Panji menghantam dada dewa sesat.
Dewa sesat terlempar dan tubuhnya seperti tersengat listrik ribuan volt.
"hahahah, kau pikir serangan kecil itu akan mempan terhadap ku??"
"itu hanya lah serangan yang percuma"
"tubuhku kebal" teriak dewa sesat yang emosi karena Panji berhasil memukul nya mundur.
Panji hanya tersenyum sinis.
"aku tahu, aku hanya ingin memastikan jika kau itu tak sehebat yang aku duga"
"buktinya aku masih mampu memukul mu dan memberikan mu sedikit luka"
__ADS_1
"dan kau tak usah berbohong, kau terluka walaupun itu hanya luka ringan"
"sialan kau bedebah..!!!"
Dewa sesat mulai serius dan mengeluarkan jurus terbaik nya.
"hiattt..."
Saat menyerang tubuh dewa sesat berubah menjadi tiga bagian.
"jurus ilusi??" gumam Panji yang yakin itu jurus ilusi.
Tiga tubuh dewa sesat menyerang dengan jurus tingkat tinggi.
"tinju bukit kematian"
tiga tubuh dewa sesat menyerang dengan sangat cepat, langkah langit Panji tak mampu menghindari semua serangan dewa sesat.
Dada punggung dan beberapa bagian tubuh Panji sudah terkena pukulan. dan kali ini Panji mendapatkan pukulan telak.
"bammmm...!!!!"
Dada Panji terhantam telak, Panji terlempar sangat cepat, lebih dari sepuluh meter, tubuh nya berhenti setelah menghantam dinding dari bukit seribu. Panji terbaring jatuh di tanah berbatu.
"hahahah, kau hanya bagi ku hanya lah mainan" dewa sesat tertawa karena merasa telah berhasil mengalahkan Panji. tapi tawa nya hanya sesaat.
"kau...., bagaimana bisa???" Dewa sesat kaget bukan main saat melihat Panji sudah berdiri dan tak kekurangan apa pun.
"apa kau pikir hanya kau yang memiliki pertahanan yang kuat??" kata Panji
"mati lah...!!!!"
Dewa sesat kembali menyerang dengan tiga tubuh nya, Panji tak mau lagi menganggap itu jurus ilusi.
Panji menari menghindar dengan jurus langkah langit, dan sesekali menyerang dengan jurus seribu langkah menuju langit.
Tapi itu tetap tak mampu membuat Panji terhindar dari pukulan dewa sesat.
"Pukulan kematian"
Saat Panji menahan serangan dari depan, tubuh dewa sesat yang di belakang Panji sudah menghantam punggung Panji.
Panji kembali terlempar dan kembali menghantam dinding bukit seribu.
Tubuh Panji diam dan tak bergerak.
"hanya segitu saja perlawanan mu bocah??"
"hahahaha...!!!"
"seluruh benua sekarang jadi milik ku"
*********
like n komen ya sahabat.
__ADS_1