
Panji yang mencari kuda nya malah memasuki sebuah hutan yang terawat. hutan itu hutan kerajaan, dan orang luar di larang memasuki hutan tersebut. tapi karena Panji baru pertama kali ke pulau pelangi Panji tak mengetahui aturan tersebut, dengan santai nya Panji berjalan menyusuri hutan kerajaan.
"sungai??" Panji begitu bahagia saat melihat sungai mengalir dengan air yang begitu jernih.
Panji melompat dan duduk bersantai di sebongkah batu besar di pinggir sungai.
"segarnya..!!!" Panji begitu bahagia saat air sungai melewati tenggorokan nya dan menghilangkan rasa dahaga akan air.
Tiba tiba sebuah kepala muncul dari dalam sungai, bukan hanya kepala, tapi bahu dan sebagian gundukan mengkal juga terlihat jelas di mata Panji. Panji dan kepala yang seperti seorang gadis bertatapan dan selanjutnya.
"awwwwww...!!!!!" gadis itu menjerit saat melihat seseorang ada di depan nya, dan itu seorang pemuda.
"pengintippp..!!!" kembali gadis itu berteriak.
"aku bukan pengintip..!!"
"diam lah..!!" Panji jadi gugup.
"tolonggg...!!!" gadis itu kembali menjerit dan membenamkan kepala ke dalam sungai
Telinga Panji mendengar belasan langkah berlari menuju tempat itu.
"sebaiknya aku melarikan diri dari tempat ini"
Huppp"
Panji mengerahkan ilmu meringankan tubuh nya dan terbang meninggalkan sungai itu sebelum belasan pasang kaki yang berlari itu sampai.
Dua orang dayang dan belasan prajurit berlari tergesa gesa.
"tuan putri...!!"
"tuan putri dimana??" jerit para dayang.
Gadis yang panggil tuan putri itu muncul kembali, bukan karena mendengar suara para dayang, tapi karena paru paru nya butuh pasokan udara.
"tuan putri, ada apa??"
"kenapa tuan putri menjerit??" tanya seorang dayang
Gadis itu menoleh ke arah batu tempat Panji duduk dan melihat sudah tak ada orang.
"aku merasa ada tadi orang di sini" jawab gadis itu.
"orang??"
"kami tak melihat siapa pun tuan putri" kata salah satu prajurit.
"mungkin hanya halusinasi ku saja"
"kalian para prajurit pergi lah, aku harus berpakaian"
"baik tuan putri"
belasan prajurit itu pergi meninggalkan tepi sungai. gadis itu memakai pakaian nya dan dengan busana itu gadis itu benar benar tuan putri yang begitu cantik dan pasti nya memikat para lelaki.
__ADS_1
"siapa ya lelaki itu??"
"wajah nya begitu gagah" tuan putri itu melamunkan wajah Panji, bahkan wajah putri itu bersemu merah saat mengingat dia bertatapan mata dengan Panji.
"pemuda yang gagah" gumam putri itu tanpa sadar.
"siapa tuan putri??" tanya para dayang karena mendengar perkataan putri itu.
"eh, bukan siapa siapa"
"mari kita kembali ke istana" kata putri itu malu.
Para dayang tak membantah.
"prajurit, kita kembali" teriak para dayang. belasan prajurit datang dan mengawal putri itu menuju istana Pelangi.
Setelah rombongan tuan putri itu menghilang dari balik sebuah pohon di ketinggian sesosok tubuh berbaju biru turun, dan dia lah Panji yang bersembunyi dari pada mendapat masalah.
"siapa ya mereka??"
"aku mendengar kalau gadis itu di panggil tuan putri"
"cantik sih, tapi lebih cantik Dinda Diyah atau pun Dinda maung Laras" gumam Panji.
Panji kembali teringat dua gadis yang akan mengisi hati nya.
"sebaiknya aku menuju kota, dan arah nya pasti ke arah yang di tuju rombongan tadi"
Panji memilih terbang untuk mempersingkat waktu menuju kota pelangi.
Panji memasuki penginapan dan menyewa sebuah kamar. kamar yang sederhana. Panji tak ingin terlihat mencolok. Panji turun dan makan.
"anak muda, apa kau akan mengikuti kompetisi??" tanya pelayan
"kompetisi, tidak paman"
"aku kemari ingin ke gunung Merbabu" jawab Panji jujur.
"gunung Merbabu??"
"apa tujuan mu ke sana??" tanya pelayan penuh selidik.
Panji menatap pelayan itu dan ragu untuk menjawab.
"aku bisa menunjukkan arah ke gunung Merbabu, tapi bukan tanpa bayaran" kata pelayan itu lagi.
"apa ini cukup??" Panji memberikan sekeping koin emas.
"cukup tuan, bahkan untuk bayar makanan tuan pun sudah lebih"
"baik, dimana letak gunung itu??" tanya Panji
"tuan harus berjalan menuju Utara, saat melewati hutan Pinus tuan akan sampai di kaki gunung Merbabu" jelas pelayan itu secara detail.
"tapi apa tujuan tuan ke gunung Merbabu??" kembali pelayan itu bertanya ingin tahu.
__ADS_1
"urusan pribadi, tak usah bertanya lagi" kata Panji dan itu mengakhiri pembicaraan mereka.
"sebelum menuju gunung Merbabu aku harus mencari si kilat"
"dengan nya aku merasa memiliki teman" gumam Panji dan menghabiskan makan nya.
selesai makan Panji kembali ke kamar dan memilih istirahat untuk memulihkan kondisi dan tenaga nya.
Saat pagi mulai muncul Panji bangun dan keluar dari penginapan. keramaian mulai terasa, karena hari ini kompetisi untuk mendapatkan hati tuan putri Delima akan di mulai.
"sebaiknya aku jadi penonton saja, sedikit menghibur diri tak apa lah" gumam Panji dan untuk sejenak melupakan tentang dewa sesat.
"lagian dewa bumi pun belum menemui ku, itu artinya dewa bumi belum mendapatkan tombak gading putih"
"jadi sebaiknya aku menunggu di sini sambil menikmati tontonan sekalian mencari kuda ku"
Panji mengikuti antrian untuk masuk. semua nya berbaris dan Panji ikut dalam barisan itu. saat Panji masuk ke dalam halaman istana Panji melihat kemegahan istana pelangi melebihi kemegahan istana milik nya.
"istana yang sangat indah, sungguh nilai seni yang tinggi" kata Panji kagum.
"diam semua, yang mulia akan berbicara" teriak prajurit penjaga.
Mendengar peringatan dari prajurit rakyat kerajaan pelangi diam dan menunggu perkataan raja mereka. Panji memilih untuk bersandar di sebatang pohon dan tak memperdulikan perkataan raja Baruna.
"rakyat ku, seperti yang kalian ketahui, hari ini aku akan memilih seseorang yang akan menjadi pendamping putri ku, dan akan menjadi raja berikut nya di kerajaan pelangi"
"untuk mengikuti nya bebas siapa saja, tapi harus dari golongan putih dan harus berusia muda"
"karena tak mungkin putri ku yang cantik menikah dengan lelaki yang sudah berumur bukan??" seloroh raja Baruna.
"baik, dengan ini kompetisi di mulai" teriak raja Baruna.
Penasehat kerajaan maju dan juga mulai berbicara.
"aturan dari kompetisi ini mudah, bertahan selama mungkin"
"bertahan untuk menjadi yang terakhir"
"dan mari kita lihat ke sana, itu lah panggung pertarungan"
"tidak boleh membunuh, mencederai parah"
"dan tidak boleh berbuat curang"
"kemenangan pertama akan membuat mu maju ke babak berikutnya"
"karena peserta belum di ketahui berapa banyak, jadi batas waktu nya hanya sampai saat matahari terbenam"
"apa kalian siap??" kata penasehat kerajaan dengan suara lantang.
"dengan ini kompetisi di mulai"
"gongggg..!!!" bunyi gong di bunyikan sebagai pertanda kompetisi di mulai.
"siapa yang akan duluan memasuki panggung???"
__ADS_1