Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 156 keonaran di istana


__ADS_3

Jauh dari benua kuning, di Huta keramat, dewa sesat memulihkan tenaga dalam nya setelah bertarung dengan setang pariga dan sepuh Kesuma, bukan pertarungan tapi sebuah pembantaian.


Saat ini dewa sesat sedang berkonsentrasi dalam semedinya.


"aku belum sepenuhnya memiliki seluruh tenaga dalam ku"


"aku harus cepat mengembalikan nya"


"jika tidak keberadaan ku di benua ini hanya akan percuma" gumam dewa sesat.


Kembali dewa sesat berkonsentrasi dalam semedi untuk mengembalikan seutuh nya tenaga dalam nya dahulu, separuh tenaga dalam yang masih di miliki nya sewaktu masih menjadi dewa.


"seandainya iblis Gondomayit benar benar membantu ku, aku tak akan mengalami nasib seperti ini"


"setelah membunuh dan mengambil tenaga pemuda itu, aku akan berurusan dengan iblis keparat itu"


"dia yang telah menghasut ku, dan sekarang malah tak mau membantu ku"


Pikiran dan ingatan dewa sesat terbayang ribuan tahun yang lalu, pertemuan nya dengan iblis Gondomayit, awal mula petaka bagi diri nya.


Di tambah dengan saat jiwa nya di kunci oleh raja kematian di tubuh nya, itu bukan membuat dewa sesat menyadari kesalahan nya, tapi malah menambah dendam kepada raja dewa.


"keparat kau raja dewa..!!!"


"lihat lah aku, setelah aku membunuh utusan mu, aku akan menemui musuh mu si Gondomayit"


"kami akan bersama sama memusnahkan mu" Dewa sesat dalam amarah nya berteriak keras menantang raja dewa.


"duarrrrr..!!!!"


Suara petir mengagetkan dewa sesat.


"keparat..!!!!!"


Dewa sesat awalnya menyangka petir itu peringatan dari raja dewa, tapi tiba tiba dia merasakan pancaran energi yang begitu sangat besar. merasakan pancaran energi itu, dewa sesat tersenyum.


"heheheh, kau menantang ku bocah"


"aku merasakan energi mu, dan aku tahu itu tantangan bagi ku"


"tapi sebelum nya aku masih ingin bersenang senang"


"tunggu saja kedatangan ku" gumam dewa sesat saat merasakan pancaran energi dari tenaga dalam yang di keluarkan oleh Panji.


Dewa sesat menghentikan semedi nya, dia berniat menuju benua merah, membuat kekacauan adalah hal yang paling di senangi oleh dewa sesat.


Di benua merah, kerajaan merak.


Mahapatih Seroja bergetar saat merasakan juga pancaran energi yang sangat luar biasa.


"apakah ini tenaga dalam milik manusia??"


"aku belum pernah merasakan pancaran yang sebesar ini"


"atau mungkin kah itu pancaran dari dewa sesat??" gumam Mahapatih Seroja


Patih Makdum melihat mahapatih Seroja yang merenung sendiri.


"ada apa Mahapatih??"


"Mahapatih seperti nya sedang termenung sendiri" sapa Patih Makdum pada Mahapatih Seroja.


"apa kau merasakan nya Patih??"


"aku memang merasakan nya Mahapatih, tapi apa mungkin itu energi Manusia??"


"aku tak tahu, yang pasti nya alam begitu bergejolak karena tenaga dalam itu begitu besar"

__ADS_1


"dada ku sampai bergetar karena tenaga dalam itu"


"aku juga Mahapatih, tapi mungkin hanya orang yang memiliki tenaga dalam tinggi yang merasakan nya"


"aku harap itu bukan pertanda buruk" kata Patih Makdum


"aku juga berharap begitu"


"seandain..


hahahahaha....!!!!!"


Suara tawa yang menggelegar memotong dan menghentikan ucapan Mahapatih Seroja.


Seorang lelaki yang di kenal oleh Mahapatih Seroja berjalan sangat pelan, tapi sangat cepat berada di depan mereka.


"raja kematian???" Mahapatih Seroja mundur surut ke bekakang karena kehadiran dewa sesat yang di sangka oleh Mahapatih Seroja adalah raja kematian.


"heyy, kau mengenal tubuh ini??"


"kau salah mengenal tubuh" suara serak itu kembali di perdengarkan oleh dewa sesat.


"kau siapa??" Patih Makdum memberanikan diri untuk bicara.


Dada nya sangat bergetar karena ucapan lelaki yang baru datang, dewa sesat memang bicara dengan mengerahkan tenaga dalam lewat suara nya.


"tak perlu di tanya patih, aku mengenal nya"


"dia awal dari akar permasalah di seluruh benua ini"


"kau sebaiknya mempersiapkan diri mu" kata Mahapatih Seroja yang yakin pertarungan tak dapat di hindari.


Mahapatih Seroja maupun Patih Makdum mengeluarkan tenaga dalam terkuat nya dan melembari tubuh mereka dengan tenaga dalam pelindung. mereka berdua sudah siap untuk bertarung menghadapi dewa sesat.


"hahahaha, kalian memiliki tenaga dalam yang cukup banyak, tapi bagi ku itu hanya lah tenaga dalam yang sedikit"


"jadi siap siap lah menuju neraka" kata dewa sesat.


"begitu kah??"


"apa kau pikir kami akan diam saja tanpa perlawanan"


"kau yang akan mati"


"uhhhh, aku takut"


"hahahahah"


Dewa sesat mengeluarkan tenaga dalam nya yang sangat besar, dan semakin besar, wajah Patih dan Mahapatih kerajaan merak langsung pucat karena tenaga dalam itu.


"kau bukan manusia" tunjuk Patih Makdum


"aku memang bukan manusia"


"aku tadi sudah bilang , aku malaikat maut"


"jadi bersiap lah untuk mati"


Patih Makdum, setelah merasakan pancaran energi dewa sesat tak mau main main langsung menarik senjata keris yang tersimpan di pinggang nya.


"mati lah..!!!"


Patih Makdum maju melesat dengan kecepatan yang sulit di ikuti mata biasa.


Dewa sesat membiarkan nya, karena dia tahu hanya pedang dewa yang bisa melukai tubuh nya.


"tranggg..!!!"

__ADS_1


Keris Patih Makdum seperti membentur dinding besi saat keris nya menyentuh kulit dewa sesat. Patih Makdum kaget dan tak percaya. keterkejutan nya di manfaatkan oleh dewa sesat.


Dewa sesat menangkap tangan Patih Makdum, tenaga dalam tinggi langsung menghantam tangan Patih Makdum.


"akkhhhhh...!!!!"


Patih Makdum menjerit keras.


"bukkkk..!!!"


Tendangan keras dari dewa sesat melempar tubuh Patih Makdum begitu jauh.


"kau keparat..!!!"


Patih Makdum ingin menyalurkan tenaga dalam nya ke kedua tangan nya, tapi saat itu lah dia tak merasakan lagi tangan kiri nya.


"kau mencari ini??"


Dewa sesat melemparkan tangan kiri Patih Makdum dan menyerang balik.


"Patih awas..!!!" Teriak Mahapatih Seroja dan melesat mencoba menghadang dewa sesat. tapi Mahapatih itu terlambat, saat dia masih di udara, dewa sesat telah menyentuh batok Patih Makdum.


Patih Makdum tak sempat bereaksi karena kecepatan dewa sesat di luar dugaan nya. saat dia melihat ke atas tangan dewa sesat yang sudah di aliri tenaga dalam tinggi sudah menghantam kepala nya.


"bammmm...!!!!"


Saat tangan dewa sesat menyentuh tubuh Patih Makdum dentuman begitu keras terjadi, dan daging daging beterbangan ke seluruh penjuru arah. Patih Makdum tewas dengan tubuh hancur berantakan.


Saat itu lah Mahapatih Seroja Sampai di tempat dewa sesat, tubuhnya Mahapatih itu penuh dengan daging Patih Makdum.


"sekarang giliran mu"


Mahapatih Seroja mundur ke belakang. kaget dan tak menyangka Patih Makdum tewas semudah itu.


Mahapatih mengerahkan seluruh tenaga dalam nya dan menyalurkan ke kepalan tangan nya.


"mati kau keparat"


dalam emosi nya Mahapatih Seroja menyerang dan memberikan pukulan terkuat nya ke tubuh dewa sesat.


"bammmm...!!!!"


Pukulan nya memang mengenai tubuh dewa sesat.


"akhhh..!!!"


Dewa sesat tak menyangka jika tenaga dalam Mahapatih itu cukup besar merintih menahan sakit.


"kurang ajar" maki dewa sesat dan bersalto ke udara, di udara dewa sesat berputar putar dan turun dengan kaki di atas.


Gerakan nya begitu cepat, dan tahu tahu tangan ya telah di kepala Mahapatih Seroja. saat Mahapatih Seroja menyadari nya semua nya sudah terlambat, mata Mahapatih Seroja melotot menahan sakit. Mahapatih itu juga tewas, tewas dengan leher patah. kepala nya berubah arah ke belakang.


"hahahah, cukup menyenangkan"


"tapi keparat ini memberi ku luka ringan" kata dewa sesat dan menendang jauh tubuh Mahapatih Seroja.


"aku akan mengobati luka ringan ku ini"


"setelah itu hidangan utama akan aku ambil"


Dewa sesat menatap semua prajurit yang menganga tak percaya melihat kematian orang terkuat di kerajaan, mereka tak sadar jika dewa sesat telah hilang dari pandangan mereka.


"tunggu aku bocah"


********


like n komen ya sahabat.

__ADS_1


__ADS_2