
baik, aku siap"
Panji menghumus pedang darah dan terbang tinggi menuju pulau di tengah rawa
huppp
Panji terbang dan melesat, seperti dugaan Panji akar akar itu mencoba membelit tubuh Panji.
cleppp
cleppp
akar akar itu langsung terpotong setiap akan membelit Panji.
Panji mundur dan kembali ke tempat semula.
"akh tak semudah dugaan ku"
"tadi aku pikir dengan menebas akar hidup itu aku akan mudah ke pulau itu.
Panji mengalirkan elemen petir ke seluruh tubuhnya dan lesatan petir seperti menyelubungi tubuh Panji.
hiaaattt"
Panji kembali melesat dan kembali akar hidup itu menghadang Panji.
tapi kali ini akar akar itu sedikit waspada karena pengaruh petir dari tubuh Panji.
crassss
Panji menebas setiap akar yang mendekat tapi semakin jauh Panji maju akar itu pun semakin banyak.
"tak mungkin kembali"
"aku harus maju terus dan menebas semua akar ini"
"pukulan halilintar"
blaaaarrrt
pukulan itu menerpa akar yang menyerupai paga dan langsung hancur berantakan, di tambah dengan tebasan Panji akar akar hidup itu berjatuhan ke rawa tapi belum berakhir, saat akar jatuh akar yang lain datang dan menghadang Panji.
crasss
lagi lagi Panji menebas dan maju sedikit demi sedikit menuju pulau di tengah rawa.
saat rawa itu telah di depan mata Panji, Panji menebas pedang darah secara vertikal dan horizontal setelah itu Panji menambah kecepatannya dan menerobos akar akar hidup itu.
hiaaattttt
melihat sedikit celah Panji langsung menerobos dan mendarat di tepi pulau tapi lagi lagi akar akar itu tetap mengejar Panji.
Panji mundur beberapa meter dan melompat ke balik pepohonan baru lah akar itu berhenti dan kembali masuk ke dalam rawa.
"cukup melelahkan" kata Panji sambil mengusap keringatnya.
Panji menatap sekeliling pulau kecil itu dan merasa kalau pulau itu di rawat.
"ada baiknya aku istirahat sejenak di sini"
Panji merebahkan badan nya di sebatang kayu dan hembusan angin membuat Panji mengantuk.
Panji merasa seperti di nyanyikan Nina Bobo dan hembusan angin itu seperti aji sirep dan tanpa sadar Panji tertidur bersandar.
"tak seharusnya kau kemari??"
"pergilah"
"apa pun yang kau cari di tempat ini aku tak akan memberikan nya"
suara itu seperti mimpi di alam bawah sadar Panji
dan Panji langsung tersadar dan terbangun dari tidurnya. saat Panji terbangun hari telah gelap dan alam mayapada di terangi rembulan malam yang purnama.
__ADS_1
"huuaaahhhh"
berapa lama aku ketiduran??"
"tau tau sudah malam"
"sepertinya aku harus mencari makan di sini" gumam Panji dan menelusuri pulau mencari makanan.
setelah menikmati hasil tangkapan nya Panji berinisiatif untuk berjalan jalan di sekitar pulau dan mencari keberadaan gua lumut.
aku merasa pulau ini sangat kecil"
tapi sampai sekarang aku tak menemukan tepi pulau ini"
"apa semua ini ilusi???"
eh mimpi tadi??"
apa itu kata kata dari penghuni pulau ini??" gumam Panji terus berjalan.
SIAPA PUN PENGHUNI PULAU INI"
AKU HARAP BANTUAN MU" Panji berkata keras dan mengeluarkan tenaga dalam lewat suaranya.
suasana langsung hening saat gema suara Panji menghilang.
beberapa saat lama nya Panji menunggu respon dari alam akan permintaan nya.
PERGILAHHHH"
KAMI TAK MENERIMA KEDATANGAN MU"
suara keras yang mengandung tenaga dalam membalas suara Panji
berarti aku tak sendiri"
Panji tersenyum setelah mendengar suara itu.
tapi aku harus mendapatkan mustika hijau demi kedamaian"
aku akan mencoba lagi dan akan memastikan arah suara"
dan aku jamin di situ lah letak gua lumut" bathin Panji
KELUARLAHH"
Panji kembali berteriak dengan pengerahan tenaga dalam.
Panji menunggu beberapa saat lagi
PERGILAHHH"
di sana"
Panji langsung melesat ke arah suara itu. Panji menyibak rimbunnya pepohonan dan semak belukar, setelah masuk sedikit ke dalam Panji menemukan sebuah bukit kecil.
Panji berdiri di depan bukit itu.
"apa di sini letak gua lumut???"
Panji meneliti dan menelusuri pinggir pinggir bukit tapi tak menemukan sebuah mulut gua.
"bukan di sini"
Panji berniat untuk pergi ke arah lain tapi saat itu lah Panji melihat sebuah lubang kecil di dinding bukit itu. Panji mendekati lubang itu dan menyibak rerumputan yang tumbuh.
"apa ini mulut gua menuju gua lumut??"
"tapi ko kecil sekali??"
"hanya muat tubuh saja"
"tapi tak ada salahnya untuk mencoba"
__ADS_1
Panji melompat ke dalam lubang kecil itu
huppp"
akkhhhhh
Panji menjerit saat merasakan tubuhnya seperti tersedot oleh lubang kecil itu, Panji mencoba menahan dengan mengerahkan tenaga dalam nya tapi semua nya percuma karena Panji jatuh sangat cepat sehingga tenaga dalam yang Panji keluarkan menjadi percuma.
Panji terus terjatuh jauh masuk ke dalam pusat bumi.
brakkk
tubuh Panji jatuh tak tertahan dan tubuhnya langsung menghantam lantai gua batu itu.
keseimbangan dan kesadaran Panji belum sepenuhnya kembali tiba tiba akar akar hidup yang di sekitar rawa langsung datang dan membelit tubuh Panji.
arrgghhhhh
Panji mencoba melawan belitan akar akar itu tapi semakin kuat Panji melawan semakin kuat belitan akar itu.
akkhhhh
Panji merasakan kesakitan yang teramat sakit dan juga rongga dada nya butuh udara untuk di isi.
Panji berhenti melawan dan saat itu belitan akar itu juga berhenti dan akar akar itu mengangkat tubuh Panji dan menggantung tubuhnya dengan kepala di bawah.
Panji sedikit pun tak bisa bergerak karena belitan akar akar itu benar benar sangat erat.
Panji terdiam dan hanya bisa pasrah menerima kenyataan kalau dia kalah oleh akar akar hidup itu. hanya semangat yang membuat Panji tetap bertahan dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
aku sudah menyuruhmu pergi meninggalkan pulau ini"
tapi kau tak mendengarkan peringatan ku"
suara serak tanpa wujud terdengar jelas di telinga Panji.
si..a...pas???"
ke..lu..ar..!!
Panji berbicara lirih dan lemas,
apalagi dengan posisi tubuh terbalik aliran darah Panji berjalan cepat.
hahahaha"
itu hukuman untuk orang yang telah berani masuk pulau ini"
"dan juga hukuman karena telah berani memotong anak buah ku" lanjut suara itu terdengar di telinga Panji.
Panji mencoba mengerahkan tenaga dalamnya.
"percuma, sungguh percuma"
"segala usahamu itu akan sia sia"
"akar hidup itu akan semakin membelit mu karena tenaga dalam merupakan makanan untuk akar hidup ku itu" kata suara itu
mendengar kata kata itu Panji menghentikan usahanya dan hanya pasrah menunggu
"aku ingin bicara..!! Panji lagi lagi hanya bicara pelan.
hahahaha
"tak ada lagi hak mu bicara setelah masuk pulau ini"
"bersiap lah menerima kematian mu secara pelan pelan.
"nikmatilah sisa sisa napas mu"
hahahahaha
************
__ADS_1