
Beberapa hari setelah Panji sampai di istana, Panji langsung menyuruh beberapa utusan untuk pergi ke benua putih, menemui raja Mahameru.
Panglima Andar yang memimpin utusan itu. dia hanya membawa tujuh orang prajurit.
"setelah kalian sampai di istana, berikan ini kepada putri kerajaan itu"
Panglima Andar memegang erat selendang sutra yang di berikan oleh raja nya. mereka tak mengetahui jika selendang sutra itu pemberian putri kerajaan ganda Lima, putri diyah Pitaloka.
"apa maksud nya ya panglima??"
"dan bagaimana bisa yang mulia mengenal keluarga kerajaan??" tanya seorang prajurit kepada panglima Andar.
"kalian kan tahu yang mulia itu seorang pendekar, bisa jadi dahulu waktu di pengembaraan bertemu dengan raja Mahameru"
"tapi itu tak perlu kita pikirkan"
"yang mulia mau memberikan tugas sebesar ini kepada kita aku sudah senang" kata panglima Andar.
"maksud nya panglima??"
"kalian ini, raja kita itu raja paling di hormati saat ini di seluruh benua"
"jadi aku akan bangga jika nanti sampai di benua putih dan memberi tahukan kita utusan raja Satria"
"pasti kita juga akan di hormati" kata panglima Andar
"hehehe, panglima ternyata gila hormat ya??" ledek seorang prajurit.
"sudah, cukup bicara nya"
"bicara dengan kalian membuat aku merasa capek"
"malam ini kita berkemah di sini"
"besok pagi kita lanjutkan perjalanan" kata panglima Andar memberi perintah.
*************
Di pulau kecil di barat benua hitam
"hahahaha, hampir semua tenaga dalam ku sudah kembali"
"aku akan ke benua, dan berbuat kerusuhan"
"sudah saat nya aku menunjukkan diri"
"dan itu akan memancing pemuda yang memiliki lima elemen itu"
Dewa sesat terbang dari pulau kecil itu. Awan hitam mengikuti dewa sesat, ombak besar bergemuruh, alam seperti nya tahu kalau mata bahaya yang lebih besar akan datang.
Dewa sesat sampai di benua hitam, tapi karena merasakan pancaran di sana dari golongan hitam, dewa sesat memutuskan pergi ke benua biru.
Dewa sesat kembali terbang tanpa singgah, dewa yang telah berubah haluan itu ingin mencari benua yang memiliki golongan putih.
"rombongan itu akan menjadi korban pertama ku" gumam dewa sesat dan berdiri tak jauh dari sebuah rombongan berbendera bintang terang. bendera kebesaran kerajaan bintang kejora.
__ADS_1
Melihat kehadiran sosok dewa sesat, panglima Andar langsung waspada dan turun dari kuda nya. panglima Andar menatap ke arah dewa sesat, tatapan yang penuh dengan kecurigaan.
"perasaan ku tak enak, siapa orang ini" gumam panglima Andar tak beranjak dari tempat nya berdiri.
"prajurit kemarilah" kata panglima Andar memanggil salah satu prajurit.
"ada apa panglima??"
"kau pergilah dari sini"
"kembali lah ke istana"
"bawa pemberian yang mulia ini" kata panglima Andar memberi perintah
"tapi kenapa panglima??" prajurit itu tak mengerti
"kau tak perlu banyak tanya, pergi lah"
Prajurit itu melangkah berlari.
"blessss..!!!!"
prajurit itu belum jauh berlari dan tiba tiba terjatuh. darah merah mengalir dari batok kepala prajurit itu, sebuah krikil kecil telah membuat nya tewas.
"tak akan ada satu pun dari kalian yang akan pergi dari sini"
"tinggalkan nyawa kalian" kata dewa sesat dengan suara yang sangat menakutkan.
Panglima Andar menelan ludah nya sendiri,
Enam prajurit tersisa menyerang dengan pedang di genggam erat. Meraka mengeroyok lawan yang tak mereka tahu batas kekuatan nya.
"hiatttt...!!!!"
Begitu prajurit mendekat dewa sesat langsung memancarkan tenaga dalam yang sangat besar, pancaran itu sudah cukup membuat prajurit kerajaan bintang kejora muntah darah. dan tewas menggelepar bagaikan ikan kekurangan air.
panglima Andar maju juga dengan pedang di genggaman nya.
Panglima itu menyabet ke kiri dan ke kanan tapi semua itu seperti percuma, berhadapan dengan dewa sesat panglima Andar bagaikan anak kecil yang baru belajar ilmu kanuragan.
"bammm..!!!!!"
dada panglima Andar langsung jebol terkena hantaman dari dewa sesat. panglima itu jatuh dengan luka dalam yang sangat parah.
"huhhh, hanya tikus kecil"
"aku baru bermain main"
"saat nya membuat kekacauan"
Dewa sesat terbang meninggalkan panglima Andar yang masih bernapas walaupun sangat pelan.
Panglima Andar merangkak menuju mayat prajurit yang membawa kotak pemberian raja Satria.
"Tuhan bantu aku" gumam panglima Andar dan naik ke kuda dengan susah payah.
__ADS_1
"bawa aku kembali ke kerajaan" kata panglima Andar kepada kuda nya.
***************
Hahahahahahah
suara tawa bertenaga dalam tinggi mengagetkan seisi istana kerajaan ganda lima. itu suara tawa dewa sesat yang telah sampai di istana dan berniat untuk mengacau
"pancaran tenaga dalam apa ini??" Eyang pariga yang ada dalam istana gemetaran karena tenaga dalam itu sangat tidak manusiawi.
Eyang pariga menatap sepuh Kesuma.
"Kesuma, seperti nya kita mendapat lawan yang sangat berat" kata eyang pariga dan berdiri dari tempat duduk nya.
"aku tahu eyang, aku merasakan pancaran energi nya"
"Mahapatih, kau sembunyikan keluarga kerajaan secepatnya"
"kami yang akan menghadapi orang itu" kata sepuh Kesuma kepada Mahapatih Jampar, Mahapatih kerajaan ganda lima.
Tanpa menjawab Mahapatih Jampar langsung membawa keluarga kerajaan ke ruang rahasia, hanya itu satu satu nya tempat teraman yang bisa Mahapatih Jampar temukan.
Raut cemas jelas terpancar dari wajah keluarga kerajaan, mereka belum lama mendapatkan kedamaian tapi sudah kembali mendapatkan ancaman, dan kembali ancaman yang sangat serius.
Dua sosok berpakaian putih keluar dari istana, pariga dan Kesuma. saat mereka sampai di halaman istana mayat prajurit telah bergelimpangan. kebanyakan prajurit tewas dengan luka gendang telinga terluka parah. itu karena pancaran tenaga dalam dari tawa nya dewa sesat.
"benar benar bukan manusia" kata sepuh Kesuma.
"raja kematian??" eyang pariga lebih terkejut dari pada Kesuma
"heyy, kau mengenal tubuh ini"
"tapi kau sudah salah"
"sekarang aku pemilik tubuh ini" jawab dewa sesat.
"tidak mungkin" eyang pariga mundur karena gemetaran.
Dewa sesat bergerak sangat cepat.
"bammmm...!!!"
Kesuma yang sudah waspada terlempar jauh.
"brakkkk...!!!!"
tembok kerajaan runtuh saat tubuh Kesuma yang terlempar membentur tembok. tapi Kesuma masih mampu berdiri.
"untuk aku sempat menahan nya dengan kekuatan luar ku, kalau tidak aku pasti tewas" gumam sepuh Kesuma.
"menarik??"
"saat nya kalian berdua mati"
********
__ADS_1
Like n komen ya sahabat