
"Siapkan pasukan...!!!!" suara raja kematian membahana dan itu sangat mengagetkan prajurit benua kegelapan.
"baik, semua pasukan"
"cukup bersantai ya"
"saat nya kita menyerang dengan kekuatan penuh" kata panglima Gantika memberi semangat kepada prajurit prajuritnya.
"yeeeee....!!!"
"cepat berikan kode kepada aliansi kita di perbatasan benua kuning dan benua hitam" perintah panglima Gantika pada panglima Jalu.
"baik...!!!" jawab panglima Jalu dan menerbangkan seekor elang untuk menyampaikan kode penyerangan. di perbatasan telah menunggu panglima Gariga yang memang telah menunggu waktu penyerangan.
"panglima Jalu pimpin pasukan dari daerah barat"
"aku akan dari bukit seribu"
"baik panglima"
panglima Jalu langsung membawa ribuan pasukan di bawah kepemimpinan nya. sementara panglima Gantika juga membawa ribuan prajurit menuju bukit seribu.
"yang mulia kami siap berangkat" kata panglima Gantika melapor.
"baik, hancurkan benua itu"
"itu pertahanan terakhir mereka"
"aku akan mengawasi dari belakang" kata raja kegelapan.
rombongan benua kegelapan itu mulai mendekat.
"Mahapatih, mereka telah datang" lapor seorang panglima kepada Mahapatih Seroja.
Mahapatih Seroja langsung melesat ke ketinggian bukit seribu dan melihat ribuan prajurit berpakaian perang lengkap telah mulai mendekat.
"pasukan, siapkan busur kalian...!!!"
kata Mahapatih Seroja begitu membahana.
"pertahankan apa yang bisa kau pertahankan" lanjut Mahapatih itu memberi semangat.
saat jarak sudah dalam bidikan Mahapatih Seroja memberikan kembali perintah nya.
"lepassss....!!!"
ratusan anak panah terbang di udara. dan itu cukup mengagetkan panglima Gantika.
"tamenggg..." teriakan itu langsung di respon prajurit dan mengangkat tameng dari panah prajurit aliansi. dan walaupun panah itu mengenai tubuh prajurit kegelapan panah itu mental, tubuh prajurit seperti nya kebal.
"panah kita tak berguna"
"panah api hanya akan membahayakan kami" gumam Mahapatih Seroja bingung.
"prajurit, tarik pedang mu"
"ingat, kelemahan mereka hanya di leher"
"jadi usahakan untuk membunuh sebanyak yang kau bisa"
"pertahankan benteng selama yang kita bisa" suara Mahapatih begitu menggelegar.
__ADS_1
"prajurit, panjat tebing itu" perintah panglima Gantika. dan memang seperti di hipnotis prajurit benua kegelapan mulai memanjat tebing.
"jangan biarkan mereka masuk"
"panah terus" perintah Mahapatih Seroja.
"percuma Mahapatih" kata panglima Gelud.
"siallll...!!!!"
"hiattt...!!!!" Mahapatih Seroja melompat baik dan mengambil panah prajurit dan menembakkan ke prajurit kegelapan yang mulai naik.
"akkkhhhhh" prajurit yang terkena panah jatuh dan tewas .
"Gelud kemari, tenaga dalam yang besar bisa membunuh mereka" kata Mahapatih itu memanggil salah satu panglima.
panglima Gelud tak menjawab tapi langsung melesat ke dekat Mahapatih Seroja. tapi saat kedua nya sibuk menembakkan anak panah dari tengah lapangan perang melesat dua sosok.
"hey, aku lawan mu" suara itu begitu serak dan saat Mahapatih menoleh tanpa menunggu sosok itu langsung mengirimkan tendangan, tapi karena pengalaman dan kewaspadaan Mahapatih Seroja mampu menghindari serangan itu. Mahapatih itu bersalto dan berdiri tak jauh dari sosok yang menyerangnya.
"kau....!!!"
"hahahahah"
"aku panglima tertinggi benua kegelapan"
"bersiap lah mati di tangan panglima Gantika.
"Jengar hadapi dia"
"aku akan menghadapi pemimpin bodoh itu" kata Gantika kepada orang yang melesat bersama nya.
"baik Mahapatih"
Jengar tanpa di perintah dua kali langsung menyerang panglima Gelud.
sementara Gantika juga melesat menerjang Mahapatih Seroja.
pertarungan dan peperangan tak bisa lagi di elakkan.
perlahan lahan prajurit benua kegelapan mulai merangsek naik dan langsung menyerang ribuan prajurit aliansi, sementara beberapa orang langsung membuka gerbang di bukit seribu.
"seranggggg...!!!!!"
melihat pintu gerbang telah terbuka ribuan prajurit yang menunggu langsung menyerang dengan pedang di tangan, tombak di siapkan dan kedua pasukan bertemu di benua kuning.
"biadab..!!!"
Mahapatih Seroja ingin secepatnya menyelesaikan pertarungan dengan Gantika tapi lawan nya saat ini panglima tertinggi benua kegelapan. Mahapatih Seroja menambah tenaga nya, dan melepaskan pukulan dan tinjuan nya ke bahu dan ulu hati Gantika tapi dengan miring sedikit Gantika menghindari serangan itu, bahkan Gantika balas menyerang dengan mengangkat kaki nya dan menendang dada Mahapatih,
"utss hampir saja" Mahapatih Seroja menahan dengan tangan nya sehingga serangan Gantika luput untuk melukai Mahapatih.
"tidak buruk, boleh lah" Gantika memuji atau mengejek tapi itu tak di tanggapi Mahapatih Seroja, perhatian nya tertuju pada peperangan yang semakin merangsek ke benua kuning.
Ganti tahu dan dia memanfaatkan situasi itu.
gantika cepat menyerang ke titik vital Mahapatih, dan serangan itu mengagetkan Mahapatih Seroja, dan sebisa mungkin menghindari serangan Gantika, tapi tetap saja pukulan Gantika menyerempet pahanya.
"uhhhhkkkk" Mahapatih Seroja mengeluh menahan sakit.
"pengecut" maki mahapatih Seroja.
__ADS_1
"hahaha, kami akan melakukan apa pun untuk menguasai seluruh benua ini" kata Gantika dan memberi serangan lanjutan.
"bammmm...!!!"
untuk pertama kalinya kedua nya beradu tenaga dalam. kedua nya sama sama terhuyung dan menandakan tenaga dalam kedai nya cukup berimbang.
Mahapatih tak menunggu lama tapi kembali menyerang dengan jurus jurus tingkat tingginya. kedua nya bertarung telah melewati puluhan jurus dan belum menemukan pemenang.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
di perbatasan benua hitam.
"serang...!!!" panglima Gariga memberikan perintahnya setelah menerima perintah penyerangan.
Mahapatih Demar juga tak mau diam, dia yang paling terdepan berlari menyambut serangan dan langsung menerjang panglima Gariga.
"hahaha Demar, aku tak menyangka kau membelot dari benua kegelapan"
"tapi tidak apa apa, aku akan mengirim mu ke dewa kematian" kata panglima Gariga mengejek.
"huhhh...!!!"
"kau tak memiliki kemampuan melakukan itu" kata Mahapatih Demar dan mencabut pedang nya.
"hiatttt"
"blarrrr" pedang Demar mengayun dan menghantam tanah tempat berpijak Gariga, tanah itu langsung jebol dan berlobang cukup dalam. belum selesai Demar kembali menambah serangan nya kepada Gariga.
"setan" panglima Gariga hanya memaki dan terpaksa mencabut pedang nya.
"trangggg..." kedua pedang bertemu dia udara.
tangan Gariga bergetar saat benturan itu terjadi.
"kau bukan lawan ku" kata Demar dan kembali menyerang Gariga dengan jurus pedang yang telah dia asah nya si jurang tempat dia jatuh.
seperti hal nya di bukit seribu pertempuran ini juga mulai memasuki wilayah benua kuning. dan walaupun menang jumlah tapi prajurit kerajaan kalah dalam tenaga dalam. dalam beberapa waktu mayat mayat dan jerit kematian mulai terdengar.
melihat keadaan pasukan nya Demar menambah serangan nya dan semakin menyudutkan panglima Gariga.
sementara panglima Gariga terus bertahan dan sesekali mencoba menyerang balik. pedang Demar menyerang ke leher Gariga saat Gariga menarik tubuh nya kebelakang kaki Demar dengan cepat menendang perut Gariga, walaupun Gariga mampu menahan dengan tangan nya tapi tenaga dalam nya kalah dari tenaga dalam Demar membuat panglima itu terlempar dan kesempatan itu tak di sia siakan Demar.
Demar mengerahkan hampir seluruh tenaga dalamnya dan mengemposkan tubuhnya ke atas. Gariga tahu akan serangan Demar, tapi dia sudah tak mampu berbuat apa apa selain mangangkat pedang nya.
"tranggg...!!!!" pedang bertemu dan pedang Gariga terlempar jauh karena posisi nya yang memang tak menguntungkan. dengan pasrah panglima Gariga hanya bisa menerima saat pedang Demar menusuk ubun ubun nya.
"akkkkhhhhhh"
jeritan terakhir panglima Gariga sebelum dia mengembuskan napas terakhirnya.
"aku tahu kau terpaksa Gariga, seperti aku dulu"
"semoga damai di sana" gumam Demar dan melesat membantu prajurit prajurit nya terdesak.
"panglima...!!!!"
"bantu daerah barat"
"kami bisa mengatasi di sini" kata salah seorang panglimanya.
"baik, kalian bunuh sebanyak yang kalian bisa" Mahapatih Seroja langsung melesat menuju arah barat membantu Patih Makdum.
__ADS_1
"semoga masih belum terlambat" gumam Mahapatih Demar.