Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 130 lembah iblis


__ADS_3

Kuda Panji si kilat melesat cepat, kuda itu bersemangat setelah kembali berpetualang dengan misi baru.


"pelan kan sedikit lari mu kilat, seperti nya kita sudah dekat dengan lembah iblis"


"aku merasakan aura kematian dan aura kejahatan sangat pekat di sini" kata Panji.


kudanya langsung berlari pelan, saat Panji menatap ke arah lembah itu dia sedikit mengerutkan dahinya.


"berhenti kilat" kata Panji dan melompat turun.


Panji menatap ke segala penjuru, tapi yang ada hanya bukit bukit yang menjulang tinggi, begitu gersang


"memang pantas tempat ini dinamakan lembah iblis, tempat ini sangat gersang"


"hanya iblis yang yang berani tinggal di tempat seperti ini" gumam Panji


Saat Panji memasuki lembah iblis angin kencang menerpa tubuhnya seolah menolak kehadiran nya. ataupun sebagai peringatan untuk tak memasuki lembah itu.


Panji menambah kewaspadaan nya karena dia merasa hembusan angin itu sebuah pertanda. Panji menguatkan kekuatan bathin nya untuk menahan godaan jika memang dedemit penghuni lembah iblis mencoba memasuki jiwa nya.


"kilat, apa kau dulu pernah memasuki tempat ini??" tanya Panji.


"golok petir..!!"


Panji bersiaga dan mengeluarkan golok petir membawa nya di punggung. Panji merasa akan mendapat penolakan karena memasuki wilayah terlarang bagi manusia.


"hahahahahahaha....!!!"


Suara tawa terdengar dari tujuh penjuru mata angin, Panji tak tahu dimana keberadaan suara itu tapi Panji semakin meningkatkan kewaspadaan nya.


Panji menunggu dan menunggu tapi tetap tak ada sesuatu atau serangan yang datang, Panji memutuskan meneruskan perjalanan nya semakin masuk ke lembah Iblis.


Dari kejauhan Panji melihat lima tubuh cebol melesat dengan cakar runcing dan taring yang memanjang


"makanan makanan..!!" teriak manusia manusia cebol itu. kelima manusia cebol itu langsung menyerang tanpa menunggu.


cakar tajam mereka menghujam tubuh Panji.


"tranggg..!!" tapi di luar dugaan mereka cakar mereka tertahan oleh perisai harimau milik Panji. tapi para manusia cebol itu tak peduli mereka terus mencakar dan mencakar.


Panji melenting ke belakang menghindari karena cakaran mereka terlalu membabi buta.


"arrrrhhhhh" manusia cebol itu menyeringai dengan marah dan mata memerah karena Panji menjauhi mereka.


"mereka tak memiliki tenaga dalam"


"apa mereka iblis penghuni lembah iblis ini??" gumam Panji.


"tapi suara tertawa tadi mengandung tenaga dalam tinggi"


"baik, aku akan membuat tuan kalian hadir"


Panji menyerang balik, dan tanpa susah payah dengan sedikit tenaga dalam ke lima manusia cebol itu terkapar di tanah dengan luka ringan.


Panji menatap manusia cebol itu dan memutuskan meneruskan untuk masuk ke lembah Iblis.


"wuuuttttt...!!!!"


angin kencang menerpa dari samping.

__ADS_1


Panji merasakan angin kencang itu dan dengan memutar tubuhnya Panji menghindari serangan itu, saat Panji berbalik sesosok tubuh terlihat berlari dan menghilang masuk ke dalam lembah.


"apa maksud semua ini??"


Panji heran karena pembokong nya itu malah melarikan diri.


"baik kalau kalian ingin bermain main petak umpet"


"aku akan mencari kalian" kata Panji


Panji berjalan lagi dengan menuntun si kilat di tangan nya. sesekali si kilat meringkik.


"wuutttt..!!!"


lagi lagi angin kencang menerpa Panji, kembali Panji menghindar tapi kali ini Panji mengirimkan serangan balasan.


"wuuutttt..!!!" Panji juga memberi balasan dengan elemen angin.


"dummmm..!!!"


bumi bergetar karena pukulan Panji.


"hahahahah"


"kau boleh juga bocah"


"tapi belum saat kita bermain main"


"aku tunggu kau di tengah lembah"


"itu pun jika kau mampu sampai ke lembah" lagi lagi suara yang mengandung tenaga dalam tinggi terdengar. dan kali ini suara itu terdengar seperti tantangan untuk Panji.


"baik, tunggu aku di sana, siapa pun kau" Panji berteriak membalas suara itu, tapi semua telah sepi.


suara mengikik menakutkan dari nenek tua terdengar tepat di depan Panji, kedatangan nenek tua itu sangat mengagetkan Panji, karena Panji tak merasakan pancaran tenaga yang kuat dari nenek tua itu.


"kau terlalu berani memasuki wilayah ini" kata nenek tua itu dan menunjuk Panji dengan tongkat peot nya dan ternyata itu sebuah serangan, dari tongkat itu keluar selarik sinar hitam. Panji kaget tapi mampu menguasai keadaan, Panji menghindar ke samping dan sinar hitam itu lewat beberapa inci di bahu nya.


Serang itu ternyata serangan pembuka, saat Panji menghindar ke samping tongkat nenek tua itu kembali mengayun dan mengarah ke kepala Panji, dengan posisi miring Panji menarik golok petir.


"tranggg..!!!"


Panji terjatuh karena kalah dalam posisi, bukan kalah tenaga dalam.


"hik hik hik"


"kemampuan cetek tapi berani memasuki lembah iblis"


"kau hanya mengantar nyawa mu untuk makanan kami" kata nenek tua itu dan sedikit menjilat bibirnya.


"golok petir"


"golok membelah awan..!!"


Panji tak peduli perkataan nenek itu dan berbalik menyerang, kecepatan Panji membuat nenek itu kaget dan mengangkat tongkat nya berniat menahan serangan golok Panji.


"Trang, kembali senjata mereka berbenturan.


nenek itu mundur, tapi Panji tetap menyerang

__ADS_1


"Trang Trang Trang..!!!" Panji menebas sebanyak tiga kali dan bersalto mundur.


"kurang aj....!!!"


"kllekkk..!!!"


Belum selesai ucapan nya tongkat nya berjatuhan terpotong jadi tiga bagian.


"aku bisa saja menebas lehermu nek, tapi mengingat umurmu sudah tua aku menghargai mu" kata Panji .


"sombong kau anak muda"


"arrggggghhhh"


Nenek itu menyeringai jahat, tiba tiba asap hitam menyelubungi tubuhnya, saat asap hitam itu hilang tubuh nenek itu telah berubah, berubah menjadi sosok yang tak jelas entah sosok apa.


Panji mundur ke belakang melihat perubahan itu.


"ilmu iblis??" gumam Panji


"hahahahaha"


suara serak dari sosok itu tak mempengaruhi bagi Panji


"dengan sosok mu itu kau akan tetap akan mati di tangan ku" kata Panji dan menyerang.


"blesss"


Panji menebas sosok itu, cairan hitam kental keluar dari luka bekas sabetan Panji. tapi Panji kaget karena bekas luka sosok itu dengan cepat menutup kembali. kekagetan Panji di manfaat sosok itu. sosok aneh itu mengayunkan tangan nya ke pundak Panji.


"crassss..!!!"


Panji yang kaget menghindar tapi cakaran itu masih menyerempet di bahu Panji.


"pedang langit"


"menari dengan langit"


cahaya keemasan langsung terpancar dari pamor pedang langit.


sosok itu kaget saat melihat pedang Panji, tapi kekagetan hanya sebentar, sebelum sosok itu berkata apa kepala nya telah menggelinding di tanah.


"ternyata pedang langit memang pedang terkuat" gumam Panji.


"hahahaaha"


"tontonan yang lumayan"


"cepatlah kemari bocah"


Suara itu kembali terdengar.


"seperti nya perjalan menuju pulau pelangi akan lama"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*


like n komen ya sahabat.


dan kalau bisa author meminta, tolong donk rate nya di kasih bintang lima, apa lah capek nya kasih rate bintang lima sahabat??"

__ADS_1


"akhir kata terima kasih masih terus mengikuti perjalanan Panji.


"perjalanan masih panjang


__ADS_2