Perjalanan Menuju Langit

Perjalanan Menuju Langit
eps 157 eyang Pertiwi kembali


__ADS_3

Kembali sebuah kerajaan berkabung, dan kali ini kerajaan merak, sama seperti benua putih kerajaan merak juga di penuhi dengan bendera putih tanda berkabung.


Tak berapa jauh dari bukit seribu, dewa sesat memilih untuk istirahat dan memulihkan luka ringan yang di dapat nya saat bertarung dengan Patih Makdum dan Mahapatih Seroja.


"keparat, jika saja aku tak meremehkan pukulan nya, aku tak akan mendapat luka ini"


"walaupun hanya luka ringan tapi ini akan berpengaruh dalam pertarungan dengan bocah itu" kata dewa sesat memaki kecerobohan nya sendiri.


Dewa sesat sudah membunuh semua orang yang berilmu tinggi, di benua putih eyang pariga dan sepuh Kesuma sudah jadi korban nya.


Sementara di benua merah Patih Makdum dan Mahapatih Seroja korban berikutnya yang di bunuh nya, tujuan dewa sesat membunuh mereka untuk menghilangkan orang orang yang akan membantu Panji saat bertarung dengan nya.


Dewa sesat tak sadar jika Panji sudah mempersiapkan diri nya, sudah berlatih singkat di dunia setengah khayangan. sudah bertambah tenaga dalam nya karena bantuan dari Ki Sranggilangit dan juga buah api naga.


Dewa sesat awalnya ingin langsung menyerang Panji tapi dia berpikir dengan orang orang kuat di benua, itu lah alasan nya melenyapkan golongan putih yang memiliki tenaga dalam tinggi.


Di kerajaan bintang kejora.


"sudah tiga hari kita menunggu yang mulia, apa menurut yang mulia dewa sesat akan kemari??"


"atau dewa sesat memang sudah kembali ke benua" tanya Mahapatih Demar.


"aku yakin dengan perkataan panglima Andar paman, jadi sebaiknya kita menunggu saja"


"


aku tak akan mengurangi sedikit pun kewaspadaan ku"


"aku sudah merasakan sendiri bagaimana hebat nya tenaga dalam dewa sesat" jawab Panji


"yang mulia yakin akan mampu menghadapi dewa sesat??"


"kalau aku kalah, kita semua bahkan seluruh benua ini akan musnah di tangan nya"


"kehidupan di seluruh benua ini akan musnah tanpa sisa"


"jadi aku harap paman doakan kepada dewa untuk membantu pertarungan ku dengan dewa sesat" jawab Panji


"aku akan bersemedi paman" kata Panji


panji tak menunggu jawaban dari dewa sesat, tapi Panji pergi mencari tempat yang tenang.


Panji bersemedi dan pikiran nya terbang jauh, saat itu lah di pikiran Panji melihat satu cahaya keemasan. Panji sangat mengenali aura dari cahaya itu, seseorang yang telah lama tak bertemu dengan nya.


"eyang Pertiwi??"


"apakah itu benar eyang??" tanya Panji.


"murid ku, ternyata kau masih mengenal ku"

__ADS_1


"aku datang kemari memang untuk mengunjungi mu"


"dan ternyata kau sudah mencapai tingkatan yang sangat tinggi"


"sungguh kau sudah melewati aku" jawab eyang Pertiwi.


"eyang, kenapa tak pernah lagi datang??"


"aku masih membutuhkan bantuan mu eyang"


"tidak, kau sudah tak membutuhkan aku Panji, kau sudah memilih jalan mu sendiri"


"eyang sebenarnya sangat marah dan kecewa kepada mu"


"kau telah membangunkan Monster, dan kau telah membuat hidup mu menderita" kata eyang Pertiwi.


Panji mengerti maksud dari eyang Pertiwi tapi dia tak ingin membahas nya.


"jadi apa maksud eyang menemui aku??" tanya Panji


"aku kemari untuk mengatakan titik lemah dari lawan yang akan kau hadapi"


"memang semua tubuhnya itu sangat keras"


"walaupun kau memiliki pedang dewa tapi itu tak cukup jika kau tak mengenai titik lemah dari musuh mu itu"


"jadi dimana letak titik lemah nya eyang??" tanya Panji


"itu akan sulit, tapi sedikit saja kau melukai nya maka semua akan berakhir"


"dan satu lagi, saat kau mengalahkan nya jiwa nya akan memasuki tubuh nya"


"hati hati, jangan sampai jiwa dewa sesat menguasai tubuhmu"


"kalau itu terjadi, maka akan lahir dewa sesat yang baru" kata eyang Pertiwi mengingatkan.


"apa maksud nya eyang??"


"aku tak mengerti" tanya Panji


"sebenarnya tubuh dewa sesat sudah musnah, tapi jiwa nya masih mengembara"


"itu lah yang sekarang yang memiliki tubuh raja kematian"


"jika dia mati maka jiwa nya kembali mengembara, dan itu akan masuk ke tubuh mu"


"kau harus melawan jiwa dewa sesat yang masuk ke tubuh mu"


"baik eyang, aku akan mengingat nya" jawab Panji.

__ADS_1


"perkuat kekuatan bathin mu, hanya itu yang mampu kau lakukan untuk melawan nya"


"kemari lah" pinta eyang Pertiwi kepada Panji untuk mendekat.


Panji mendekat.


"tinggg..!!!"


Eyang Pertiwi menyentil pelan dahi Panji, setelah sentilan eyang Pertiwi menghilang dan aura nya juga menghilang.


Panji membuka mata nya, dan menyentuh dahi nya, saat itu lah Panji merasakan kekuatan bathin yang luar biasa, sungguh anugerah yang besar telah di berikan eyang Pertiwi kepada Panji.


(untuk mengetahui tentang eyang Pertiwi, kawan Kawan boleh kembali membaca episode awal).


Panji mencoba menggunakan tenaga pikiran nya, dan luar biasa Panji semakin mendapatkan ketenangan.


"eyang Pertiwi datang hanya untuk membantu ku, aku tak akan melupakan semua petuah mu eyang" gumam Panji dan teringat kembali masa masa dimana eyang Pertiwi melatih nya, walaupun sebentar tapi itu pondasi awal dari Panji menjadi seorang pendekar.


Mahapatih Demar heran melihat Panji.


"kenapa cepat sekali semedi nya yang mulia??"


"tidak, aku sudah mendapatkan pencerahan yang aku cari" jawab Panji


"pencerahan yang mulia cari??"


"aku tak mengerti yang mulai"


"sulit untuk menjelaskan nya Mahapatih"


"lupakan saja"


"tapi yang mulia..!!"


"sudah Mahapatih, musuh kita sudah dekat" kata Panji


"maksud yang mulia??"


Panji setelah mendapat tambahan kekuatan bathin dari eyang Pertiwi Panji juga semakin bertambah insting dan rasa akan aura walaupun cukup jauh.


"dia sudah dekat Mahapatih, tapi dia masih berdiam diri"


"aku tak tahu apa yang di tunggu nya"


"sebaiknya kita mempersiapkan diri"


"dewa sesat aku menunggu mu"


***********

__ADS_1


like n komen ya sahabat.


__ADS_2