
Raja Mahameru dan permaisuri iyeng Anggi kembali memasuki istana yang telah lama mereka tinggalkan.
"selamat datang kembali yang mulia" kata menteri Majid.
Menteri Majid selama ini terus berhubungan dengan raja Mahameru, saat dua menteri mulai memperebutkan istana menteri Majid juga melaporkan semuanya, dan semua tepat waktu. raja Mahameru datang saat perang saudara terjadi.
sementara untuk sepuh Kesuma dan eyang pariga, mereka bertemu di benua biru saat penyerangan raja kematian, raja Mahameru memutuskan untuk lari ke benua putih dan secara tak sengaja bertemu dengan dua tokoh putih itu.
Awalnya dua tokoh putih itu ingin ke benua kuning untuk membantu Panji, tapi saat awan hitam hilang eyang pariga sadar Panji telah menyelesaikan tugas nya, tapi itu yang tak pariga sadari, Panji membunuh raja kematian. setelah itu sepuh Kesuma dan eyang pariga memutuskan akan membantu raja Mahameru untuk mengembalikan istana dan tahta pada raja Mahameru.
"tuan putri semakin cantik saja" kata menteri Majid.
"terima kasih paman" kata Diyah Pitaloka tersipu malu.
"jangan di goda menteri, dia sudah memiliki tambatan hati" malah raja Mahameru yang menggoda putri nya.
"ayahanda..!!" rajuk Pitaloka kembali tersipu malu. dan itu membuat Pitaloka kembali mengingat Panji, pemuda yang telah mengambil semua hati nya dan sekarang entah dimana, mereka tak mengetahui kalau Panji telah menjadi raja di kerajaan Bintang kejora.
*********
Di kerajaan bintang kejora, semua pemulihan sudah rampung, bahkan telah berdiri kotaraja yang baru yang lebih megah. Panji sebagai raja tak sungkan sungkan untuk berjalan jalan melihat keadaan rakyatnya.
Di kamar Panji.
"apa yang mulia belum berniat mencari atau mengambil permaisuri untuk kerajaan ini??" tanya penasehat Angga.
"uhukk uhukk..!!" Panji batuk mendengar pertanyaan itu dan membuat nya teringat pada Diyah Pitaloka dan juga maung Laras. Panji sedikit tersenyum.
"saat ini belum paman, keadaan kita belum damai"
"aku akan menikah setelah keadaan damai" jawab Panji.
"hahahaha, damai??"
"apa yang mulia yakin seluruh benua akan damai??"
"akan selalu ada kejahatan yang hadir"
"jika satu kejahatan musnah akan lahir kejahatan baru yang mulia"
"dan itu sudah siklus nya" kata penasehat Angga
"iya itu aku tahu paman, tapi saat ini musuh yang nyata sudah akan memberi teror yang baru"
"dan karena sebab itu lah aku memanggil paman dan Mahapatih kemari"
"aku ingin menanyakan sesuatu kepada kalian" kata Panji
"apakah itu yang mulia??" tanya Mahapatih Demar penasaran.
"apa kalian mengetahui letak pulau pelangi??" tanya Panji.
"pulau pelangi??"
"itu masuk wilayah benua putih, walaupun pelangi tak termasuk salah satu kadipaten benua putih tapi kebanyakan orang menganggap pulau pelangi tetap bagian dari benua putih" jawab penasehat Angga.
__ADS_1
"benua putih??"
"sebelah mana penasehat??" tanya Panji ingin lebih tahu.
"sebelah Utara, jika yang mulia ingin kesana yang mulia akan melewati lembah Iblis"
"lembah yang dalam ratusan tahun tak pernah di lewati manusia"
"jika yang mulia ingin ke sana sebaiknya ambil jalan memutar, hindari lembah Iblis" kata penasehat Angga.
"iya paman, aku akan ingat itu"
"memangnya untuk apa yang mulia ke sana??"tanya penasehat Demar.
"untuk melawan dewa sesat harus dengan senjata dewa, dan di sana ada seseorang yang memiliki kemampuan untuk membuat senjata dewa, nama nya Ki Sranggilangit" jawab Panji.
"darimana yang mulia tahu semua itu??" kembali Mahapatih Demar bertanya karena penasaran.
"aku pun tak pasti untuk mengetahui dari mana"
"tapi dewa bumi yang mengatakan kepada ku"
"dewa bumi??" penasehat Angga dan Mahapatih Demar berpandangan.
"selama dewa sesat belum tewas, aku atau seluruh benua tak akan mendapatkan ketenangan"
"jadi cepat atau lambat aku harus menuju pulau pelangi" kata Panji
"kapan yang mulia akan pergi??" tanya penasehat Angga.
"apa??"
"besok??"
"apa yang mulia tak menunggu beberapa hari lagi??" tanya penasehat Angga.
"tidak, semakin cepat akan semakin baik"
"aku tak tahu kapan dewa sesat akan datang"
"jika saat itu datang, aku sudah harus memiliki senjata dewa" Panji menolak permintaan penasehat Angga.
"memang sulit memiliki raja seorang pendekar" desah penasehat Angga.
"hahahahaha, sudah kalian jangan mengeluh"
"aku raja kalian, atau kalian akan aku hukum mati" kata Panji tertawa
"raja??"
"tapi kami yang terus melaksanakan tugas raja" kata Mahapatih Demar.
"hahahahah, sudah"
"mulai besok kalian akan kembali jadi raja"
__ADS_1
"lanjutkan tugas kalian"
"aku harus beristirahat, besok aku akan pergi bersama si kilat"
"seperti nya kuda ku itu sudah rindu untuk berpetualangan kembali" kata Panji.
Dengan berat penasehat Angga dan Mahapatih Demar terpaksa menerima titah dari raja Satria, raja kerajaan Bintang kejora.
"kilat..!!!" teriak Panji di belakang kerajaan.
"huekkk..!!!!"
kilat berlari cepat menuju ke arah suara itu dan mengangkat kedua kaki nya saat melihat tuan nya.
"apa kau sudah rindu berpetualang lagi kilat??" tanya Panji.
"saat nya kita pergi sahabat ku" lanjut Panji.
Dari kejauhan dua orang mendekati Panji.
"yang mulia akan berangkat??"
"iya penasehat, aku tak akan menunggu lama"
"aku udah bosan dalam istana" jawab Panji
"yang mulia harus kembali secepatnya" kata mahapatih Demar.
"pasti, aku tak mau lagi ada perang karena dewa sesat seperti perang melawan raja kematian"
"aku berangkat" kata Panji.
"hooopp.!!!"
Panji naik ke punggung si kilat.
"kilat, melesat lah bagaikan kilat" teriak Panji.
"huuuekkkkk...!!!!"
tanpa menunggu perintah dua kali kuda Panji melesat cepat bagaikan terbang.
"lembah Iblis ya??"
"seperti nya aku akan ke sana..!!"
"sekalian untuk merenggangkan otot otot ku yang kaku"
"lagian berpetualang tanpa bertarung tak akan menyenangkan" gumam Panji.
"kilat, melesat lah secepat nama mu"
********
like n komen ya
__ADS_1