
Panji kembali ke gua tempat eyang pariga dan sepuh Kesuma. Panji menceritakan pertemuan nya dengan Sri raja Mahameru dan juga meminta pendapat dari kedua sepuh itu akan permintaan raja pada Panji.
aku ingin bebas eyang, tapi aku tak bisa melihat keluarga kerajaan terbuang dari istana eyang" kata Panji pada pariga.
segala sesuatunya tetap kembali kepada diri mu Panji"
tanya hati mu apa menurutmu yang terbaik"
lakukan" kata pariga menguatkan hati Panji.
Panji terdiam mendengar jawaban pariga.
dimana letak tempat yang mulia??,
aku akan menemui yang mulia dan akan membantu yang mulia raja"
setelah kondisi ku pilih dan mampu membantu aku akan datang" sepuh Kesuma tiba tiba bicara.
Panji memberikan letak tempat rahasia keberadaan raja ganda lima.
aku permisi eyang, sepuh..
aku akan menemani dan menjaga yang mulia sebelum aku ke kota untuk melihat keadaan kota" kata Panji permisi.
hati hati"
jangan gegabah bergerak di kota"
kalau saat nya tiba aku akan membantu mu" tapi untuk saat ini aku masih mendekati keberadaan 2 mustika yang tersisa" kata pariga
baik eyang " jawab Panji dan langsung melesat ke luar gua dan kembali ke persembunyian keluarga kerajaan ganda lima.
Panji kembali berkeliling untuk memastikan keamanan keluarga kerajaan. Panji melihat semua nya akan dan tidak ada hal yang mencurigakan.
dari mana saja Panji??
Panji tersenyum melihat diyah Pitaloka menyapa nya.
aku baru saja berkeliling melihat kondisi keamanan tempat ini"
tidak ada hal yang mencurigakan" kata Panji dan duduk bersandar di sebuah pohon
kalian pulang dan temani ibunda permaisuri" perintah diyah Pitaloka kepada dayang yang menemaninya.
tapi Gusti putri??
sudah..
apa kalian mampu mengawal ku kalau ada serangan??
aku lebih aman kalau bersama Panji" kata diyah Pitaloka dan duduk di dekat Panji
para dayang kembali ke kediaman raja Mahameru.
kemana putri diyah??
tuan putri lagi bersama tuan Panji gusti permaisuri" jawab seorang dayang
Panji" raja Mahameru mengerutkan keningnya mendengar putrinya bersama Panji.
sudah biarkan saja kanda"
namanya juga anak muda" kata permaisuri iyeng Anggi tersenyum.
boleh aku memanggil kakang?? tanya diyah pada Panji.
Panji menatap diyah Pitaloka yang tertunduk malu.
kakang??
yah silahkan saja kalau mau panggil aku kakang atau Panji"
mana yang menurut mu nyaman untukmu" kata Panji
diyah Pitaloka tersipu malau mendengar jawaban Panji.
kalau begitu kakang harus memanggil aku Dinda ya??
Dinda ya??
Panji tersenyum manis.
jadi kapan kakang akan ke kota??
apa kakang akan kembali ke sini??
besok aku akan melihat keadaan kota dan akan tetap melaporkan keadaan kota kepada yang mulia" jawab Panji.
apa itu tidak bahaya kakang??
Dinda takut kakang kenapa Napa nantinya"
tuan putri..
__ADS_1
ehhh.
Dinda tenang saja aku pasti akan kembali.
ehheeeemmmm...
pangeran Candra tiba tiba datang mengagetkan Pitaloka dan Panji.
pangeran...
Panji langsung memberi hormat pada pangeran Candra.
aku ganggu ya??
kalau gitu aku pergi saja" pangeran Candra berniat meninggalkan tempat itu.
tunggu pangeran"
pangeran sedikit pun tak mengganggu kamu" jawab Panji.
pangeran Candra melirik adik nya yang cemberut karena kedatangan nya.
adik ku yang cantik ko cemberut..??
hilang cantik nya pasti Panji menjauh"
pangeran Candra langsung mencubit pipi diyah Pitaloka.
apa sih kanda..
ikhhh..
diyah pitaloka tak bisa menyembunyikan rasa malu nya karena pangeran Candra menggodanya.
ehh aku...!!
Panji tak menyangka pangeran Candra membawa bawa nama nya saat menggoda diyah Pitaloka.
hahaha
dari jauh kalian kelihatan seperti sepasang kekasih..!!
kalian pacaran ya??
pangeran Candra bertanya dan melihat menggoda ke arah Pitaloka yang semakin malu.
tidak pangeran"
pangeran salah sangka"
kalian teruskan lah pacaran kalian" pangeran Candra tersenyum melihat adik nya yang malu dan berjalan meninggalkan Panji dan Pitaloka.
maafkan saudara ku panji"
dia memang usil" kata diyah Pitaloka yang masih malu.
tidak apa apa" Panji juga sama merasakan malu karena kata kata pangeran Candra.
kedua nya terdiam dan asyik dengan pikiran nya masing masing.
aku akan keluar berburu"
sudah lama aku tak makan daging rusa" Panji merusak bayang angan dari diyah Pitaloka.
boleh aku ikut" tiba tiba Pitaloka berbicara tanpa berpikir.
ehhhh
ikut??
tapi??
aku akan meminta persetujuan dari ayahanda"
diyah Pitaloka langsung berlari ke arah gubuk.
Panji yang menatap kepergian Pitaloka hanya bisa tersenyum.
ayahanda..!!
aku akan pergi berburu dengan kakang Panji..!!
diyah Pitaloka bukan permisi tapi hanya memberitahu.
kakang??
tungguuuu..??
Sri raja Mahameru tersenyum melihat putrinya begitu bahagia saat akan berburu dengan Panji.
hati hati" permaisuri iyeng Anggi malah memotong suami nya sebelum sang raja berbicara.
Pitaloka berlari keluar dan menemui Panji.
__ADS_1
putri kita jatuh cinta kanda" kata permaisuri pada raja Mahameru.
raja Mahameru hanya terdiam dan menatap kepergian putri Pitaloka.
kakang ayo berangkat yang berburu itu" kata Panji dengan suara keras terdengar semua prajurit.
kakang??
tuan putri kita telah mulai dewasa"
celoteh para prajurit.
Panji dan Pitaloka berjalan masuk ke dalam hutan. mereka memang seperti pasangan kekasih.
awas hati hati ada duri"
mana sih rusanya Panji" diyah Pitaloka yang capek merengek pada Panji.
sabar dinda"
nanti pasti kelihatan.
eh itu suara sungai ya kakang??,
iya kenapa Dinda??
diyah Pitaloka mempercepat jalan nya dan dengan mata berbinar Pitaloka berlari ke arah sungai dan langsung duduk di tepi sungai. Pitaloka memainkan air sungai dengan kaki nya.
byuurrrr...
Pitaloka yang tak tahan melompat ke sungai dan bermain main dalam sungai.
Panji yang melihat hanya tertawa.
ayo kemari kakang..
airnya sangat segar" kata Pitaloka memanggil Panji.
Panji hanya berdiri di tepi sungai dan memandang Pitaloka yang bermain bahagia dalam air.
heeeiiii...
Panji kaget saat Pitaloka mencipratkan air ke ke arah nya.
hehehehe...
cantik" gumam Panji setelah melihat Pitaloka.
rambutnya yang di gulung rapi kita telah terberai lepas menambah kecantikan putri kerajaan itu. belum lagi lekuk tubuh yang terpampang indah membuat Panji menelan ludah nya.
cukup tuan putri..!!
nanti tuan putri sakit" Panji mengingatkan Pitaloka.
Pitaloka cemberut tapi tetap menuruti Panji dan keluar dari sungai.
siippp...
Panji menutup bibir Pitaloka dengan jarinya menyuruh diam.
Panji bergerak cepat ke semak belukar dan keluar dengan se ekor rusa yang besar.
horreeee...
malam ini aku akan pesta" diyah Pitaloka bersorak bahagia.
bahkan tanpa sadar Pitaloka memeluk Panji.
ehh
maaf..
Panji malu karena pelukan tiba tiba dari putri kerajaan itu.
saat sore Panji dan Pitaloka kembali ke tempat keluarga kerajaan.
kenapa bajumu basah Pitaloka" tanya permaisuri saat Pitaloka sampai di kediaman raja. Pitaloka dengan muka rona bahagia menceritakan semua hal tentang Panji saat mereka berburu.
Panji orang nya baik bunda" kata Pitaloka yang terus memuji Panji.
api unggun kecil telah menyala dan se ekor rusa terpanggang di atas nya. malam itu kebahagian terpancar di wajah semua orang.
kakang...
terima kasih" kata Pitaloka.
Panji tersenyum melihat Pitaloka yang begitu bahagia. begitu juga dengan keluarga yang lain dan juga prajurit kerajaan. malam itu semuanya lupa kalau saat itu mereka sedang dalam pelarian.
terima kasih Panji" gumam raja Mahameru yang sedikit meneteskan air mata melihat kebahagian keluarganya yang tidak pernah di dapat lagi setelah lari dari kerajaan.
kedamaian itu hanya sebentar.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
ikuti terus ya perjalanan Panji
like vote n komen ya