
...***...
"Tidak jauh dari sini, kalian akan menemukan goa tempat dimana si taring emas menjaga Kane Collection-nya," ucap si garang.
"Memangnya ada berapa Kane Collection yang dia jaga?" Tanya Jackson.
"Sebenarnya dia hanya menjaga satu Kane Collection, tapi karena keserakahannya dan teman-temannya. Dia sering memangsa penjaga lain dan menyimpan Kane Collection mereka dalam tubuhnya." Jelas kepala desa.
"Begitu rupanya… pantas saja yang semalam itu ada dalam perutnya."
"Baik, kami akan mengingatnya. Kalau begitu kami bertiga permisi." Smith berpamitan.
"Iya." Kepala desa itu tersenyum ke arah mereka bertiga.
Jackson, Joanna dan Smith lantas beranjak pergi meninggalkan mereka yang kini menatapnya pergi dari sana.
"Sampai jumpa lagi! Aku harap kita bisa bertemu lagi!" Teriak Poo dengan suara keras seraya melambaikan tangannya, Joanne balas melambaikan tangan ke arahnya.
"Hati-hati di jalan!" Teriak Lulu.
__ADS_1
"Kalau kalian melewati jalan ini lagi, jangan lupa untuk mampir!" Willy ikut berteriak.
Sejurus kemudian, mereka bertiga sudah tidak lagi terlihat dari pandangan mereka semua. Kini yang mereka lihat hanyalah jalanan kosong yang di hiasi oleh pohon dan tanaman yang begitu lebat.
"Aku akan merindukan waktu bersama mereka." Gumam Willy.
"Aku juga," sahut Lulu.
Poo beralih menatap liontin dalam genggamannya. "Ini sudah saatnya." Tuturnya pelan, perhatian semua orang beralih menatap beast itu yang kemudian menjatuhkan liontin dalam genggamannya hingga menyentuh tanah.
"Kami sudah tidak membutuhkanmu lagi." Poo menginjak liontin permata landak agung itu hingga benda itu pecah berhamburan menjadi beberapa bagian kecil, bersamaan dengan itu; asap dari kekuatannya menguap dan lenyap bersamaan dengan rusaknya liontin itu.
"Apakah ini tempat yang di maksud?" Jackson, Joanne dan Smith berdiri di depan sebuah goa besar yang begitu gelap. Ketiganya mendongak menatap goa itu.
"Sepertinya memang ini, lagipula tidak ada goa lagi yang kita temukan sepanjang perjalanan 'kan?" Joanne memperhatikan peta yang muncul pada layar sistemnya.
"Tunggu apa lagi? Ayo masuk." Smith melangkah masuk ke dalam goa bersama dengan Jackson dan Joanne. Dengan menggunakan kristal rusa tanduk cahaya, mereka melangkah masuk dan terus berjalan hingga tiba di dalam goa yang begitu gelap.
__ADS_1
"Dimana Kane Collection itu?" Jackson terus melangkah hingga mereka menemukan benda yang mereka cari.
"Itu dia…" Joanne tersenyum melihatnya, Kane Collection lain yang mereka cari.
Ketiganya cepat-cepat menghampiri Kane Collection itu dan memasukkannya ke dalam Collection room, menaruhnya bersama dengan koleksi mereka yang lain.
"Satu lagi selesai." Jackson tersenyum.
"Level kita bertambah," ucap Smith yang kini menatap layar sistemnya.
"Oh, kau benar." Joanne menyahut. "Tapi setelah aku perhatikan, tampaknya level kita ini naik berdasarkan seberapa banyak Kane Collection yang kita dapatkan bukankah begitu?" Joanne beralih memandang kedua rekannya.
"Tidak, lihat saja; Kane Collection yang kita dapatkan baru 6 karena pada level tersembunyi… kita tidak mendapatkan Kane Collection-nya. Jadi kalau kita perhitungkan lagi, level yang kita dapatkan itu berdasarkan tingkatan yang memang kita selesaikan." Kata Smith yang di angguki oleh Jackson di sampingnya.
"Sudahlah, lebih baik kita keluar dan lanjutkan perjalanan kita. Perjalanan kita masih sangat panjang untuk bisa menang," ujar Jackson mengalihkan pembicaraan.
"Ya, ayo pergi!" Joanne begitu berenergi. Mereka bertiga melangkah pergi keluar dari dalam goa itu.
...***...
__ADS_1