
...***...
"Argh!" Jackson menggerutu kesal. "Kenapa dia tidak pergi-pergi sejak kemarin?" Kesalnya seraya menatap ke arah Laurence yang sejak tadi hanya diam dan memainkan abu dari kayu bakar yang semalam mereka gunakan untuk menghangatkan diri dan membuat api unggun.
Si kakek tua menoleh ke arahnya. "Mungkin saja dia sedang tidak ingin," komentarnya datar.
Jackson mendelik, "ayolah lakukan sesuatu. Kalau seperti ini, bisa-bisa aku akan semakin mengulur waktu. Selain aku harus membawa Kane Collection yang di jaganya, aku juga harus mencari Joanne dan Smith."
"Memangnya apa yang bisa aku lakukan? Aku hanya roh penjaga biasa," kata Laurence seraya menoleh ke arahnya dengan wajah tak berdosa.
"Kau menyebalkan." Jackson duduk di tanah, wajahnya kesal dan kedua tangannya dilipat di dada seperti anak kecil yang merajuk pada ibunya gara-gara tidak di beri permen.
"Bukankah kau seharusnya menghadapi si elang? Tapi kenapa kau bersikap begitu pengecut dan memilih untuk menunggunya hingga pergi?" Ucapan Laurence berhasil membuat Jackson tertohok.
__ADS_1
"P-pengecut?" Ulangnya dengan wajah yang semakin kesal. Laurence menganggukkan kepala pelan.
"Memangnya kau tidak berani menghadapinya seorang diri?"
"Bukannya aku tidak berani. Hanya saja, aku cemas kalau energiku habis karena menghadapinya. Kalau aku sampai kalah, itu artinya aku akan mati dan tak bisa memenangkan permainan ini. Dan kalau aku tidak bisa menang, sama artinya dengan aku tidak bisa menyelamatkan Charis. Di tambah lagi, di dalam sana si elang tidak hanya sendiri. Apakah kau tidak lihat? Anaknya begitu banyak, dan semuanya sedang dalam masa pertumbuhan. Kalau aku menyerang mereka sendirian, yang ada aku kalah karena jumlah. Mereka bisa menyerang bersamaan, apalagi anak-anak burung yang dalam masa pertumbuhan bisa saja bersikap lebih agresif dibandingkan induknya." Jelas Jackson.
"Hm… mungkin apa yang kau ucapkan ada benarnya juga." Si kakek tua membenarkan. "Lalu apa rencanamu? Apakah kau akan tetap menunggu induknya hingga pergi mencari makanan untuk mereka?"
...*...
Joanne melangkah mengendap-endap hingga tiba di depan gerbang dimana Griffin itu berkumpul.
__ADS_1
Ia bersembunyi di dalam semak-semak yang ada di sana, mengintip sedikit guna memperhatikan keadaan dan memastikan sekeliling aman; sebelum akhirnya ia menyelundup masuk dan mengambil Kane Collection yang di jaga mereka seperti Instruksi yang harus ia selesaikan.
"Gara-gara mereka gagal menangkapku kemarin, sekarang tampaknya mereka membuat formasi penjagaan di depan gerbang." Gumam Joanne seraya terus memperhatikan pintu gerbang yang kini dihiasi oleh beberapa Griffin yang berjaga untuk memastikan tidak ada yang bisa masuk tanpa seizin mereka.
"Kalau begini caranya, aku harus mencari cara lain agar bisa masuk."
"Tapi… bagaimana?" Joanne terdiam sejenak, ia berusaha mencari cara agar bisa masuk tanpa diketahui oleh semua Griffin yang berjaga.
"Tampaknya akan sangat sulit… apalagi ada banyak yang berharga, selain di darat; mereka juga berjaga di udara." Joanne mendongak menatap beberapa Griffin yang melayang dan berputar-putar guna memastikan wilayahnya aman dari segala gangguan yang mungkin terjadi dari arah udara.
"Dalam situasi seperti ini, aku harus apa?"
...***...
__ADS_1