
...***...
"Menunggu dia kembali."
"Siapa yang kau maksud?" Tanya Joanne bingung, wajahnya menampakkan ketidakmengertian mengenai maksud dari ucapan Jackson barusan.
"Smith hilang." Jackson mendongak menatapnya.
"Apa?" Joanne membulatkan kedua matanya. "Bagaimana bisa?"
"Semalam aku terbangun dan mendapati dia yang sudah tidak ada di tempat tidurnya, aku berusaha mencarinya keluar sambil hendak buang air juga. Tapi ketika aku tiba di luar, aku melihatnya sedang bersama dengan seorang wanita. Wanita itu membawanya pergi menuju arah air terjun, aku sudah merasa ada yang tidak beres dan menghampirinya tapi dia malah mendorongku hingga aku terseret arus dan nyaris meninggal. Saat aku kembali, dia sudah tidak ada. Aku sudah mengeceknya, tapi aku tidak berhasil menemukannya." Jelas Jackson.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu." Sahut Jackson yang sudah tak memiliki energi untuk berpikir.
Joanne menatapnya, wajah pria itu mulai tampak pucat pasi dengan sekujur tubuh yang masih basah. Joanne berjongkok untuk memastikan, "kau baik-baik saja? Sepertinya kau sakit. Lebih baik kita kembali ke tenda dan pikirkan cara agar kita bisa menemukan Smith dan membawanya lagi. Ayo!" Joanne menarik tangannya. Jackson tak bergeming dan masih diam ditempatnya.
"Jackson! Apa yang kau lakukan, ayo bangun."
"Kita harus membantunya. Tidak mungkin kita biarkan dia gugur begitu saja, apalagi semalam kita sudah berjanji untuk berjuang bersama dan bekerjasama."
Di sana, Joanne menyalakan api unggun untuk mengeringkan tubuh Jackson. Mengecek kondisi tubuhnya yang suhunya mulai naik, pria itu terserang demam.
"Lepaskan pakaianmu, biar aku keringkan. Untuk sementara waktu, kau gunakan selimut untuk menutupi tubuhmu dan lebih baik kau beristirahat. Biar aku saja yang cari makan untuk kita sarapan kau harus fokus pada kondisi kesehatanmu." Joanne menyodorkan selimut yang semula dipakainya.
__ADS_1
Jackson beranjak bangun, melangkah ke dalam tendanya untuk melepaskan pakaiannya yang basah dan membalut tubuhnya dengan dua selimut.
Joanne menjemur pakaian Jackson di tali yang ada dan membiarkan sinar matahari mengeringkan semuanya. Sementara Jackson beristirahat di dalam tendanya, Joanne kini melangkah mencari sesuatu untuk mereka makan. Ia hendak mencari buah dan menangkap ikan agar bisa mereka santap.
...*...
Ia menggerakkan tubuhnya, mempercepat ritme naik turunnya hingga Smith melepaskan semua cairan itu dalam tubuhnya. Wanita itu terdiam sejenak merasakan seluruh energi segar yang di dapatkannya.
Ia menggerakkan tubuhnya, perlahan bibirnya menyambar bibir Smith dan menciumnya lebih dalam. Seluruh energinya mengalir mengisi tubuhnya. Wanita itu beranjak, melepaskan diri dari Smith yang mulai terpejam tanpa sehelai benangpun. Pria itu terlelap di atas ranjang tidur indah miliknya.
Wanita itu duduk di tepi, menatap tubuh indah Smith yang terpampang jelas di hadapannya. "Energimu benar-benar luar biasa, aku sangat menikmati setiap menitnya bersamamu," gumamnya pelan. "Kau akan menjadi milikku untuk selamanya." Wanita itu beranjak bangun dari tempat duduknya, mengenakan dress panjang ringan yang bagian atasnya terbuka, menampakkan kulit putihnya. Ia kemudian melangkah keluar dari dalam kamarnya, meninggalkan Smith yang kini masih terbaring disana.
...***...
__ADS_1