
...***...
"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Batin Joanne. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Semua Griffin yang ada di sana sudah bersiap untuk menyerangnya secara bersamaan.
"Aku harus tenang." Joanne mendadak merapal kalimat itu dalam benaknya. "Kalau aku panik, maka aku tidak akan bisa menemukan jalan keluar untuk masalahku." Pikirnya.
Joanne bergerak memasang kuda-kuda dan mempersiapkan diri untuk setiap serangan yang akan dilakukan oleh semua makhluk itu.
Joanne mengeluarkan pistolnya, menggenggam benda itu erat dan bersiap melindungi dirinya.
"Ternyata dia bersenjata." Satu Griffin berucap.
"Tak peduli dia bersenjata atau tidak, yang pasti jumlah kita lebih banyak dan dia tidak akan menang melawan kita semua." Yang lain menjawab.
"Aku harus tetap tenang." Batin Joanne lagi.
"Tunggu apa lagi! Serang!" Teriak Griffin tadi, mengomando semua Griffin yang ada di sana.
Mereka bergerak bersamaan, menyerang Joanne dari segala arah.
__ADS_1
Joanne tak diam saja dan spontan balik melawan mereka semua. Menembak satu persatu Griffin yang ada di hadapannya.
"Argh…" Joanne tersungkur, satu Griffin menyerangnya dari arah belakang.
Ia berada dalam posisi tengkurap di atas tanah tandus yang ada. Griffin lain mulai mendekat ke arahnya dan mulai menyerang.
"Aku takkan kalah begitu saja!" Pikirnya yang langsung bangkit dan menyerang mereka.
Kali ini Joanne tak hanya menembak mereka semua. Ia juga melakukan perlawanan secara fisik. Menendang, dan meninju mereka semua.
Walaupun tenaganya terbilang kecil, setidaknya itu mampu untuk menahan mereka sementara waktu.
Griffin itu balik menyerang Joanne dengan lebih brutal, mereka mencakar, mendorong dan memukulnya dengan kasar.
BRUKKK!!
Satu Griffin berhasil membuat Joanne jatuh untuk yang ke sekian kalinya. Joanne meringis kesakitan ketika tubuhnya menabrak tanah dengan sangat kasar.
"Menyerahlah! Kau takkan menang melawan kami semua!" Teriak satu Griffin. Joanne terdiam, pistolnya lepas dari genggaman tangannya; sementara tubuhnya yang berada di bawah; sudah di kepung semua Griffin yang ada.
__ADS_1
"Aku harus mencari cara agar bisa lari." Pikirnya.
...*...
Smith menghela napasnya panjang. Sekarang hanya tinggal dirinya yang tersisa di sana, sementara kedua rekannya menghilang di culik dua makhluk terbang yang melintas di sana.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? Siapa yang harus aku tolong lebih dulu?" Gumamnya dengan raut wajah kalut. Smith terdiam untuk waktu yang cukup lama, otaknya masih berusaha mencari cara agar bisa memilih diantara kedua rekannya, mana dulu yang akan ia selamatkan.
"Lebih baik sekarang aku pergi dari sini dan pikirkan caranya nanti. Malam hampir tiba. Akan aku lanjutkan pencarian besok pagi."
Smith beranjak dari tempatnya; ia melangkah pergi untuk mencari buah-buahan untuk santapan makan malamnya. Setelah itu, ia akan beristirahat agar besok bisa mencari kedua rekannya dengan lebih bertenaga.
...*...
Setelah menemukan semua buah yang semula dijatuhkan oleh Joanne, Smith lantas kembali ke tenda untuk beristirahat.
Ia menyalakan api unggun sebelum malam tiba, duduk di depannya seraya melamun; memikirkan cara agar bisa menyelamatkan kedua rekannya yang hilang dan di culik oleh makhluk asing yang melintas di sana.
__ADS_1
"Aku harus mencari cara agar bisa menolong mereka semua. Tapi bagaimana caranya?" Pikir Smith.
...***...