
...***...
Beast itu melangkah keluar dari dalam kamar mandi, berjalan kembali ke kamarnya. Namun atensinya beralih ketika ia melihat ada keganjilan yang terjadi pada ranjang yang di tempati oleh sahabatnya di seberang tempat tidurnya.
"Ada yang aneh," gumam beast bernama Lulu itu seraya berjalan me menghampiri ranjang tidur sahabatnya. "Poo." Panggilnya seraya mengguncang tubuh yang tergulung dalam selimutnya itu.
Tidak ada jawaban ataupun respon dari sahabatnya itu, hal itu membuatnya semakin curiga dan memutuskan untuk mengguncang tubuhnya lagi. Masih tidak ada. Baru untuk yang ke tiga kalinya, Lulu menyibak selimut yang menutupi tubuh sahabatnya itu. Ia begitu terkejut saat mendapati beast itu tak ada di tempatnya.
"Kemana dia? Kenapa tidak ada? Apakah jangan-jangan dia keluar?"
Lulu melangkah keluar dari dalam kamarnya untuk mencari Poo yang hilang dari tempatnya berada.
...*...
Jackson yang tengah berbincang dengan si kakek tua itu mendadak beralih fokus ketika secara tidak sengaja, ia mendengar suara langkah kaki dari arah kanannya.
Jackson menoleh, dari kegelapan yang dilihatnya; samar-samar ia dapat melihat bayangan yang bergerak menuju keluar desa dengan sesuatu yang berkilauan di tangannya.
__ADS_1
"Siapa itu?" Pikirnya.
"Apakah kau melihat bayangan yang baru saja lewat?" Tanya Jackson pada kakek tua itu.
"Bayangan? Dimana?" Si kakek tua itu mengerutkan kening, ia sama sekali tidak melihat apa-apa karena terlalu sibuk bermain dengan asap yang keluar dari jari telunjuknya.
"Ada sesuatu yang tidak beres, aku akan pergi lebih dulu. Lebih baik kau kembali." Kata Jackson.
"Baiklah." Si kakek tua kemudian menghilang dan masuk kembali ke tempat dimana ia menjaga semua Kane Collection-nya.
Jackson beranjak pergi dari tempatnya, melangkah mengikuti sosok yang dilihatnya.
"Ada yang tidak beres," ujar Jackson sembari terus melangkah.
...*...
"Aku merasa ada yang tidak beres," gumamnya yang kemudian mempercepat langkah kakinya menyisir setiap tempat yang mungkin di kunjung olehnya. Sialnya Lulu tak bisa menemukan sahabatnya di manapun.
Langkahnya mendadak berhenti ketika ia tiba di depan rumah kepala desa. Lulu menoleh ke arah pintu, dan mendapati pintunya terbuka sedikit.
__ADS_1
"Jangan-jangan…" Lulu bergegas berlari meninggalkan tempat itu.
...*...
Beast itu semakin mempercepat langkah kakinya keluar dari desa, berlari menuju keluar hutan agar bisa tiba di sungai.
Sinar malam bulan purnama tampak begitu jelas, membuat seisi hutan yang gelap berubah terang benderang.
Di belakangnya, Jackson berlari mengejar beast yang kini tampak jelas wujudnya. "Kenapa dia berlari?" Pikir Jackson. "Kemana dia akan pergi?"
Jackson terus berlari berusaha mengimbangi langkahnya yang begitu cepat.
Tanpa mereka sadari, dari balik kegelapan; di antara semak belukar dan pepohonan lebat yang tak terkena sinar bulan purnama. Sesuatu bersembunyi, mengintai mereka dengan mata keemasan yang menyala.
"Aku bisa merasakan aura pelindung itu hilang dari desa ini…" gumamnya pelan.
Makhluk itu hendak melangkah keluar dari dalam kegelapan, tapi begitu beast lain dilihatnya keluar dari dalam desa. Mendadak ia berhenti dan kembali ke tempat persembunyiannya.
Beast kali ini dilihatnya berlari dengan tergesa-gesa menuju arah kemana dua orang yang dilihatnya itu pergi.
__ADS_1
"Pergilah dengan waktu yang lama." Bisiknya.
...***...