
...***...
"Sepertinya aku harus pergi," ujar Laurence.
"Kenapa kau harus pergi?"
"Kalau aku tetap di sini dan si roh ilusi sampai tahu kalau aku bersama denganmu, dia akan semakin mempersulitmu untuk bisa mengambil Kane Collection yang di jaganya. Jadi lebih baik aku pergi dan bersembunyi agar dia tak mempersulitmu."
"Baiklah kalau begitu. Terima kasih karena sudah menemani dan membantuku."
"Bukan masalah." Laurence bergerak memutari Jackson sebelum akhirnya lenyap kembali ke tempatnya berada, menjaga Kane Collection di tempat yang seharusnya.
Jackson melanjutkan langkahnya, ia terus berjalan hingga tiba di ujung lorong. Di sana dirinya menemukan satu jalan lain yang berbelok ke arah kanan.
Jackson berhenti di tengah dan menatap ke arah dimana belokan itu dilihatnya.
__ADS_1
Jackson membulatkan kedua matanya ketika ia melihat cahaya yang bersinar di ujung jalan. Cahaya itu berasal dari Kane Collection yang melayang di tengah-tengah ruangan yang berada di ujung lorong yang dilihatnya.
"Itu dia," tuturnya pelan seraya tersenyum. Jackson melangkah hendak menghampiri tempat dimana Kane Collection itu berada, namun langkahnya mendadak terhenti saat secara tiba-tiba tanah tempatnya berpijak itu mulai bergetar dan terbelah menjadi dua.
Jackson terdiam di tempatnya, matanya semakin membulat ketika ia melihat apa yang terjadi dihadapannya.
Dinding yang ada di sekelilingnya bergerak secara perlahan, berubah dari posisi semula.
Tembok yang ada, kini berjejer dan bergerak membentuk sebuah labirin di hadapan Jackson. Membuatnya sama sekali tak bisa melihat keberadaan Kane Collection yang semula dilihatnya.
"Ini tidak bisa dibiarkan!" Jackson cepat-cepat berlari menuju arah labirin. Masuk ke dalam labirin yang gelap, berharap bisa mengambil Kane Collection yang tadi dilihatnya sebelum benda yang dicarinya itu lenyap dari pandangannya.
"Takkan aku biarkan kau lepas begitu saja!"
__ADS_1
...*...
"Ini…" Smith terdiam memandangi ukiran yang ada di dinding. Ukiran itu membentuk sebuah pola unik, terdapat beberapa lambang berbeda. Yang satu adalah gambar seorang manusia dengan bagian tubuh yang hitam seperti siluet, kemudian tanda bangunan yang kalau di ingat-ingat lagi seperti bangunan labirin dewa-dewi yang tampak dari depan, selanjutnya ada sebuah benda berbentuk seperti mutiara dalam kerang, lalu ada tujuh benda lain yang Smith artikan sebagai Kane Collection yang tersimpan di dalam sana.
"Ini semua adalah hal yang berada di dalam labirin ini," gumamnya pelan. Smith terdiam masih memandangi dinding itu lekat.
"Tapi apa ini?" Smith menoleh ke arah lain dimana ukiran berbeda menggambarkan sebuah pola aneh.
Ada tujuh tempat dengan entahlah, ada isyarat dengan lambang seperti air, kemudian labirin yang jika dilihat dari atas, lalu senjata, dan lain sebagainya.
"Apa maksud dari semua ini?" Smith berusaha mengartikan setiap lambang yang dilihatnya kali ini, namun cukup sulit baginya untuk mengerti. Terlebih lagi, lambang-lambang itu terlalu abstrak untuk diartikan.
Smith memperhatikan bagian lain, kali ini ada sebuah gambar yang melambangkan manusia dengan perwujudan yang berbeda dari sebelumnya.
"Kenapa bagian ini begitu kotor?" Smith mengusap pelan dinding guna menghapus debu yang menutupi gambar yang dipandangnya. Tapi begitu tangannya secara tidak sengaja menyentuh gambar, mendadak terjadi sesuatu.
__ADS_1
...***...