
...***...
"Maaf, putriku menyela…" ucap kepala desa itu sembari mengalihkan pandangannya pada Jackson, Joanne dan Smith. "Taring emas itu adalah harimau yang selama bertahun-tahun tinggal berdampingan dengan kami, namun kami tidak pernah hidup damai karena mereka selalu berusaha untuk membunuh satu persatu anggota kami. Dulunya, bahkan beast village ini adalah desa yang besar dan penuh di padati oleh penduduk, tapi karena harimau itu tak pernah mau berdamai dengan kami; dia selalu membunuh satu persatu orang di desa ini. Hingga hanya tersisa sedikit. Semenjak saat itu, kami kaum beast selalu berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar bisa menghindar. Tapi kami selalu di temukan mereka." Beast itu terdiam berusaha mengambil napasnya sejenak sebelum kembali bercerita.
Jackson, Joanne dan Smith hanya diam dan mendengarkan penjelasannya dengan seksama. "Setelah kejadian itu, kami jadi tidak bisa hidup tenang dan damai. Kami selalu diliputi rasa takut dan cemas kalau-kalau si taring emas itu kembali dan memangsa kami semua. Sampai suatu ketika, saat mereka berhasil menemukan kami semua dan mengobrak-abrik sebagai besar desa… di saat itulah dia muncul." Kepala desa itu tersenyum, memori otaknya kini di paksa untuk mengingat apa yang pernah mereka alami, pertemuan mereka dengan seorang wanita cantik yang berani dan dengan gagahnya mengalahkan semua harimau yang ada hingga hanya menyisakan beberapa ekor saja.
"Dia?" Ulang Joanne menggaris bawahi kata 'dia' yang di ucapkan si jantan itu.
__ADS_1
"Siapa yang kau maksud dengan dia?" Tanya Jackson.
"Apakah sebelumnya pernah ada orang lain yang berkunjung kemari sebelum kami?" Smith ikut bertanya.
"Iya, ada." Si betina dengan pita merah muda itu mewakili.
"Benarkah? Siapa?"
"Laki-laki? Aku rasa bukan." Katanya seraya menggelengkan kepalanya pelan. Jackson, Joanne dan Smith tertegun dibuatnya.
__ADS_1
"Dia seorang perempuan cantik dengan tubuh tinggi semampai, rambutnya panjang terikat satu ke belakang, kulitnya putih, perawakannya seksi, dengan mata yang indah dan suara yang merdu. Tapi tatapannya ketika melawan musuh sangat mematikan. Bahkan saat kau berbohong dan di tatap curiga olehnya saja sudah cukup untuk membuatmu gemetar ketakutan. Lalu orangnya terlihat seperti orang yang dingin dan cuek, tapi dia orang yang ramah dan hangat apalagi dia sangat mengerti akan artinya kasih sayang." Jelasnya panjang lebar.
"Perempuan? Bagaimana mungkin? Bukankah hantu penjaga itu berkata kalau orang yang telah membawa Kane Collection yang di jaganya adalah seorang pria? Tapi kalau dia memang orang yang sama, seharusnya dia melewati desa ini 'kan?" Pikir Jackson, entah kenapa semua ini jadi terasa aneh baginya; pun kedua rekannya yang kini menoleh padanya serentak.
"Apa yang perempuan itu lakukan?" Tanya Smith.
"Wanita itu adalah orang yang telah menyelamatkan kami dari serangan si taring emas itu, dan dia juga yang sudah memberikan kami liontin itu untuk menjaga desa kami." Kepala desa kembali tersadar dari lamunannya.
"Wanita itu bilang kalungnya terbuat dari permata landak agung. Permata itu berasal dari tubuh landak agung yang tinggal di goa yang letaknya berada di seberang sungai. Permata itu memiliki kemampuan untuk menghipnotis siapapun yang melihatnya." Si betina menimpali ucapan ayahnya.
__ADS_1
"Landak agung? Goa seberang sungai? Dimana?"
...***...