Play To Win

Play To Win
Level 54 - Kau iri?


__ADS_3

...***...


"Ini asli," ucap Jackson pada Smith setelah menggigit benda itu guna memastikan keasliannya.


"Benarkah?" Smith meraih dan menggenggamnya. Beratnya sudah berhasil membuatnya yakin.


"Sepertinya ini adalah hari keberuntunganku karena menemukan ini." Joanne meraih benda itu dari tangan Smith dan menggenggamnya, memandangi sejenak sebelum kemudian mencium benda itu berulang kali.


"Sebaiknya kau tidak membawa benda itu, dan kau taruh kembali ke tempatnya. Takutnya ada orang lain yang mencari benda itu." Kata Smith. Joanne mendelik ke arahnya.


"Astaga, jangan membual. Tidak mungkin ada orang yang memiliki benda ini. Jelas-jelas aku melihat benda ini dibuang seseorang ke sungai. Jadi tidak mungkin ada yang memilikinya, lagipula ini hutan. Siapa yang mendiami tengah hutan seperti ini? Bilang saja kalau kau iri padaku, kan?" Ketusnya.


"Aku bukan iri padamu, tapi… ah sudahlah lupakan. Terserah kau saja, aku tidak ingin berdebat." Smith berbalik melangkah lebih dulu kemudian di ikuti oleh Jackson dan Joanne di belakangnya.

__ADS_1


Joanne berjalan dengan ceria, ia kemudian memasukkan benda itu ke dalam kantong pakaian yang di kenakan olehnya.



...*...


"Astaga, lalu dimana kau menjatuhkannya! Kalau putri sampai tahu, dia pasti akan sangat marah padamu Poo." Ucapnya dengan wajah kesal, ia terus melangkah mengikuti temannya yang berdiri di depan. Kepala dan pandangannya tak henti mengedar, mencari benda itu di sekitar sana.


"Diamlah! Jangan membuatku takut, lebih baik kau bantu aku cari dan jangan hanya mengomeliku saja! Lama-lama aku jadi geram padamu." Sahut yang satu kesal.


"Aku tidak menemukannya di manapun, bagaimana sekarang?" Ucapnya yang semakin cemas.


"Setelah dari sini, kau pergi kemana lagi? Mungkin saja benda itu jatuh di tempat lain."

__ADS_1


"Sebentar, coba aku ingat-ingat." Tuturnya yang kemudian terdiam, berusaha mengingat-ingat kemana saja ia pergi seharian ini dengan mengenakan kalung putri kepala desa yang di pinjamnya secara diam-diam. "Oh, kalau tidak salah aku pergi ke sungai."


"Sungai?"


"Iya. Setelah dari sini, aku memutuskan untuk mencari ikan sambil membawa air untuk memasak. Maka dari itu aku pergi ke sungai, sebelum itu juga aku pergi ke sungai untuk mencuci bajuku."


"Kalau begitu ayo pergi ke sungai." Tuturnya sembari menarik lengan berbulu temannya itu menuju arah sungai yang letaknya tak terlalu jauh dari tempat mereka berada.


Tiba di sungai, langkah keduanya mendadak berhenti saat mendengar suara tiga orang yang tengah berbicara di seberang sungai.


Cepat-cepat yang satu menarik temannya untuk bersembunyi diantara rumput liar setinggi betis itu dan mengintip.


"Apa yang kau lakukan? Kita tidak memiliki waktu untuk bermain, sebentar lagi putri akan pulang dan aku bisa dimarahi kalau tidak menemukan kalung itu tepat waktu!" Kesal yang satu.

__ADS_1


"Ssttt… diam Poo! Lihat itu!" Ucapnya menaruh telunjuknya di depan bibir kemudian menunjuk ke arah tiga orang dewasa yang dilihatnya. Salah satu diantara mereka adalah gadis remaja cantik.


...***...


__ADS_2