Play To Win

Play To Win
Level 56 - Liontin


__ADS_3

...***...


"Berikan benda itu!" Ucapnya dengan raut wajah garang. Joanne dan kedua rekannya dibuat bingung dengan maksud dari ucapan beast itu.


"Benda apa yang dia maksud?" Bisik Joanne pada Jackson yang berdiri lebih dekat dengannya.


"Kenapa kau tanya padaku? Kau kira aku tahu?" Jackson membalikkan pertanyaannya.


"Aku kira mereka meminta kalung yang kau pungut." Smith berbicara tanpa menoleh.


"Apa? Tidak mungkin, kau masih saja membual. Tidak mungkin monster seperti mereka mengenakan benda seperti itu, lihat saja tubuh berbulu mereka." Joanne memperhatikan salah satu diantaranya.


"Cepat berikan!" Bentak beast itu lagi dengan raut wajah kesal. Smith dan Jackson mengencangkan cengkraman mereka pada pistol dalam genggamannya.


__ADS_1


"Apa yang kalian maksud?!" Balas Jackson akhirnya.


"Liontin!" Salah satu beast keluar dari kerumunan, perawakannya lebih kecil dan tampak seperti seorang wanita yang mengenakan rok pendek selutut.


"L-liontin apa yang kalian maksud? Kami tidak tahu apa-apa!" Sahut Joanne.


"Kalian menolak melakukan semuanya dengan baik-baik, terpaksa kami harus melakukan kekerasan agar kalian mau memberikannya." Mereka semua melangkah bersamaan, semakin membuat ruang gerak Jackson dan kedua rekannya itu semakin sedikit.


"Berhenti di sana! Kami bersenjata!" Jackson memperingatkan.


Mereka semakin mendekat, cepat-cepat Joanne mengambil tindakan, menembakkan pistol laser ditangannya pada salah satu beast yang ada. Tapi ia dibuat terkejut ketika melihat beast itu sama sekali tak terluka.


"A-apa yang terjadi…" Joanne mulai panik. Jackson dan Smith masih terdiam di dekatnya, beberapa beast menghampiri mereka; berdiri tepat di hadapannya dan dalam satu kali pukulan. Ketiganya langsung jatuh dalam keadaan tak sadarkan diri.


...*...

__ADS_1


Gelap. Joanne tak bisa melihat hal lain selain kegelapan di sekelilingnya. Ia meringis kesakitan ketika kedua lengannya bergesekan dengan sesuatu semacam tali yang bagian permukaannya begitu kasar.


"Apa yang terjadi?" Batinnya. Ia kembali berusaha bergerak, tapi pergerakannya malah membuat tubuhnya terasa sakit. Ia perlahan mulai sadar tubuhnya terikat dengan punggungnya yang ditempelkan dengan sebuah tiang besar dibelakangnya, bagian matanya di tutup dengan menggunakan kain berwarna hitam dan mulutnya disumpal dengan entah apa, tapi dari teksturnya seperti gumpalan kain yang dibentuk menjadi bola dan diikat dengan karet. Lalu dibalut dengan kain lain yang bagian belakangnya diikat kencang.


Joanne tak bisa bergerak, berteriak, apalagi melihat. Ia benar-benar tidak tahu apa yang telah mereka perbuat pada dirinya. Ditambah lagi, dimana Jackson dan Smith?


Joanne mulai panik, ia terus memberontak. Tapi sialnya, ikatan itu malah semakin mengikat tubuhnya erat.


"Astaga, apa yang terjadi? Apa yang akan mereka lakukan? Kenapa aku di ikat seperti ini?" Joanne menjerit dalam batinnya.


"Dasar pembohong ulung. Ternyata kau sudah sadar!" Satu beast terdengar berbicara samar-samar, menarik penutup matanya itu dengan kasar; membuat Joanne dalam seketika bisa melihatnya dengan jelas.


Seorang beast bertubuh tinggi, wajah penuh bulu dengan postur tubuh seorang pria berbalutkan baju yang tampak seperti baju prajurit, berdiri dihadapannya sembari mengeluarkan smirk-nya.


Joanne menajamkan tatapannya. Menatap tak bersahabat pada beast di hadapannya itu. Perhatian Joanne beralih pada arah lain, lebih tepatnya pada beast yang kini terduduk di salah satu teras rumah yang terbuat dari kayu itu. Duduk memperhatikan liontin.

__ADS_1


...***...


__ADS_2