Play To Win

Play To Win
Level 144 - Tergelincir


__ADS_3

...***...


Jackson berlari keluar dari dalam goa, si elang bergerak mengikutinya dari arah belakang.


Tiba di luar, Jackson menghentikan langkah kakinya; mencari jalan agar dirinya bisa turun dari atas sana.


"Kau tidak akan bisa melarikan diri dari tempat ini!" Si elang menatapnya tajam.


Jackson menodongkan pistolnya ke arah si elang yang berada tepat di hadapannya.


"Sial! Aku harus mencari cara agar bisa turun dari sini secepatnya. Tapi bagaimana? Kemana?" Batinnya.


"Menyerahlah dan kembalikan semua Kane Collection-ku!"


"Tidak akan!" Teriak Jackson.


"Keras kepala!" Si elang menyerangnya, dengan paruh panjang dan cakarnya. Ia menyerang Jackson berulang kali.


Jackson bergerak menghindari setiap serangannya, ia berguling ke arah lain.


Jackson tak tinggal diam, ia balik menyerang si elang dan pistolnya. Ia menembaknya berulang kali, tapi serangannya selalu berakhir gagal. Elang itu sama sekali tak tergores sedikit pun.

__ADS_1


Si elang mulai bergerak, ia terbang rendah; mematuk Jackson berulang kali dari atas. Sesekali ia mencakarnya.


Jackson berusaha untuk menghindar, ia berlari menuju arah yang di rasa aman. Tapi bukannya selamat, Jackson malah nyaris terjatuh dari atas tebing.



Ia terpojok. Jackson kini berada di ujung tebing, satu serangan lagi saja dari si elang, maka akan membuatnya tergelincir jatuh ke bawah sana dan tewas dalam sekejap.


"Sial, aku terpojok. Aku harus memikirkan cara lain agar bisa selamat." Batinnya. Jackson menoleh ke belakang, tebingnya begitu tinggi dan curam.


GLUP!


Ia menelan ludahnya susah payah. Jackson kembali menatap si elang, tangannya terangkat. Menodongkan benda itu ke arah si elang yang tengah berusaha menyerangnya.


"Tidak akan!" Jackson berkeras. Ia mulai bergerak menembak si elang berulang kali, menembak bagian sayapnya kemudian kepala dan matanya.


Begitu si elang kesulitan melihatnya, Jackson segera mengambil ancang-ancang.


Ia merangkak turun dari tebing, secara perlahan. Tidak ada cara lain, tidak ada daratan lain selain tebing itu dan jalan satu-satunya untuk bisa turun hanyalah dengan memanjat perlahan-lahan.


Jackson berdoa berulang kali, tubuhnya membatu terasa berat. Kakinya gemetar, pun tangannya yang kini berpegangan pada batu yang ada.

__ADS_1


"Selamatkan aku Tuhan…" inner-nya seraya terus bergerak secara perlahan walaupun terasa berat.


Jackson mendongak, di lihatnya si elang mulai terbang pergi dari sana. Bergerak menuju arahnya dan berulang kali berusaha menjatuhkan Jackson.


Beberapa kali Jackson nyaris terjatuh dari atas tebing gara-gara si elang yang terus berusaha menjatuhkannya.


"Sial!" Jackson menggerutu kesal. Tubuhnya masih tergantung di atas tebing.


"Kalau aku jatuh, bisa-bisa aku mati." Gumamnya.


"Kau takkan pernah bisa lolos dariku!" Si elang terus menggunakan cakarnya untuk menyerang Jackson.


Jackson menghindarinya dengan bergerak turun. Sesekali ia menembak si elang dengan pistolnya.


"Keras kepala!" Si elang menyerangnya lagi.


Kali ini dalam satu kali gerakan cakarnya, Jackson nyaris terjatuh. Satu pegangannya lepas, membuat Jackson bergelantungan dengan satu tangan.


"Argh…" Jantungnya nyaris saja copot akibat apa yang baru saja terjadi. Jackson berusaha mencari pegangan lain, tapi si elang malah terus berusaha menyerangnya.


Jackson menggunakan pistolnya untuk menjauhkan di elang darinya. Elang menyerang dengan cakarnya, dan berhasil membuat Jackson tergelincir jatuh dari atas sana.

__ADS_1


"AAAAA!!!" Teriaknya, sementara tubuhnya terus jatuh.


...***...


__ADS_2