Play To Win

Play To Win
Level 89 - Kepala desa


__ADS_3

...***...


"Kepala desa!" Teriak beast itu sekali lagi seraya menggedor-gedor pintu rumah kepala desanya. Setelah beberapa kali menggedor rumahnya, ia akhirnya berhasil membangunkan kepala desanya itu dan keluar dari dalam rumahnya.


"Ada apa, kenapa kau teriak-teriak?" Tanyanya yang tampak kesal karena tidurnya diganggu.


"Pak kepala, gawat! Aku melihat ketiga pengembara itu pergi menuju ruang persembunyian kita!" Ucapnya panik.


"Apa kau bilang?" Kepala desa itu terkejut bukan main. "Kau sungguh-sungguh?"


"Benar pak kepala, aku melihat mereka masuk ke dalam sana."


"Untuk apa mereka pergi ke sana."


"Aku rasa mereka hendak mencuri sesuatu dari kita!"


"Ini tidak bisa di biarkan! Aku akan mengeceknya! Panggil kepala polisi dan perintahkan dia untuk segera ikut denganku!" Titahnya pada beast itu.


"Baik, pak kepala." Beast itu beranjak cepat dari tempatnya berada. Pergi untuk menjalankan perintah yang diberikan oleh kepala desanya.

__ADS_1


Sementara itu, kepala desa yang baru saja bangun tidur itu cepat-cepat pergi ke tempat dimana ketiga pengembara yang dimaksud itu berada.



...*...


Jackson dan Smith memasukkan kristal rusa tanduk cahaya itu ke dalam dadanya, membuat benda itu menyatu dengan tubuh mereka dan dalam sekejap tubuh mereka berdua bersinar dalam kegelapan yang menyelimuti lorong.


Mereka berdua melangkah terus semakin ke dalam. Si sepanjang sisi kiri dan kanan mereka dihiasi oleh kristal yang bersinar.


Jackson yang berjalan berdampingan dengan Smith lalu meraih satu kristal yang kemudian mereka gunakan sebagai penerangan di depan.


Keduanya tiba di ruangan yang diisi Joanne. Gadis di dalam sana tersentak kaget begitu mendapati kedua rekannya berdiri di ambang pintu.


"Jackson, Smith…" Joanne tak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


Kedua rekannya itu melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut dan menghampiri Joanne.


"Kenapa kalian disini?" Tanya Joanne.

__ADS_1


"Tentu saja karena kau tidak ada di dalam kamar. Kenapa kau bergerak gegabah? Apakah kau tidak tahu kalau ini akan membuat kita berada dalam masalah?" Kata Jackson.


"Aku tahu… tapi aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, maka dari itu aku putuskan untuk bergerak sendiri tanpa kalian. Karena aku tidak ingin kalian jadi berada dalam masalah karena aku. Rencananya aku hanya akan membawa ini tanpa sepengetahuan kalian lalu mengajak kalian pergi tanpa kalian tahu aku sudah membawa ini." Jelas Joanne.


"Tapi ini tetap saja akan membuat kita berada dalam masalah." Smith tidak bisa membenarkan tindakan dari rekannya yang termuda ini. Ia bergerak terlalu tergesa-gesa dan tidak bisa bersabar sedikit lagi saja.


"Aku tahu tapi—"


"Apa yang kalian lakukan di dalam sini!" Mendadak perhatian ketiganya beralih saat suara kepala desa mereka dengar dari arah pintu masuk. Mereka menoleh spontan ke arah datangnya suara dan mendapati beast itu yang kini berdiri di ambang pintu dengan raut wajah emosi.


Jackson dan kedua rekannya membulatkan kedua mata mereka, terkejut dengan kedatangan kepala desa yang secara tiba-tiba itu.


"K-kepala desa…" Joanne menatapnya nyaris tanpa berkedip.


Beast itu melangkah masuk ke dalam ruangan itu, dan bersamaan dengan itu; tak lama si garang dengan beberapa anak buahnya datang dan ikut masuk ke dalam sana.


Jackson, Joanne dan Smith bangun spontan, ketiganya berhadapan dengan kepala desa.


...***...

__ADS_1


__ADS_2