Play To Win

Play To Win
Level 155 - Suara aneh


__ADS_3

...***...


"Jackson… Smith…" Joanne mulai panik. Ia terus melangkah, kesana-kemari untuk mencari keberadaan kedua rekannya yang secara tiba-tiba raib entah kemana.


"Tidak ada… kemana mereka?"


"Kenapa mereka tidak ada dimana-mana?"


"Aku sudah mencari kesana-kemari, tapi kenapa mereka tidak ada? Bukankah terakhir kali mereka ada di sini?" Joanne terdiam di tempat semula ia datang.


Joanne masih ingat betul, tepat beberapa menit yang lalu; mereka masih bersama di ruangan yang di tempatinya saat ini. Tapi hanya dalam hitungan menit, kedua rekannya sudah hilang dari pandangannya.


"Apakah jangan-jangan mereka meninggalkan aku?" Gumamnya pelan seraya berusaha untuk tenang.


"Aku harus mencari mereka." Joanne beranjak dari tempatnya, melangkah menuju arah jalan semula ia datang bersama teman-temannya.


...*...


Smith masih terdiam memandangi ukiran yang ada pada dinding. Entah kenapa, tapi ia yakin sejak awal, ukiran di sepanjang dinding itu memiliki sebuah makna tersembunyi yang dapat membantu mereka.


"Teman-teman, sepertinya kita bisa menemukan jalan keluar kalau kita bisa—" Smith menoleh. Ucapannya terpotong ketika ia mendapati tempatnya berada itu kosong.


"Teman-teman?"


Smith beranjak bangun dari tempat duduknya, matanya mendengar menatap ke sekeliling berusaha mencari keberadaan Jackson dan Joanne yang mendadak hilang dari tempat semula.

__ADS_1


"Jackson…?"


"Joanne…?"


Smith melangkah menghampiri satu persatu lorong yang mungkin di lewati mereka. Tapi ketiganya tak dapat ia temukan.


"Kemana mereka pergi? Kenapa mereka tiba-tiba menghilang? Apakah mereka sudah pergi lebih dulu?"


Berbagai pertanyaan muncul di benak Smith. Pria itu mulai kembali melangkah, mencaritahu kemana kedua rekannya pergi dan menghilang secara tiba-tiba.



...*...


"Aku yakin, baru beberapa detik yang lalu mereka berada di sini. Tapi kenapa mereka mendadak hilang?" Jackson bergumam pelan, otaknya masih berusaha mencerna setiap kejadian yang sedang dialaminya.


Ia terus melangkah, berusaha memastikan kembali dimana kedua rekannya.


"Mereka benar-benar hilang." Jackson bergumam pelan, ia sudah berjalan cukup lama sejak tadi mencari keberadaan kedua rekannya namun tak kunjung ia temukan.


"Ada yang tidak beres dengan tempat ini."


Jackson terdiam sejenak, matanya mengedar menatap ke sekeliling; bangunan tua yang ditempatinya terasa aneh.


"Aku harus menemukan mereka berdua agar kita bisa keluar dari sini dan menemukan Kane Collection yang kita cari."

__ADS_1


Jackson kembali melangkah, melanjutkan pencariannya.


...*...


"Kalau tidak salah, mereka bertiga tadi kemari."


Pria itu melangkah menuju ruangan yang semula di datangi, Jackson, Joanne, dan Smith.


Tiba di sana, ia tidak melihat siapa-siapa kecuali ruangan kosong yang hanya dihuni dirinya.


"Aneh, kenapa mereka tidak ada di sini?"


"Apakah jangan-jangan mereka pergi ke tempat lain?"


Pria itu melangkah menuju salah satu lorong yang ada di sana. Langkahnya tiba-tiba terhenti ketika secara tiba-tiba ia mendengar sesuatu yang bergerak dari arah belakangnya.


Si manusia burung berhenti. Ia menoleh ke belakang untuk memastikan.


"Suara apa tadi?" Gumamnya pelan. Dahinya berkerut menatap ke arah dimana ia datang. Tak ada apapun di sana, namun ia yakin betul kalau ada sesuatu yang tadi bergerak tepat di belakangnya.


"Tidak ada apa-apa."


"Mungkinkah hanya perasaanku saja?" Gumamnya pelan, terus menatap ke belakang.


...***...

__ADS_1


__ADS_2