
...***...
"Kemana dia? Kenapa dia belum kembali juga?" Smith terdiam. Ia baru saja selesai mendirikan tenda, dan kini dirinya sedang menunggu Joanne yang tak kunjung kembali sepulang membawa buah-buahan untuk mereka makan malam.
"Apakah dia tersesat? Ada baiknya aku mencarinya, takutnya dia tersesat." Smith melangkah pergi dari sana untuk mencari Joanne yang tak kunjung kembali dari mencari buah-buahan.
...*...
"Ini benar-benar emas asli," ujar Joanne seraya tersenyum memandangi emas dalam genggamannya. Tapi secara tiba-tiba tanpa peringatan lebih dulu, seekor makhluk terbang bergerak secepat kilat menyambar emas dalam genggamannya.
"Hey!" Joanne tersentak kaget. Bergegas ia berbalik mengejar makhluk itu hingga semua buah-buahan yang di bawanya berjatuhan di tanah.
Joanne terus mengejar hingga tanpa sadar ia lari menuju tebing. "Berhenti kau!" Teriak Joanne seraya terus berlari. Suaranya yang kencang berhasil terdengar sampai telinga Smith yang berada tak jauh dari tempat kejadian.
Smith yang mendengar suara Joanne bergegas mempercepat langkahnya mengejar gadis itu.
Joanne terus berlari hingga tiba di dekat tebing. Saat sadar di depan sana ada tebing; bergegas gadis itu melompat dan menarik ekor makhluk yang baru saja membawa emasnya secara paksa.
__ADS_1
"Kena kau!" Teriak Joanne seraya tersenyum, tangannya berhasil mencengkram ekor makhluk itu.
Ia tertegun begitu menyadari dirinya mengapung di udara, di bawah sana jurang yang begitu tinggi dapat dilihatnya dengan sangat jelas.
"KYAAA!!!" Joanne berteriak ketakutan, ia spontan mengeratkan pegangannya pada ekor makhluk itu.
"Joanne!" Smith berteriak.
"Smith! Tolong aku!!" Teriak Joanne pada Smith yang masih mencari keberadaannya. Belum sempat Smith menemukan asal suaranya, makhluk itu sudah bergerak membawa Joanne pergi dari sana.
"Joanne kau dimana?" Teriak Smith seraya terus melangkah mencari asal suara yang di dengarnya.
Smith refleks berlari mengikuti asal suara, hingga tiba di tebing. Ia begitu terkejut saat melihat Joanne yang kini di bawa terang menjauh oleh makhluk aneh berekor panjang.
"Joanne!!!" Smith hanya mampu berteriak tanpa bisa meraihnya, tubuh Joanne sudah berada jauh dari jangkauannya.
Makhluk itu terus membawa Joanne dari sana, hingga hilang dari pandangannya.
"Argh!" Smith kesal jadinya. Sekarang bukan hanya Jackson yang menghilang di culik makhluk terbang, tapi Joanne juga. Sekarang Smith sendirian.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan?" Gumamnya pelan dengan wajah kalut.
...*...
"Di sini?" Tanya Jackson pada si kakek tua Laurence.
"Yap." Laurence menganggukkan kepalanya. Mereka baru saja tiba di tempat yang di tunjukkan Laurence yang tak lain adalah tempat dimana Jackson di bawa oleh si elang.
"Ini adalah tempat dimana aku jatuh tadi, tapi dimana sarangnya? Aku tidak melihatnya sama sekali."
"Di sana." Laurence menunjuk ke arah tebing yang menjulang tinggi entah mencapai berapa meter ke atas.
"Mana?" Jackson tak melihatnya.
"Di balik tebing ini, ada tempat rahasia di balik sana. Dan kau akan melihatnya setelah kau masuk ke dalam sana." Jelas Laurence.
"Tapi bagaimana caranya agar aku bisa masuk?"
"Kita tunggu hingga si elang kembali dan masuk ke dalam sarangnya. Dia akan kembali tak lama lagi. Biasanya dia pulang berburu pada sore menjelang senja. Tapi agar si elang tidak tahu kita membuntutinya masuk ke dalam, maka kita harus bersembunyi." Jelas Laurence padanya.
__ADS_1
...***...