Play To Win

Play To Win
Level 53 - Kalung


__ADS_3

...***...


Jackson dan kedua rekannya memutuskan untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan yang cukup panjang menuju keluar dari dalam hutan, ketiganya berhenti di dekat sungai yang letaknya jauh dari tempat semula mereka melanjutkan perjalanan.


"Aku benar-benar lelah," gumam Joanne yang kemudian merebahkan tubuhnya di atas tanah berumput yang tingginya mencapai betis.


"Sudah seberapa jauh kita melangkah? Kenapa kita tidak kunjung menemukan tempat dimana level berikutnya berada?" Jackson menatap layar sistem yang muncul dihadapannya, sudah sangat jauh mereka melangkah. Namun mereka tak kunjung menemukan keberadaan tempat dimana level berikutnya berada.


"Aku juga tidak tahu." Joanne menyahut.


"Apakah kalian menyadari sesuatu?" Tanya Smith yang sejak tadi hanya diam tak menghiraukan kedua rekannya itu. Joanne dan Jackson menoleh bersamaan.


"Maksudmu?" Joanne mengerutkan keningnya, ia tidak mengerti dengan apa yang dia maksud dengan 'tidak menyadari sesuatu'.


__ADS_1


"Apa yang tidak kami sadari?" Jackson meminta penjelasan yang serupa dengan Joanne.


"Kita sudah melewati level 4." Smith beralih mendongak kedua rekannya.


"Huh? Benarkah?"


"Darimana kau tahu?" Tanya Jackson.


"Kalian tidak lihat bagian bawah peta?" Ucap Smith. Kedua rekannya bergegas mengecek layar sistem mereka, angka dibagian bawahnya menunjukkan kalau mereka sudah melewati level ke-4 dan sekarang mereka sudah akan memasuki level 5.


"Jadi level yang kita lewati tadi terhitung sebagai level 4?" Joanne mengingat-ingat, dan benar saja. Mereka sudah mengumpulkan 3 Kane Collection dan kehilangan 1 Kane Collection, kalau semuanya di gabung. Maka jumlahnya 4, itu berarti level mereka semakin naik tanpa mereka sadari.


"Iya."


"Tapi omong-omong sebelum pergi, aku ingin minum dulu." Joanne beranjak bangun dari tempat duduknya, ia menghampiri sungai. Berdiri di atas batu pijakan yang ada di sana dan berjongkok untuk meraih air yang tampak sangat jernih itu lalu meminumnya.

__ADS_1


"Aku juga haus." Jackson dan Smith menghampiri sungai dan ikut minum di sana.


Perhatian Joanne yang sedang minum dalam seketika tersita ketika ia secara tidak sengaja melihat Kilauan dari dalam air.


"Benda apa ini?" Gumamnya pelan seraya mengulurkan tangannya masuk ke dalam air dan meraih benda yang tampak seperti kalung permata itu. Joanne mengangkatnya di udara dan menatapnya. "Benar-benar indah," gumamnya pelan menatap kalung yang kini berbentuk hati dengan bagian permata berwarna putih yang begitu indah. Bagian rantainya terbuat dari perak, dan permata yang di genggamnya benar-benar adalah permata asli, bahkan bobotnya saja benar-benar berat.


"Apakah ini asli?" Gumamnya memperhatikan lebih detail lagi. Joanne kemudian menggigitnya, dan benar. Itu asli.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Jackson tiba-tiba membuyarkan konsentrasinya. Ia menoleh spontan ke arah pria yang kini berdiri di tepi sungai bersama Smith dan bersiap untuk pergi.


"Jackson, Smith! Lihat apa yang aku temukan!" Joanne bergerak menghampiri mereka dengan kalung tersebut di tangannya. Tiba di hadapan kedua rekannya, ia berhenti dan memperlihatkan hasil temuannya.


"Aku menemukan kalung indah," katanya sembari tersenyum.


"Kau mendapatkan ini dari mana?" Jackson meraihnya dan memperhatikan benda itu dengan teliti.

__ADS_1


"Aku tidak sengaja menemukannya di sana." Joanne menjelaskan. Jackson yang memegangnya lalu memastikannya.


...***...


__ADS_2