
...***...
Beast yang ada di sana hanya menatap mereka dengan raut wajah bingung melihat tingkah aneh mereka. "Apa yang kalian lakukan?" Tanya beast garang di hadapan Joanne. Gadis itu tak menghiraukan pertanyaannya dan melanjutkan membaca tulisan yang berada di layar sistemnya.
...____________________...
...• Lihat misi [✓]...
Menemukan liontin yang tampak menawan membuatmu terpikat dan berpikir untuk menyimpannya, tapi ketamakan membawamu menuju petaka.
Tertangkap oleh sekawanan beast yang tak lain adalah pemilik dari liontin itu, kini nyawa kalian terancam bahaya.
Misi yang harus kalian selesaikan di level ini:
Yakinkan beast bahkan kalian bukankah orang jahat yang hendak membunuh mereka atau mengambil harta mereka.
Setelah berhasil membuat mereka yakin, bertemanlah dengan mereka dan dekati mereka.
__ADS_1
Bermalam dan habiskan banyak waktu bersama mereka.
Untuk bisa mengambil Kane Collection yang mereka miliki, maka kalian harus membuat mereka yakin kalau kalian layak memilikinya.
Note: jangan sampai kalian kehilangan kepercayaan dari mereka, karena satu kali saja kalian salah melangkah; maka kalian akan berakhir mati.
∆ Clue: untuk bisa mengambil hatinya, maka kau harus membuktikannya. Mendapatkan apa yang kalian inginkan, sama artinya dengan harus merelakan apa yang kalian miliki.
...____________________...
"Apa yang sedang kalian lakukan?! Kenapa pertanyaan ku tidak kalian jawab!" Pekiknya.
Joanne terdiam sejenak, mengingat isi dari quest baru yang muncul membuatnya tersenyum simpul. "Quest kali ini cukup mudah, aku hanya perlu meyakinkan mereka kalau aku dan teman-teman ku bukanlah orang yang hendak membunuh mereka." Pikirnya.
"Jawab!" Beast itu kembali berteriak.
"Oh astaga, apakah kau tidak bisa tenang?" Joanne menyahutnya dengan santai. Jackson dan Smith menoleh serentak pada Joanne yang berada di sana.
__ADS_1
Beast itu semakin terlihat kesal dengan ucapan Joanne.
"Kami diam karena kami kelaparan." Kata Joanne. Semua yang ada di sana membulatkan kedua matanya, terkejut dengan ucapan Joanne.
Pikiran gadis itu entah kenapa kali ini berpikir cepat, tampaknya ia sudah mulai bisa bersikap tenang dalam menghadapi segala situasi.
"L-lapar?" Beast itu mengulang.
"Iya. Kami kelaparan, maka dari itu kami terdiam. Kami belum sempat makan siang, jadi kami tidak bisa menjawab pertanyaan kalian kalau kami kelaparan. Kalau kau ingin, aku dan teman-temanku menjawab semua pertanyaan mu. Maka berikan kami makan siang, setelah itu kita lanjut bicara. Apakah kalian memiliki buah-buahan atau semacamnya? Ikan barang kali?" Ucap Joanne.
Beast itu melongo, kedua matanya membulat sedangkan mulutnya menganga terbuka sempura.
Begitu juga dengan Jackson dan Smith yang tak habis pikir dengan isi pikiran dari si yang termuda ini. "Tampaknya dia ingin menggali kuburan untuk dirinya sendiri," pikir Jackson.
"Oh tidak, aku tidak ingin ikan. Selama beberapa hari ini aku dan teman-teman ku memakan ikan. Hm… bagaimana dengan ayam? Apakah di hutan ada ayam?" Joanne bergumul sendiri. "Ah, atau mungkin daging kelinci? Aku selalu ingin tahu rasanya…" gumamnya pelan. Okay, kali ini gadis itu mengoceh seperti anak kecil polos yang tidak tahu apa-apa.
"Ah, bagaimana kalau daging rusa saja? Tubuhnya lebih besar daripada kelinci. Tapi apakah rasanya enak?" Gumamnya lagi.
__ADS_1
...***...