
...***...
Joanne tercekat, apa yang dilihatnya di depan sana adalah sesuatu yang benar-benar lebih menjijikkan dari yang ia bayangkan sebelumnya.
"Smith… jangan katakan kalau itu adalah si ular hitam raksasa yang di sebutkan dalam misi, 'kan…?" Joanne menelan saliva-nya susah payah.
Smith yang berdiri di sampingnya tampak diam dan memperhatikan ular yang tengah diam di tempatnya dengan posisi tubuh melingkar. Pria itu tak bergerak sama halnya dengan Joanne yang tampak jijik.
"Sepertinya itu memang dia," sahut Smith.
Ular hitam dengan ukuran nyaris seperti ular terbesar di dunia, tengah terbaring dengan posisi tubuh melingkar di hadapan Smith dan Joanne.
Pada bagian kepala ular itu terdapat sesuatu seperti kristal berwarna merah yang berkilauan. Sisiknya begitu pekat, dan berkilau. Lalu pada bagian matanya; pupilnya berwana hitam pekat. Lebih gelap dibandingkan dengan tubuhnya.
"Kenapa dia tidak bergerak?" Tanya Joanne yang sedikit mendekat ke arah Smith yang berada di dekatnya. Ular itu tampak terdiam dengan mata terbuka, tapi sama sekali tidak bergerak. Joanne tak bisa melihat makhluk itu berusaha untuk menyerang atau menelan mereka berdua.
Smith masih memperhatikan makhluk besar dihadapannya. Wajahnya tampak tenang, tak tampak sedikit pun rasa takut dari wajahnya.
__ADS_1
"Dia sedang tidur." Kata Smith.
"Apa?" Joanne beradu pandang dengannya. "Kau buta? Lihat! Matanya terbuka." Joanne menunjuk ke arah kedua mata ular itu.
"Bagaimana mungkin kau berasumsi kalau dia tertidur?" Joanne tak habis pikir.
"Apakah kau tidak tahu kalau ular memang selalu tidur dengan mata terbuka? Itu karena bagian kulit atas yang seharusnya menutup mata mereka ketika tertidur itu berwarna transparan, jadi ketika ular tertidur pupil matanya akan tetap terlihat." Jelas Smith.
"Benarkah? Kau tahu darimana?"
"Aku memiliki ular di rumah."
"Begitulah. Sekarang yang terpenting, kita cari Kane Collection yang kita cari dan segera pergi meninggalkan dia sebelum dia bangun dan membuat kita menjadi batu."
"Tapi Kane Collection yang kita cari ada dalam tubuhnya, ingat?"
"Ku benar juga… itu artinya akan sangat sulit untuk mengambil Kane Collection-nya tanpa membuatnya bangun."
__ADS_1
"Lalu sekarang apa?" Joanne menatapnya penuh tanya, Smith terdiam sejenak berusaha untuk mencari cara agar mereka bisa membawa Kane Collection itu dan pergi secepatnya.
...*...
Jackson terus melangkah, hingga ia menemukan sebuah ruangan yang letaknya begitu jauh dari tempatnya jatuh tadi.
Di ruangan itu, ia melihat banyak sekali telur besar yang berkumpul di sepanjang lorong yang di lewati olehnya.
Jackson mengedarkan pandangannya dan terus melangkah. "Telur apa ini?"
Pria itu menghampiri satu telur, mengetuknya perlahan kemudian mendengarkannya dengan cara menempelkan telinga pada telur yang di dekatinya. Telur itu merespon, Jackson tersentak kaget begitu mendapati benda itu bergerak.
"Telur apa sebenarnya ini? Kenapa ada begitu banyak?" Jackson kembali melanjutkan perjalanannya, melangkah semakin dalam. Dan semakin jauh ia melangkah; semakin banyak pula telur yang dilihatnya.
Jackson tiba di sudut ruangan, di sana terdapat sebuah tempat yang di kelilingi oleh begitu banyak telur yang bersembunyi diantara setumpuk harta yang berkilauan. Di bagian tengah telur; terdapat sesuatu yang tersimpan bagaikan trofi piala yang seakan-akan merupakan benda yang lebih berharga dibandingkan telur dan harta lain yang ada di dalam ruangan itu.
__ADS_1
...***...