Play To Win

Play To Win
Level 145 - Manusia burung


__ADS_3

...***...


Si elang terbang turun mengikuti Jackson dan berusaha untuk menangkap tumbuhnya dengan paruh dan cakarnya.


Jackson terus menghindar seiring dengan tubuhnya yang terus melayang jatuh ke bawah sana.


Jackson memutar tubuhnya ke arah lain guna menghindari cakar si elang.


"Aku tidak boleh mati!" Pikirnya.


Jackson merentangkan kedua tangannya, berhadap ada sesuatu yang tak sengaja tertangkap oleh kedua tangannya ketika ia terjatuh.


Tubuhnya terus melayang, semakin rendah ke bawah sana. Si elang masih terus bergerak berusaha menangkap tubuhnya yang semakin terjun ke bawah sana.


BRUKKK!!


Jackson merasakan tubuhnya berhenti jatuh. Bersamaan dengan itu, ia tak sadarkan diri seketika begitu tubuhnya mendarat pada permukaan yang tidak rata.


__ADS_1


...*...


Smith berhasil menemukan ruangan rahasia yang letaknya jauh dari keramaian orang-orang yang tinggal di dalam istana.


Ia melangkah mengecek satu persatu ruangan yang ada, guna mencari keberadaan Kane Collection yang di darinya.


Smith tak sadar kalau sejak tadi di manusia burung terus saja mengikuti dan mengawasinya hingga tiba di dalam ruangan yang ia tempati saat ini.


Smith merekahkan senyumannya ketika ia berhasil menemukan Kane Collection yang dicarinya sejak tadi.


"Akhirnya, aku menemukanmu." Gumamnya pelan. Smith meraih benda itu dan hendak menyimpannya, tapi si manusia burung cepat-cepat menghentikan aksinya.


Pintu itu di dorongnya dengan keras, hal itu membuat Smith spontan terkejut dan refleks menoleh ke arah datangnya suara.


"Berhenti di sana! Dasar kau, pencuri!" Teriaknya.


Smith diam tak bersuara. Ia menatap pria itu dengan tatapan tak kalah tajam.


Pria itu melangkah ke arah Smith secara perlahan. "Siapa kau? Dan kenapa kau bisa masuk ke dalam sini?"

__ADS_1


Smith mengeluarkan pistolnya, menggenggam benda itu erat untuk berjaga-jaga.


"Sepertinya pria ini, bukanlah pria biasa. Aku harus berhati-hati," batinnya.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku!" Sahut Smith. "Lebih baik, kau pergi dari sini dan jangan ikut campur dalam urusanku!"


"Tentu saja aku harus ikut campur, apalagi kau baru saja hendak mencuri di tempat kekasihku. Apalagi… barang yang kau curi adalah barang yang tidak seharusnya di temukan oleh orang lain."


"Kekasih? Itu berarti si peri adalah kekasihnya? Ini akan sangat merepotkan, lebih baik aku simpan dulu Kane Collection-nya setelah itu memikirkan cara untuk melawannya." Pikir Smith. Pria itu beralih fokus pada Kane Collection yang ada di dekatnya. Meraih benda itu dan hendak menyimpannya.


"Tidak akan semudah itu kau mencuri di sini!" Si manusia burung bergerak, mengibaskan tangannya yang dalam seketika mengeluarkan pisau tajam dari bagian lengannya.


Smith yang melihat itu spontan merunduk untuk menghindar, ia terkejut bukan main melihat apa yang baru saja terjadi.


Smith cepat-cepat memasukkan Kane Collection itu pada sistemnya, menaruhnya agar tak bisa di ambil oleh si manusia burung.


Smith bangun, ia menoleh ke arah beberapa pisau yang tertancap di dinding. Pisau itu berbentuk seperti bulu burung tapi dengan tekstur yang lebih tajam dan lebih keras.


"Ternyata kau bisa semudah itu menghindari seranganku. Takkan aku biarkan kau lolos!" Si manusia burung berlari kearah Smith dan bersiap untuk menyerangnya.

__ADS_1


Smith bergerak tak tinggal diam. Tangannya terangkat menembaknya.


...***...


__ADS_2