Play To Win

Play To Win
Level 39 - Rencana


__ADS_3

...***...


Tangan wanita itu bergerak, mengusap pipi Smith; terus turun hingga mengusap dada bidangnya yang terekspos dihadapannya. Ia menelan saliva-nya susah payah, menyentuh dadanya saja bahkan sudah membuat jantungnya bergetar. Smith adalah santapan yang benar-benar nikmat. "Yang aku inginkan darimu adalah energimu…" wanita itu menempelkan telapak tangannya pada dada Smith.


Smith menepisnya cepat, ia benar-benar tidak nyaman dengan situasi ini. Walaupun bagian bawahnya menegang saat merasakan setiap sentuhannya, tapi Smith tidak memiliki waktu untuk ini. Ia harus pergi dan berjuang membebaskan Kay dari dunia ini.


"Siapa kau sebenarnya?! Kenapa kau menginginkan energiku?"


"Tidak penting aku siapa, yang pasti… aku memilihmu karena kau adalah pria yang tepat. Bahkan kristal jiwaku juga memilihmu sebagai pemilik barunya."


Smith mencengkram pergelangan tangan wanita itu erat. "Aku tidak memiliki waktu untuk hal konyol seperti ini! Aku harus pergi dan menyelamatkan sepupuku!" Smith berusaha untuk bangkit dari tempat pembaringannya.


"Kau tidak akan bisa pergi dari sini, karena satu langkah saja kau keluar dari istanaku… maka kau akan mati."

__ADS_1



...*...


BRAKK!!


Wanita itu membuka pintu ruangannya dengan raut wajah panik, cepat-cepat ia menghampiri meja yang ada di sana dan membuka beberapa berkas yang berada di atas meja lalu membacanya.


"Jika pria itu memang adalah pria dengan jiwa elemen air, itu berarti yang terjadi selama ini bukan aku yang menyerap energinya, tapi dia yang malah menyerap energiku." Wanita itu tampak pucat.


"Itu berarti… waktuku tidak banyak, sebelum tengah malam nanti… sebelum bulan purnama berada di posisi yang tepat, aku harus secepatnya menemukan tubuh lain sebagai gantinya."


...*...

__ADS_1


Malam ketiga, perjalanan Joanna dan Jackson terhambat karena Smith yang hilang sudah hampir memasuki tiga hari lamanya. Ketika malam tiba, Jackson dan Joanna sudah mempersiapkan diri untuk menjalankan rencana yang telah mereka susun.


Jackson melangkah keluar dari dalam tendanya, melangkah menyusuri sungai hingga ia tiba di dekat air terjun dan menemukan wanita yang sama yang kemarin malam ia temui. Wanita itu menghampiri Jackson lagi, mendekat ke arahnya dan mendaratkan kecupan di bibirnya. Wanita itu lalu menuntun langkah Jackson yang telah berada dalam pengaruh hipnotisnya, menuntunnya menuju sungai dan berjalan menuju arah air terjun yang ada di sana.


Joanne yang melihat itu bergegas bersiap, ia menelan pil yang dapat membuatnya bernapas dalam air dan cepat-cepat menceburkan diri ke dalam air. Ia berenang dan mengikuti kemana arah tali yang teringat pada tubuh Jackson mengarah.


Joanne terperangah begitu ia berada di dalam dasar air sungai di balik air terjun yang ternyata memiliki kedalaman yang diluar dugaannya.


"Tempat apa ini? Kenapa ada tempat seperti ini di dalam sungai ini?" Joanne bergumam pelan, matanya mendengar ke sekeliling. Dasar laut yang dilihatnya tampak seperti sebuah pedesaan seperti di film-film fantasi mengenai kerajaan-kerajaan bawah laut yang pernah dilihatnya.


Joanne terus berenang mengikuti tali itu yang kini mengarah menuju istana megah yang dilihatnya.


"Kerajaan? Apakah jangan-jangan Smith selama ini berada di dalam sana?" Pikirnya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2