
...***...
Smith menggigit bagian penutup suntikannya, menarik benda itu hingga lepas kemudian menyuntikan cairan dalam suntikannya ke tubuhnya.
Cairan itu di dorongnya masuk sepenuhnya hingga suntikannya benar-benar yang kosong.
Smith terdiam, ia dapat merasakan tubuhnya mulai sedikit membaik. Ia menghela nafasnya lega, kali ini ia berhasil mengatasi dirinya yang nyaris berubah menjadi zombie.
"Ternyata… sudah 14 hari, ya…" gumamnya pelan menatapi suntikan dalam genggamannya.
"Sampai kapan aku akan begini?" Pikirnya.
Smith beralih pandang pada jendela yang berada dekat dengan ranjang tempatnya terbaring. Ia menatap ke luar sana, memandangi bulan yang tampak sangat jelas.
"Untungnya, aku memiliki obat dari Joanne. Walaupun hanya bekerja selama 14 hari, tapi setidaknya itu membantuku bertahan…"
Smith mengubah pandangannya, menatap ke arah dimana kedua rekannya terbaring. Raut wajahnya berubah dalam sekejap saat mendapati Joanne yang raib dari tempat pembaringannya.
__ADS_1
Smith bangun untuk memastikan, ia menghampiri ranjang Joanne dan memeriksa. Benar saja, di tempat itu tak ada siapa-siapa. Hanya ada bantal bulu angsa yang di masukkan ke dalam selimut.
Smith menghampiri kamar mandi mereka dan mengetuk pintunya, namun tidak ada jawaban sama sekali. Ia mendorong dan mengecek bagian dalam, tidak ada siapa-siapa di dalam sana.
Smith berusaha untuk tenang. Ia segera menghampiri Jackson dan membangunkannya untuk memberitahu kalau Joanne hilang dari tempatnya.
"Lalu kemana dia pergi?" Jackson panik jadinya apalagi setelah ia mengecek pintu kamar mereka yang terkini dari arah dalam, menandakan gadis itu keluar lewat jendela kamar mereka. Jackson takut Joanne melakukan sesuatu yang dapat membuat mereka berada dalam masalah.
"Ayo kita cari dia!" Smith bangun dari tempat duduknya.
Selesai bersiap, mereka berdua segera keluar dari dalam kamar lewat jendela agar tidak ada yang menyadari kalau mereka juga menghilang.
Jackson dan Smith segera melangkah menuju tempat yang di tunjukkan oleh Joanne beberapa waktu lalu, mereka bergegas pergi ke sana.
Begitu tiba di sana, mereka mendapati pintu bangunan itu yang terbuka dan mereka semakin yakin kalau Joanne berada di dalamnya.
Mereka melangkah masuk ke dalam sana, tapi tanpa mereka sadari ada satu beast yang secara tak sengaja menyaksikan mereka masuk ke dalam sana.
__ADS_1
"Aku harus melaporkan ini!" Ujar beast itu yang segera berlari menuju arah rumah kepala desa untuk memberitahukan kalau mereka bertiga masuk ke dalam ruang rahasia yang seharusnya tidak boleh mereka kunjungi.
...*...
Joanne masuk ke dalam ruangan yang beberapa waktu lalu dilihatnya ketika kepala desa berada di dalam dan menggenggam kotak berisi Kane Collection yang dicarinya.
Dengan tubuh bersinar karena kristal rusa tanduk cahaya, ia segera mendorong pintu itu dan masuk ke dalamnya.
Tiba di dalam, Joanne segera mencari kotak itu. Dengan bantuan owl glasses, ia mencarinya di dalam kegelapan yang menyelimuti seisi ruangan yang memang tampak sengaja tidak diberikan penerangan agar tidak ada yang tahu mengenai isi di dalam ruangan itu.
Joanne melihat liontin yang beberapa waktu lalu di perebutkan tersimpan dalam kotak kayu berlapis kaca, tapi ketika ia melihatnya; ia bersikap biasa seolah liontin itu tak semenarik sebelum pertama kali ia melihatnya.
"Itu dia." Joanne menghampiri kotak berisi Kane Collection yang dicarinya.
...***...
__ADS_1