Play To Win

Play To Win
Level 125 - Mendaki


__ADS_3

...***...


"Semoga ini bisa mengantarkan kita hingga ke tepi sana," tutur Smith yang kini berdiri di tepi danau dan mendorong rakit kecil yang telah mereka buat dari beberapa dahan pohon yang berhasil mereka temukan.


"Apakah ini kuat untuk menopang tubuh kita berdua? Sepertinya tidak akan bisa," kata Joanne yang tampak ragu menatap rakit yang telah mereka buat itu.


"Pasti bisa. Ayo naik." Smith melangkah ke atas rakit lebih dulu. Setelah berhasil berdiri di sana, Smith lalu mengulurkan tangannya untuk membantu Joanne yang masih di tepi.


"Ayo naik, tidak apa-apa," ucapnya. Joanne dengan ragu melangkah secara perlahan ke atas rakit yang mereka buat. Setelah berhasil naik, Joanne mulai merasa lega karena ternyata memang kuat untuk menopang tubuh mereka berdua.


"Ternyata memang kuat," gumam Joanne.


"Sudah aku bilang. Sekarang bantu aku mendayung." Smith menyodorkan satu batang pohon pada Joanne. Gadis itu meraihnya lalu mencengkeram benda itu erat, sejurus kemudian mereka mulai mendayung agar bisa tiba di seberang danau yang mereka lewati.


Tiba di seberang, mereka berdua segera turun dari rakit.


"Sekarang bagaimana? Apakah kau memiliki rencana?" Joanne menatap Smith.

__ADS_1


"Kita naik ke atas sana dan kita cari elang itu." Smith menunjuk gunung yang ada di hadapannya.


"Bagaimana kalau dia ternyata tidak ada di sana?"


"Kita akan terus mencarinya, aku yakin elang itu membawa Jackson tak jauh dari sini." Smith melangkah dengan di ikuti oleh Joanne dari arah belakangnya.



...*...


"Dimana dia menyimpan Kane Collection yang dijaganya?" Jackson terus melangkah. Sudah hampir berjam-jam lamanya ia mencari di sekeliling tempatnya berada, tapi ia tak kunjung menemukan tempat si elang menyembunyikan Kane Collection-nya.


"Yang lebih membuatku heran, kenapa dia membawaku kemari padahal tidak ada apa-apa di sini? Dimana sarangnya?"


Jackson berhenti sejenak. "Benar! Mungkin dengan aku menemukan sarangnya, aku akan bisa mendapatkan apa yang aku cari."


Jackson mempercepat langkah kakinya, berusaha untuk menemukan sarang burung elang.

__ADS_1


...*...


"Hahh… hahh… hahh…"


Joanne merebahkan tubuhnya di tanah begitu ia berhasil mencapai atas tebing. Nafasnya tersengal-sengal, rasa lelah menggelayuti tubuhnya dengan keringat yang mengucur deras membasahi sekujur tubuhnya.


Smith kini berdiri tak jauh dari sana. Matanya mengedar menatap sekeliling guna mencari keberadaan sarang elang yang mereka tuju.


"B-bisakah kita beristirahat sebentar?" Gumam Joanne yang berusaha mengatur nafasnya yang tak beraturan.


Sudah berjam-jam mereka mendaki dari bawah sana, dan mereka baru saja tiba di setengah gunung.


"Kita tidak punya waktu. Kalau terus mengulur waktu, bisa-bisa malam tiba." Smith tak menemukan keberadaan sarang itu sama sekali.


Joanne mengubah posisinya jadi tengkurap. "Aku heran kenapa kau bisa begitu kuat untuk mendaki sejauh ini? Padahal gunung ini sangat tinggi, aku saja bahkan sudah lelah hanya baru mendaki sampai sini…" tutur Joanne.


"Dulu, aku dan Kay terbiasa mendaki bersama. Kami juga sering berolahraga wall climbing." Jelasnya.

__ADS_1


"Pantas saja kau begitu kuat." Joanne bangun dengan sedikit tertatih, ia lalu menghampiri Smith disana.


...***...


__ADS_2