
...***...
"Perjalanan kita masih sangat panjang untuk menuju kebahagiaan yang kita cari," gumam Smith. Joanne dan Jackson menoleh serentak ke arahnya lalu terdiam membenarkan ucapannya.
"Kau benar," kata Joanne.
Ketiganya tiba-tiba saja terdiam, membuat suasana begitu hening dan terasa canggung. Mereka jadi sibuk dengan pemikiran masing-masing, sementara mereka melepas penat di sana. Tanpa mereka sadari matahari telah turun secara perlahan dari singgasananya, bergerak menuju ufuk barat untuk berganti peran dengan bulan.
Hari sudah mulai gelap, dan perjalanan mereka masih sangat jauh. Perut Joanne tiba-tiba saja berbunyi, membuat perhatian kedua rekannya itu beralih padanya. Joanne terkekeh pelan saat mendengar perutnya berbunyi dan memecah keheningan yang selama beberapa saat menyelimuti mereka.
"Aku lapar, hehe…" Joanne menampilkan deretan gigi putihnya.
"Kami mengerti kau lapar karena kami juga merasakan hal yang sama." Sahut Jackson.
__ADS_1
"Hari sudah mulai gelap, lebih baik sekarang kita bergegas mencari tempat untuk beristirahat. Kita dirikan tenda dan buat api unggun, setelah itu kita cari makan agar kita memiliki tenaga." Smith beranjak bangun dari tempat duduknya. Joanne dan Jackson lalu ikut bangun begitu mendengar ucapannya.
Smith menyalakan layar sistemnya dan melihat peta, setelah mengecek dimana tempat mereka berada. Mereka segera pergi menuju tempat dimana selanjutnya mereka akan menghadapi rintangan mereka.
Mereka bertiga terus berjalan hingga tiba di tepi hutan, di dekat sungai yang deras mereka semua berkumpul dan mendirikan sebuah tenda yang terbuat dari kain yang Joanne dapat dari set medisnya. Selain itu ia juga mendapatkan beberapa selimut yang dapat mereka gunakan.
Selesai mendirikan tenda dan membuat tempat untuk api unggun, Smith lalu pergi ke sungai di dekat mereka mendirikan tenda. Ia hendak menangkap ikan agar mereka bisa menikmati makan malam bersama.
Malam akhirnya tiba, Jackson telah membuat api unggun untuk mereka sementara Smith telah membuatkan ikan bakar dari hasil tangkapannya. Mereka bertiga makan di bawah langit malam yang di penuhi dengan gemerlap cahaya bintang yang bersanding dengan bulan purnama yang begitu indah, terlihat begitu jelas dari tempat mereka berada.
Suara hening alam berpadu menjadi satu dengan suara air sungai yang terus mengalir di dekat mereka.
__ADS_1
Joanne melahap ikan bakar buatan Smith. "W-wah… ikannya benar-benar enak, walaupun tidak menggunakan bumbu apa-apa tapi kenapa bisa ada rasanya?" Joanne menatap Smith dengan raut wajah terkesan.
"Entah kenapa tapi tempat ini benar-benar aneh, karena bagian sungainya yang mengalir adalah air asin laut, sedangkan bagian air terjunnya justru adalah air tawar." Smith menjelaskan.
"Benarkah?"
"Iya, dan aku baru sadar setelah Smith mengatakan kalau air sungai itu memiliki jenis yang berbeda dengan air terjunnya. Dan saat aku cicipi, memang benar. Rasanya asin pada air sungainya, sementara air terjunnya terasa seperti air tawar yang begitu segar." Jackson menimpali.
"Pantas saja ikannya memiliki rasa yang gurih. Tapi yang membuatku suka adalah tekstur dari ikannya yang kering dan renyah." Joanne kembali melahap ikannya.
"Dia benar, kau begitu hebat membakarnya. Bagaimana bisa?" Jackson menatap Smith yang sibuk membakar ikan.
...***...
__ADS_1