
...***...
"Apakah kalian tahu? Aku mendapatkan julukan taring emas bukan tanpa alasan, tapi karena setiap mangsa yang sudah berada dalam terkamanku, tidak akan bisa membebaskan diri." Harimau itu menatap tajam Smith yang masih berusaha menahan rasa sakitnya. Smith beralih pandangan, ia berusaha untuk meraih pistolnya yang tergeletak di tanah. Namun sialnya terlalu jauh dan ia tidak bisa mengambilnya.
"Sekarang kau sudah berada dalam terkamanku, kau tidak akan bisa lepas dariku." Harimau itu bergerak menuju Smith, berlari dan melompat untuk menikmati tubuhnya. Tapi tanpa aba-aba lebih dulu cahaya laser melintas ke arah wajahnya membuat perhatian harimau itu beralih ke arah datangnya laser itu.
"Kau tidak akan bisa melakukan itu pada rekanku!" Joanne bangun tertatih. Ia menggenggam erat pistolnya dengan kedua tangan.
Harimau itu beralih ke arah yang kini sudah berhasil melawan rasa takutnya.
"Ternyata kau masih berani untuk bangun dan melawanku, padahal beberapa menit yang lalu kau tampak begitu ketakutan."
Harimau dengan julukan taring emas itu melangkah menghampiri Joanne. Tapi garis itu cepat-cepat menyerangnya berulang kali dengan pistol di tangannya, hal itu membuat Smith bisa dengan mudah mengambil pistolnya dan menyerang makhluk itu secara bersamaan.
Harimau itu mulai kebingungan harus melawan yang mana lebih dulu, keduanya melawan secara bersamaan di tambah lagi tembakan dari segala arah membuat langkahnya terhenti.
__ADS_1
"Teman-teman!" Seseorang berteriak kencang membuat fokus Joanne dan Smith pecah seketika. Keduanya refleks menoleh ke arah datangnya suara dan mendapati Willy yang baru saja tiba.
Melihat keduanya lengah, harimau itu menggunakan kesempatannya. Menyerang Willy yang berada tepat tak jauh dari tempatnya berada dan hendak menerkamnya.
Willy berteriak, tubuhnya dihimpit keras oleh harimau di atasnya. Willy gemetar ketakutan dan terus meminta tolong. Joanne dan Smith menyerang harimau itu bersamaan dan berusaha menghentikan aksinya menerkam beast itu. Mereka menembakkan laser itu tepat ke arah wajah harimau tersebut, membuatnya tak bisa fokus untuk menggigit Willy yang ada dibawahnya, ditambah lagi Willy yang terus meronta semakin mempersulitnya.
...*...
"Kau!" Beast itu menatap Jackson.
"Kau, apa yang terjadi?" Jackson langsung mengalihkan pembicaraan.
"Terjadi kekacauan di desa, liontin itu hilang dan kami mendapatkan kunjungan tidak enak dari si taring emas."
__ADS_1
"Apa?" Jackson mulai panik. "Lalu dimana semua orang? Dimana kedua temanku?"
"Semua orang berada di ruang rahasia, tapi kedua rekanmu sedang berusaha melawan si taring emas itu."
"Astaga, kita harus menolong mereka!"
"Aku tidak memiliki banyak waktu, aku harus menemukan liontin itu agar si taring emas bisa pergi dari desa ini, selain itu; aku juga harus menemukan beast lain yang hilang." Jelas si garang.
"Beast? Aku melihat mereka. Kulihat tadi mereka membawa liontin itu bersama mereka."
"Apa?" Si garang melotot mendengarnya. "Dimana sekarang?"
"Itu mereka!" Jackson menunjuk ke arah dua beast yang dilihatnya membawa liontin itu, mereka sudah semakin dekat ke arah desa.
"Poo, Lulu? Jadi mereka yang membawanya." Si garang terlihat marah, cepat-cepat ia berlari menuju arah mereka dengan di ikut oleh Jackson.
__ADS_1
...***...