
...***...
Malam semakin larut, dan hutan semakin tenang. Hanya suara air yang mengalir yang dapat terdengar. Joanne tidur di satu tenda berbeda dengan Jackson dan Smith. Sementara kedua pria itu tidur di tempat yang sama.
Ketika malam semakin tenang, Smith terusik hingga bangun dari tidurnya saat ia tiba-tiba ingin buang air kecil. Ia bangun, terduduk sejenak guna mengumpulkan seluruh kesadarannya hingga benar-benar 100%. Setelah benar-benar sadar, ia melangkah keluar dari dalam tenda dan berjalan menyusuri sungai; sedikit menjauh dari tempat dimana mereka mendirikan tenda agar ia bisa buang air dengan tenang.
Belum sempat ia melakukan tujuannya, lebih dulu atensinya disita oleh kehadiran sosok yang tengah berendam di dalam air tanpa menggunakan busana.
"Joanne?" Gumam Smith pelan saat menyadari sosok itu perempuan, rambut panjangnya tergerai. Kulit putihnya tampak bersinar di bawah cahaya bulan purnama malam, dan rambutnya tampak indah ketika air terjun di bawahnya membasahi seluruh tubuhnya.
Wanita itu berendam dengan posisi membelakangi Smith, setengah tubuhnya berada di dalam air. Membuat Smith hanya bisa melihat tubuhnya dari pinggang hingga kepalanya saja.
"Kenapa dia mandi tengah malam begini?" Gumam Smith, ia masih tidak percaya dengan yang dilihatnya. Smith berjalan menghampirinya untuk bertanya. "Joanne!" Panggilnya, tapi begitu wanita itu menoleh; Smith terkejut karena itu bukanlah Joanne.
__ADS_1
Dia seorang wanita dengan paras cantik, bak seorang bidadari yang turun dari khayangan dan tengah membasuh tubuhnya di air sungai.
Smith terpaku ditempatnya, kecantikannya menghipnotisnya. Ia tak bisa bergerak sama sekali, dan matanya tak berkedip menatap wanita itu.
Ia tersenyum ke arah Smith, bergerak perlahan menuju tepi sungai dan menghampirinya tanpa sehelai benangpun yang terpasang di tubuhnya.
Smith menelan saliva-nya susah payah, ia menegang ketika tubuh polosnya terekspos begitu jelas di hadapannya.
Wanita itu melangkah menghampirinya, merapatkan tubuhnya ke arah Smith hingga kedua gunung itu menabrak dada bidangnya.
Smith masih berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi, hingga wanita itu menghentikan kecupannya dan menatapnya intens.
"Sekarang kau milikku… tampan," gumamnya.
__ADS_1
Wanita itu meraih tangan Smith, menggenggamnya lalu menuntunnya menuju sungai. Smith hanya berjalan mengikuti langkahnya, hingga air merendam tubuhnya.
Wanita itu membawanya menuju air terjun yang langsung membuat kemeja yang dikenakan olehnya itu basah dalam sekejap.
Ia menuntunnya untuk masuk diantara derasnya air yang jatuh. Smith tak menolak dan terus berjalan bersamanya. Mendadak Jackson menepuk pundaknya berusaha membawanya keluar dari air.
"Smith! Apa yang kau lakukan? Kau mau kemana?!" Teriaknya. Smith menoleh, menghempaskan lengannya hingga membuat Jackson tersungkur jatuh dan tenggelam di sungai. Smith melanjutkan langkahnya hingga menghilang diantara derasnya air terjun yang jatuh.
Jackson kesulitan menghadapi derasnya air sungai, ia berusaha untuk menguasai medannya hingga berhasil selamat. Jackson cepat-cepat bangun, berenang menuju tepi sungai dan keluar dengan terbatuk. Kurang beberapa menit saja ia menguasai medan, ia makan meninggal karena harus menghadapi derasnya air sungai.
Jackson menepuk-nepuk dadanya, mengeluarkan air yang sempat ditelannya secara tidak sengaja. Jackson mengatur napasnya agar kembali stabil.
__ADS_1
"Dia nyaris membunuhku."
...***...