
...***...
"Aku harap dia tidak menoleh ke arahku." Batin Jackson yang kini merasa was-was karena posisinya yang begitu dekat dengan si elang yang berada di dalam sarangnya.
Jackson merapatkan tubuhnya ke arah sarang si elang, ia bergerak pelan-pelan agar si elang tak menyadari kehadirannya.
Jackson mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencari tempat si elang menyembunyikan Kane Collection-nya.
"Pasti di sana…" Jackson bergumam pelan. Matanya menangkap sudut lain ruangan yang tersembunyi di balik sarang si elang.
Jackson mendongak untuk memastikan, setelah merasa aman bahwa si elang tak menyadari kehadirannya; Jackson lalu berjalan secara perlahan menuju arah ruangan tersebut. Berlari kecil hingga akhirnya tiba di dalam sana.
Jackson terpaku di tempatnya begitu melihat apa yang ada di dalam sana. Di sana, ia melihat sebuah tempat yang seperti sarang burung dengan beberapa Kane Collection di dalamnya.
Jackson merangkak naik ke atas sarang yang dilihatnya, ia masuk dan berjalan menghampiri Kane Collection yang ada.
"L-luar biasa… tidak bisa aku percaya." Jackson speechless, ia seakan baru menemukan harta Karun terpendam yang hilang selama bertahun-tahun lamanya.
"Jumlahnya ada lima…" gumam Jackson menghitung semuanya.
__ADS_1
"Aku harus bergerak cepat, sebelum elang itu sadar akan kehadiranku."
Jackson segera memasukkan satu persatu Kane Collection yang ada di hadapannya. Ia berusaha untuk tenang dan memasukannya secara perlahan. Tapi, secara tidak sengaja ia menyenggol satu Kane Collection hingga benda itu jatuh ke tanah dan menciptakan suara yang cukup keras.
Hal itu membuat si elang dalam sekejap tersita perhatiannya.
"Sial!" Pekik Jackson yang cepat-cepat memasukkan semua Kane Collection-nya.
"Apa yang kau lakukan?!" Si elang berteriak, membuat Jackson tersentak kaget dan spontan berbalik menatap si elang yang kini tampak memandangnya dengan tak bersahabat.
"Kembalikan apa yang kau bawa!" Teriaknya lagi. Jackson hanya diam tak bersuara, ia menelan ludahnya susah payah. Tubuhnya mendadak membatu di tempat dalam seketika.
Si elang bergerak siap untuk menyerang Jackson. Dengan paruh panjangnya, ia menyerang Jackson.
Jackson berusaha bergerak, ia berusaha untuk turun dari atas sana walaupun tubuhnya terasa berat untuk beranjak.
Serangan si elang meleset dan mengenai sarang yang telah di buatnya.
__ADS_1
Jackson tersungkur jatuh ke tanah saat di elang membuat sarangnya bergetar hingga membuat lubang pada bagian yang di patuknya.
"Sial!" Pekik Jackson, tubuhnya terasa sangat sakit bergesekan kasar dengan tanah yang tidak terlalu rata.
Si elang sudah mengambil ancang-ancang untuk kembali menyerang. Jackson berbalik, berdiri dengan tertatih-tatih dan berlari sekuat tenaganya.
Energinya yang tidak terlalu banyak membuatnya kesulitan untuk lari dengan benar. Beberapa kali ia terjatuh.
Si elang menyerangnya dari arah belakang, beruntung Jackson berhasil menghindari serangannya dengan berguling ke arah lain.
Jackson mengeluarkan pistolnya, menembak si elang dengan pistol berulang kali ke arah paruhnya.
"Seranganmu tidak akan mempan bagiku!" Ucap si elang yang sama sekali tak merasakan serangan dari Jackson.
"Aku harus lari secepatnya!" Pikir Jackson yang kembali menembak si elang berulang kali, sekarang ke arah wajahnya membuat pandangan si elang sedikit terganggu.
Jackson memanfaatkan situasi itu untuk melarikan diri, ia bangun secepat yang ia bisa.
...***...
__ADS_1