Play To Win

Play To Win
Level 21 - Laba-laba raksasa


__ADS_3

...***...


"Tetap di belakangku," ujar Smith pada Joanne yang tidak bisa melakukan apapun.


Ketiganya berbalik dan berusaha menemukan keberadaan makhluk yang ada di dalam goa tersebut. Tapi mereka benar-benar tidak menemukan apa-apa.


"Sepertinya yang tadi itu hanya perasaan kita saja," kata Jackson yang mulai merasa sedikit tenang.


"Benarkah? Tapi aku merasa kalau tadi itu benar-benar ada sesuatu yang bersembunyi di dalam kegelapan tempat ini. Bayangkan saja, kenapa obor yang di pegang Smith sampai padam?" Joanne merasa kalau apa yang terjadi itu terasa ganjil baginya.


"Tapi tidak ada apa-apa," sahut Jackson.


Mendadak ketiganya dikejutkan dengan ruangan goa yang berubah menjadi gelap, mereka bertiga menoleh serentak dan terkejut bukan main ketika melihat makhluk besar berkaki enam yang kini tengah berdiri di depan pintu keluar, makhluk itu sibuk dengan jaringnya.


__ADS_1


"L-laba-laba raksasa…" kedua bola mata Joanne membulat, hal yang paling di bencinya selain angsa adalah laba-laba. Ia benci dengan makhluk berkaki enam itu karena pernah memiliki pengalaman buruk ketika ia masih kecil.


"Dia berusaha menutup jalan keluar kita!" Ucap Smith yang baru sadar apa yang tengah dilakukannya.


Jackson tak tinggal diam, cepat-cepat ia menarik busurnya dan menembak laba-laba itu dengan anak panahnya.


Laba-laba itu berbalik begitu tubuhnya terkena panah berapi milik Jackson.


"O-oww, dia tampaknya marah." Kata Joanne dengan wajah yang berubah pucat.


Makhluk itu mengamuk, dengan cepat ia melangkah menghampiri mereka. Joanne panik dan spontan berlari mencari perlindungan sementara Jackson dan Smith terus menyerangnya.


Laba-laba itu lebih dulu menghampiri Jackson dan menyerangnya, Jackson balas melawannya. Setiap panahnya mengenai bagian tubuh makhluk itu, membuat beberapa bagian tubuhnya terluka. Makhluk itu semakin murka dan mulai berusaha menyerangnya dengan kedua tangan, Jakson berhasil mengelak dan berusaha balik melawan.


Di sisi lain, Smith berusaha membantu Jackson. Pria itu menghampirinya dan melawannya dari jarak dekat, menghunuskan pedangnya ke arah makhluk berkaki enam itu.

__ADS_1


Joanne hanya bisa bersembunyi bagaikan kucing pengecut, atensinya beralih ketika ia melihat sesuatu yang berkilauan tak jauh dari tempatnya berada.


"Apa itu?" Gumamnya pelan seraya melangkah menuju tempat yang lebih terang, dan di sana; ia melihat sebuah tempat penuh dengan permata. Tempatnya lebih tampak seperti tambang permata yang masih baru.


"Apa semua ini?" Joanne menghadapi salah satu sudut ruangan itu dan meraih pecahan kecil-kecil dari permata yang dilihatnya.


Layar sistemnya tiba-tiba saja muncul menampakkan sebuah informasi berisi benda yang di genggamnya.


"Diamond?" Joanne bergumam pelan. Ia tersenyum simpul begitu sadar apa yang berada dalam genggamannya.


Ia menoleh ke arah Jackson dan Smith yang tengah bertarung.


"Ini adalah saat yang tepat," gumamnya pelan yang kemudian segera bergerak mengambil semua diamond yang ada di sana dan mengamankan diamond yang di dapatnya dalam diamond Collection yang ada pada sistemnya.


Joanne terus melangkah masuk lebih dalam pada area lain goa tersebut hingga ia tiba di sebuah tempat dimana terdapat sebuah ruangan yang lebih megah. Di ruangan itu ia melihat sebuah benda berbentuk oval yang mirip telur.

__ADS_1


...***...


__ADS_2