Play To Win

Play To Win
Level 44 - Ruang rahasia


__ADS_3

...***...


"Ketemu!" Smith menekan sebuah tombol yang ada di dalam dinding, tombol itu langsung membuka pintu rahasia tempat dimana ruang rahasia berada.


"Kau memang cerdas." Kata Jackson seraya tersenyum. Atensi mereka secara mendadak tersita saat secara tiba-tiba pintu masuk ruangan itu di buka lebar, ketiganya membulatkan mata mereka.


"Mereka di sini!" Pekik wanita yang baru saja masuk.


"Apa? Bagaimana mereka bisa?" Joanne menatap dirinya; sial. Efek pil-nya sudah mulai lenyap dan mereka sudah kembali terlihat.


"Cepat kita masuk!" Jackson menginstruksikan pada kedua rekannya. Mereka berdua cepat-cepat bergerak, namun belum sempat mereka melangkah masuk ke dalam pintu itu; hantu air yang menculik mereka sudah tiba di sana dengan raut wajah murka.


"Kalian?!" Raut wajahnya tak bersahabat.

__ADS_1



Joanne berdiri di depan Jackson dan Smith, ditangannya; ia memegang pistol miliknya erat. "Kalian masuklah, biar aku yang tangani mereka."


Jackson dan Smith menganggukkan kepalanya lalu bergegas pergi. "Tidak secepat itu!" Wanita itu menggerakkan tangannya, membuat air dalam seketika berputar menjadi pusaran yang dalam sekejap menyedot mereka berdua masuk.


Joanne tak tinggal diam, dengan pistolnya; ia cepat-cepat menyerang wanita itu. Menembaknya berulang kali, sialnya air membuat segala pergerakannya lasernya itu menjadi lambat.


"Kau tidak akan bisa melukaiku!" Wanita itu menghempaskan tangannya, Joanne terpental jauh hingga menghantam dinding karena kekuatannya yang begitu besar. Tangan wanita itu kembali bergerak, mengepal yang dalam sekejap membuat tanaman merambat dan mengikat tubuh Joanne kencang.


Sementara itu, Jackson yang berada dalam pusaran air tak bisa tinggal diam dan berusaha melawan. Ia mengeluarkan pistolnya dan menembak wanita itu walaupun pada akhirnya mengarah ke segala arah.


Wanita itu spontan menghempaskan satu tangannya yang lain, membuat pusaran air itu lenyap dan tubuh mereka terpelanting jatuh ke tanah.

__ADS_1


"Kalian sudah membuat kesalahan dengan datang kemari!" Tutur wanita itu, menatap ketiganya yang tengah menahan rasa sakit mereka.


Jackson dan Smith memegangi bagian tubuh mereka yang terasa sakit, sementara itu; Joanne merasakan tubuhnya yang semakin terikat kencang.


"Kau sendiri yang telah membawa kemari… dan kau harus membayar untuk itu," Jackson berusaha untuk bangkit dan menembaknya sekali lagi, tapi wanita itu bergerak lebih cepat menggunakan kekuatannya mendorong tubuh Jackson hingga menempel di dinding yang sama dengan Joanne, tubuhnya lalu terikat oleh tanaman rambat yang sama. Kini mereka berdua tidak bisa bergerak sama sekali.


Smith masih berusaha menahan rasa sakitnya, entah kenapa tapi rasa sakit yang ia rasakan bertambah. Kali ini bukan dari bagian tubuhnya yang terluka, melainkan bagian dadanya yang terasa seperti terbakar. Pria itu memegangi dadanya, menahan sakit yang menjalar dalam tubuhnya.


Di sisi lain, wanita itu terus menggunakan kekuatannya untuk membuat Jackson dan Joanne semakin tak dapat bergerak. Keduanya mulai kesulitan bernapas seiring dengan tanaman rambat yang semakin membalut tubuh mereka.


Perhatian wanita itu mendadak beralih ketika sinar bulan purnama menembus masuk lewat jendela yang ada, menyinari tubuh Smith yang masih terbaring di sana.


Wanita itu menghentikan aksinya. "Sudah waktunya," gumamnya pelan. Ia beralih pandang pada kedua orang kepercayaan yang sejak tadi berdiri di belakangnya. "Bawa dia. Waktu kita hanya tinggal sedikit lagi."

__ADS_1


...***...


__ADS_2