Play To Win

Play To Win
Level 64 - Betina


__ADS_3

...***...


"Kepala desa, aku membawa mereka." Beast itu berkata pada beast lain yang ukurannya lebih besar dari beast lain yang pernah ada di desa itu.


"Bagus kalian sudah tiba di sini, duduklah," ujar beast itu, mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk di tiga kursi yang ada. Kursi-kursi itu terbuat dari kayu dengan ukuran yang cukup besar, dan cukup untuk di duduki oleh sekiranya satu beast dengan ukuran masing-masing sama dengan ukuran beast yang mengantarkan mereka hingga tiba di rumah kepala desa.



Rumahnya cukup luas, semuanya terbuat dari kayu. Bentuk rumah di semua desa ini memiliki bagian lantai yang mengapung sekitar 50-60 centimeter dari tanah dengan beberapa batu dibeberapa bagian yang menopang seluruh bagian rumahnya. Dan yang lebih membuat desa ini unik adalah satu rumah dengan rumah lain itu menyatu satu sama lain. Memang ada beberapa rumah yang terpisah, tapi sebagian besar menyatu seperti kamar kost.


"Dia bilang kau ingin bicara sesuatu dengan kami, apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Joanne seraya menunjuk ke arah beast yang entah siapa namanya.


"Aku meminta kalian kemari untuk memastikan, apakah kalian benar-benar orang baik atau bukan." Jelas beast yang duduk di hadapan mereka itu.

__ADS_1


Sebelumnya, di dalam ruangan itu terdapat empat beast. Satu yang paling besar dan duduk di kursi yang berhadapan dengan mereka, perawakannya tinggi dengan tanduk yang membuatnya tampak gagah, penampilannya lebih mencolok dibandingkan beast yang lain, dan ialah beast yang mereka panggil sebagai kepala desa.


Selanjutnya beast yang tadi mengantarkan mereka, berdiri di sisi kiri si kepala desa. Ia berdiri dengan beast garang yang beberapa waktu lalu menginterogasi mereka di ruang interogasi. Dan beast lainnya duduk di lengan kursi, beast itu seorang betina. Ia mengenakan pakaian layaknya seorang wanita dengan warna pink yang khas dan pita di dekat tanduk mungilnya.


"Kalian masih meragukan kejujuran kami?" Jackson menatap mereka bergantian.


"Tentu saja kami tidak bisa percaya begitu saja pada orang baru seperti kalian. Karena kami tidak tahu apa yang bisa terjadi kedepannya. Maka dari itu, kami harus memastikannya."


"Bukankah kalian semua sudah setuju kalau kalian akan memberikan kami kesempatan sekaligus waktu hingga penyelidikan selesai?" Smith angkat bicara.


"Willy?" Ulang Joanne menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Ya, Willy." Beast itu menoleh ke arah beast lain yang berdiri tepat di sampingnya, beast yang tak lain telah mengantarkan mereka hingga tiba di sini. "Dan tugas pertama kalian hari ini, adalah… menangkap rusa untuk hidangan makan malam."

__ADS_1


"Rusa?" Jackson mengulang.


"Tadinya kami sudah menangkap beberapa ekor rusa, tapi karena rusa itu kalian makan… jadi kami harus mencari rusa lain." Jelasnya.


"Aku pikir kalian memakan rumput." Bisik Joanne pelan.


"Apa?" Si betina tiba-tiba ikut bicara. Joanne tertegun, ia tidak menyangka kalau si betina bisa mendengar suaranya.


"Eh?" Joanne pura-pura bingung.


"Kau bilang apa?" Betina itu menunjuk ke arahnya.


"Apa? Aku tidak bilang apa-apa," ucapnya.

__ADS_1


"Tidak! Aku yakin kau mengatakan sesuatu, cepat ulangi apa yang kau katakan?!" Kata betina.


...***...


__ADS_2