
...***...
Smith tidak sengaja menekan gambar yang dalam seketika membuat sesuatu terjadi. Dinding di dekatnya mendadak bergetar membuat sebuah lubang yang cukup besar dan muat untuk tubuhnya.
Smith menoleh ke arah dimana lubang itu berada, ia terdiam menatap lubang itu. Dalamnya begitu gelap, semakin terlihat jelas setelah getarannya berhenti.
Smith memperhatikan lubang dilihatnya. "Lubang?"
Pria itu beranjak bangun dari tempat duduknya, berdiri di depan lubang sambil terus memperhatikannya dari jarak yang begitu dekat.
"Lubang apa ini? Apakah ruang rahasia?"
Smith berjongkok agar bisa melihat dengan jelas. Tapi begitu ia berjongkok, ia sama sekali tak bisa melihat apa-apa di dalam sana selain kegelapan.
Smith sedikit mendekatkan tubuhnya ke arah lubang yang dilihatnya. Namun ketika tubuhnya sedikit membungkuk masuk ke dalam lubang; seketika seluruh dinding yang ada bergerak menutup akses jalannya dan menyisakan jalan menuju lubang saja.
Lantai bergetar dan mulai bergerak miring hingga membuat Smith tergelincir jatuh ke dalam lubang gelap tersebut.
__ADS_1
BRUKKK!!
Smith mendarat dilantai yang begitu kasar dan penuh debu. Ia meringis kesakitan ketika beberapa tubuhnya dengan kasar bergesekan dengan lantai.
"Tempat apa ini? Kenapa begitu gelap?" Smith membuka kedua matanya.
Di dalamnya benar-benar gelap gulita. Sama sekali tak ada pencahayaan yang mampu membuat seisi ruangan terlihat jelas.
Smith menyalakan layar sistemnya dan mengeluarkan kristal rusa tanduk cahaya miliknya. Ia segera menggunakan benda itu untuk menerangi kegelapan yang dilihatnya.
Smith akhirnya bisa melihat dalam kegelapan. Ia beranjak bangun secara perlahan, tatapan matanya mengedar memandang sekeliling.
"Ternyata cukup dalam. Kalau seperti ini, bagaimana caranya agar aku bisa menemukan jalan keluar?" Smith memonolog, ia terdiam sejenak berusaha berpikir.
"Sepertinya ada jalan lain di sini, aku hanya harus menemukan." Smith melangkah perlahan, beranjak dari tempat duduknya untuk mencari jalan keluar dari dalam ruangan gelap yang menyelimutinya ini.
__ADS_1
...*...
"Sial, aku terjebak!" Gerutu Joanne ketika sadar dirinya tidak dapat lari kemana-mana selain menghadapi semua rintangan yang ada dihadapannya.
"Tampaknya memang tidak ada pilihan lain, aku harus pergi ke sana dan mengambil Kane Collection-nya walau harus mempertaruhkan hidupku."
Joanne mengepalkan kedua tangannya erat, matanya menatap lekat ke arah lantai dengan berbagai rintangan yang harus di lewatinya.
"Baiklah, ayo hadapi ketakutan mu ini." Joanne mengambil ancang-ancang sebelum akhirnya bergerak menuju arah lantai penuh jebakan yang ada dihadapannya.
Joanne menghampiri jebakan pertama. Lantai penuh laser yang membentuk pola yang tampak seperti berada dalam film-film mata-mata yang penuh dengan jebakan.
Joanne bergerak dengan penuh hati-hati, berjalan melewati laser yang satu kemudian melewati laser lain.
Ia terus bergerak hingga tiba di ujung dengan selamat, selanjutnya Joanne dihadapakan dengan lantai yang memiliki kapak besar yang mengayun di sana. Joanne terdiam sejenak.
"Kalau aku lambat sedikit saja, maka aku akan mati," gumamnya pelan seraya terus menatap ke arah kapak yang terus bergerak ke kiri dan kanan tak beraturan. Joanne berusaha untuk mengatur degup jantungnya yang tak beraturan.
__ADS_1
Joanne memejamkan kedua matanya sebelum ia melangkah, Joanne berusaha menyakinkan dirinya ia bisa.
...***...