Play To Win

Play To Win
Level 76 - Pertengkaran


__ADS_3

...***...


"Argh… sakit, bisakah kau melemparkan ku dengan sedikit lebih lembut? Kau melemparkan aku seakan-akan melemparkan kantong sampah." Gerutu Joanne kesal.


"Lari!" Smith tak menghiraukan gerutuan-nya. Joanne tertatih, harimau itu sudah berbalik arah ke arah mereka.


Gadis itu cepat-cepat melangkah keluar dari dalam kamar, Smith menembaknya berulangkali seraya berjalan keluar mengikuti Joanne.



...*...


"Aku memang cantik… dengan liontin ini, aku jadi lebih cantik…" beast bernama Poo itu memandangi dirinya lewat pantulan gambar yang di dapatnya dari air sungai yang jernih. Sinar bulan purnama malam yang begitu terang, membuatnya dapat melihat wajahnya dengan jelas.


"Aku memang cantik…" gumamnya lagi seraya tersenyum, ia memasangkan liontin itu pada lehernya dan kembali bercermin.


Jackson di belakangnya terus memperhatikan gelagat aneh beast itu, ia bersembunyi di salah satu pohon yang ada agar beast itu tidak dapat melihatnya.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya sedang dia lakukan?" Jackson bergumam pelan, ia terus memperhatikan hingga seorang beast lain bergerak menghampirinya.


"Poo! Sadarlah!" Pekiknya menarik paksa liontin yang menggantung di leher sahabatnya.


"Apa yang kau lakukan!" Poo memberontak.


"Sudah cukup, kau sudah keterlaluan. Kau ingin membuat kita berada dalam bahaya lagi? Kalau kepala desa sampai tahu kau mengambil ini lagi darinya, maka kita tidak akan pernah di maafkan!" Lulu menatap kesal sahabatnya itu.


"Aku tidak peduli, kembalikan liontin itu!" Poo menarik paksa liontin di tangan Lulu, tapi beast itu tak lantas memberikannya begitu saja.


"Tidak boleh!" Pekik Poo menarik paksa liontin itu dari tangan sahabatnya.


"Poo! Ulahmu ini akan membuat desa kita berada dalam bahaya!" Teriak Lulu.


"Aku tidak peduli. Liontin ini milikku!"


"Cukup! Kau sudah gila! Kembalikan benda itu!" Lulu menariknya paksa tapi Poo menahannya dan menarik ke arahnya. Keduanya saling tarik-menarik dan tidak ada yang mau melepaskan liontin itu.

__ADS_1


Jackson terdiam memperhatikan pergerakan mereka sampai kemudian dilihatnya Lulu berlari menuju arah desa dengan liontin yang berhasil direbutnya. Poo berlari mengejar, Jackson ikut berlari mengikuti mereka berdua. Tapi begitu ia melihat ke arah yang ditujunya; ia terbelalak begitu mendapati cahaya kemerahan yang menyala begitu terang dengan kepulan asap hitam yang kini memenuhi langit malam.


"Apa yang terjadi?" Jackson mulai panik, bergegas ia mempercepat langkah kakinya agar bisa segera tiba dan mengecek apa yang terjadi dengan beast village.


...*...


BRUKK!


Joanne tersungkur jatuh saat berusaha menghindar dari serangan harimau itu. Ia meringis kesakitan saat rasa sakit menjalar pada bagian lengan sebelah kirinya.


Joanne tertatih, ia menatap Smith yang kini berusaha menghadapi harimau dihadapannya. Berkali-kali pria itu menyerang harimau itu dengan pistol lasernya. Namun sial setiap serangannya tak ada yang mempan sama sekali. Bahkan harimau itu tak tergores sama sekali.


"Percuma saja kau terus menembak ku, karena kulitku tidak akan semudah itu untuk kau lukai." Harimau itu bergerak pelan, Smith masih bersikap waspada.


"Astaga, kemana semua orang? Apa yang harus aku lakukan? Tidak mungkin aku membiarkan Smith melawannya sendiri 'kan? Aku ingin menolongnya. Tapi… aku takut." Batin Joanne, gadis itu kebingungan. Semua orang di desa entah pergi mengungsi kemana. Joanne terdiam.


...***...

__ADS_1


__ADS_2