
...***...
Smith membuka kedua matanya saat aroma yang begitu sedap menusuk indera penciumannya yang tajam. Ia terbangun dari tidurnya.
"Aroma apa ini? Kenapa begitu harum?" Pikirnya. Smith beranjak bangun.
Ada sesuatu yang cukup ganjil baginya. Smith menatap ke sekelilingnya, dan baru menyadari kalau dirinya berada di sebuah tempat yang asing.
"Dimana ini?"
"Kenapa aku bisa berada di sini?"
Smith mengerutkan kening. Seingatnya kejadian terakhir yang diingatnya adalah ketika ia tertidur di dalam tenda yang dibuatnya di hutan. Lalu kenapa tiba-tiba ia berada di tempat asing seperti ini?
Smith sekali lagi terdiam memperhatikan keadaan sekelilingnya, tempatnya berada sekarang ini merupakan kamar tidur. Namun yang membuatnya heran ada tanaman rambat dan bunga-bunga yang bermekaran di beberapa sudutnya.
Tempatnya seperti ada dalam film-film fantasi.
CKLEK!
Perhatian Smith tiba-tiba beralih ke arah datangnya suara. Di sana ia mendapati pintu yang di buka dari arah luar, di dorong secara perlahan hingga terbuka sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Smith termangu memandangi siapa yang baru saja membukanya.
Seorang wanita berparas cantik dengan kulit putih bersih, matanya indah dengan rambut panjangnya yang tergerai.
Gaun putihnya menjuntai hingga menutupi kaki jenjangnya.
"Kau sudah bangun." Suaranya begitu merdu.
Wanita itu tersenyum ke arahnya, lantas menghampiri Smith yang masih terduduk di atas ranjang tidurnya. Wanita itu berdiri di hadapan Smith.
Mereka beradu pandang dalam waktu yang cukup lama. Smith masih berusaha mencerna setiap kejadian yang kini dialaminya.
"Apa ini? Siapa dia? Kenapa aku ada di sini? Apakah semua ini mimpi?" Smith membatin.
Smith bangun kemudian berjalan bersama wanita yang baru saja datang menemuinya.
Mereka berdua melangkah keluar dari dalam kamar, berjalan menuju arah ruang makan hingga tiba di sana.
...*...
__ADS_1
Tiba di ruang makan, Smith melihat ada banyak sekali pelayan wanita yang berdiri di dekat meja makan.
Smith di tuntun hingga tiba di meja makan dan di minta untuk duduk di kursi yang ada di sana.
Smith terdiam memandangi meja yang kini dihiasi oleh banyak makanan yang tampak lezat. Smith tidak tahu apa saja makanan yang di hidangan di atas meja, semuanya tampak asing; namun terasa menggugah selera.
"Kau bisa memakan semua yang ada di sini." Jelas wanita itu pada Smith. Ia kemudian mengambilkan piring dan mengisinya dengan beberapa hidangan yang tersedia di sana.
Tak lama, beberapa pelayan lain datang dengan membawa makanan yang tak kalah tampak lezat di tangannya.
Pelayan wanita itu membawa hidangan ke atas meja dan menaruhnya di sana.
"Terima kasih. Sekarang kalian boleh pergi dan tinggalkan kami berdua." Kata wanita itu pada semua pelayan yang ada. Serentak semuanya beranjak pergi dari tempatnya; meninggalkan Smith bersama dengan perempuan yang tadi membawanya keluar.
"Apakah dia yang dimaksud putri?" Tanya salah satu pelayan pada pelayan lain yang selalu berada di sisi wanita tadi.
"Iya, putri bilang dia memiliki kristal yang selama ini kita cari." Jelasnya.
"Luar biasa, sulit untuk aku percaya. Itu berarti si hantu air sudah tewas?"
"Putri pikir begitu, tapi aku juga tidak tahu."
__ADS_1
...***...