
...***...
BRUKK!!
Joanne berhasil tiba di lantai baru, setelah melewati tiga rintangan yang berbeda. Akhirnya ia berhasil tiba di lantai yang kini dihiasi dengan corak yang mirip papan catur.
Joanne berdiri di ujung, ia menatap ke arah dimana Kane Collection yang dilihatnya itu berada.
"Akhirnya, hanya tinggal sedikit lagi." Joanne tersenyum simpul. Tangannya bergerak perlahan mengelap keningnya yang di hiasi dengan keringat yang bercucuran.
Joanne melangkah, kakinya tak sengaja menapak pada lantai berkontak hitam yang dalam seketika membuat sesuatu melesat keluar dari dinding kiri dan kanannya.
Joanne tersentak kaget dan spontan menarik kakinya cepat. Ia membulatkan kedua matanya.
"I-ini… santai jebakan?" Joanne tak menyangka. Ia pikir dirinya telah menyelesaikan semua rintangan yang ada di sana, tapi ternyata salah.
__ADS_1
"Sial. Aku pikir sudah berakhir." Joanne terdiam.
Ia bangun secara perlahan. Kakinya sampai gemetar saking terkejutnya dengan apa yang baru saja terjadi.
"Lantai ini ternyata memiliki jebakan juga?"
"Jadi itu alasannya kenapa dinding di sini terlihat begitu aneh?" Joanne memperhatikan dinding yang berada di sisi kiri dan kanannya. Dinding-dinding yang dilihatnya tadi memiliki beberapa persenjataan yang cukup untuk membuatnya terbunuh ketika dirinya tengah melintas di atas sana.
"Kalau begini, apa yang harus aku lakukan?" Joanne terdiam berusaha memikirkan cara agar dirinya bisa melintas dengan selamat. Pandangan matanya mengedar mencari ide agar bisa melintas ke sana dengan selamat.
Joanne berjongkok perlahan untuk bisa membaca tulisan yang tertulis di sana.
"Untuk bisa menyeberang dan mengambil Kane Collection di sana, maka menarilah. Namun hati-hati, ketika kau salah melangkah dan menginjak lantai yang salah, kau harus menghadapi hukumannya."
Joanne membacanya perlahan. "Menari?" Ulangnya. Joanne beralih fokus pada lantai yang ada dihadapannya. Ia menatap lantai bercorak catur itu.
__ADS_1
"Itu berarti, aku harus menyeberang ke sana dengan menginjak lantai yang benar. Kalau aku menginjakkan kaki di lantai yang salah, bisa-bisa aku mati terbunuh." Joanne kemudian bangun dan mempersiapkan diri.
Setelah benar-benar siap, ia segera melangkah dan melakukan tarian kecil di atas lantai bercorak. Awalnya ia menginjak beberapa corak yang benar dan tak berpengaruh sama sekali.
Joanne memutuskan untuk melanjutkan langkahnya, ia melakukan tarian lain. Namun secara tidak sengaja kakinya terpeleset hingga kakinya terkilir, bersamaan dengan itu tumbuhnya jatuh menimpa lantai yang salah yang dalam seketika membuat beberapa senjata di sisi kiri dan kanannya melesat keluar dengan begitu cepatnya.
Joanne panik bukan main. Ia segera bangun dari tempatnya berlari sekuat tenaga tanpa peduli dengan tarian bodoh yang harus dilakukannya.
Ulahnya membuat nyawanya semakin terancam, bersamaan dengan langkah asalnya; pisau tajam, panah, dan kobaran api menyembur keluar dari sisi dinding secara bersamaan.
Joanne berusaha keras menghindar, ia berputar. Melakukan roll di lantai, melompat dari arah satu ke arah lain kemudian berguling menuju ujung agar bisa tiba di tepi tempat dimana Kane Collection itu berada.
Tepat di bagian ujung, api yang menyembur membuat gaun yang di kenakan Joanne terbakar di bagian belakang. Joanne panik bukan main, tiba di seberang; ia segera berusaha mematikan apinya.
__ADS_1
...***...